Kejutan kembali tercipta di ajang Piala Dunia 2026 kali ini. Melansir dari laman instagram @arsiptimnas, salah satu kandidat kuat peraih gelar juara, yakni Brasil harus takluk dari wakil benua Eropa, yakni Norwegia di babak 16 besar dengan skor tipis 1-2. Kekalahan ini sendiri membuat Brasil harus kembali mengubur mimpi mereka meraih gelar juara dunia keenam kalinya.
“Norwegia secara mengejutkan membekuk Brasil 2-1 di babak 16 besar Piala Dunia 2026 di Stadion New Jersey. Dua gol kemenangan Norwegia diborong oleh Erling Haaland pada menit ke-79 dan ke-90, sementara satu gol balasan Brasil dicetak oleh penalti Neymar pada menit ke-90+10,” tulis laman instagram @arsiptimnas.
Kekalahan mengejutkan ini sendiri tentunya cukup mengagetkan banyak pihak mengingat timnas Brasil cukup memiliki performa yang meyakinkan sepanjang gelaran Piala Dunia 2026 kali ini. Melansir dari beberapa sumber di laman berita suara.com, timnas Brasil mampu lolos dari fase grup C dengan bekal dua kali meraih kemenangan dan sekali imbang. Hasil ini membuat Brazil lolos dengan predikat juara grup C.
Brasil juga sukses melaju ke babak knock-out menghadapi Jepang di fase 32 besar dengan mencetak tujuh gol dan hanya sekali kebobolan. Di babak 32 besar mereka juga mampu menaklukkan Jepang yang tampil luar biasa sepanjang fase grup dengan skor tipis 1-2.
Namun, Brasil justru kembali meraih hasil buruk atas Norwegia di babak 16 besar ajang Piala Dunia 2026 kali ini. Tak hanya kalah dengan skor tipis 1-2, Brasil juga memperpanjang rekor buruk saat jumpa Norwegia. Dari lima kali pertemuan termasuk di babak 16 besar Piala Dunia 2026, Brasil harus menelan kekalahan tiga kali dan dua laga sisanya berakhir imbang.
Tentunya hasil buruk di ajang Piala Dunia 2026 kali ini juga kian memperpanjang rekor kurang beruntung Brasil di ajang Piala Dunia sejak terakhir kali meraih gelar kelima pada edisi Piala Dunia 2002 silam.
Matinya Sepakbola Jogo Bonito yang Berdampak ke Prestasi Brazil di Kancah Dunia?
Kegagalan Brasil untuk meraih gelar keenam di Piala Dunia 2026 kali ini juga seakan-akan kian mempertegas jika Brasil sudah tidak sekuat dulu di pesepakbolaan dunia. Melansir dari laman resmi FIFA, sejak meraih gelar juara pada edisi Piala Dunia 2002 silam, praktis timnas hampir selalu gagal menembus babak semifinal atau hanya mampu bertahan hingga babak perempat final.
Terakhir kali mereka menembus babak semifinal adalah saat ajang Piala Dunia 2014 silam. Ironisnya, kala itu mereka juga berstatus sebagai tuan rumah namun harus puas mengakhiri kompetisi sebagai tim peringkat ke-4 setelah di partai semifinal dibantai oleh Jerman 7-1 dan takluk dari Belanda di laga perebutan peringkat ke-3.
Rekor buruk ini juga kian menyoroti anggapan banyak pihak jika style sepak bola khas Brasil atau yang lebih identik dengan nama ‘Jogo Bonito’ sudah benar-benar berakhir. Istilah Jogo Bonito ini sendiri memang sangat melekat dengan timnas Brasil yang di mana saat bermain bola para pemain Brasil sangat lihai dalam memainkan dan menggerakkan bola di kaki-kaki mereka layaknya sedang menari.
Tren style Jogo Bonito memang cukup berhasil memberikan lima gelar Piala Dunia bagi Brasil sejauh ini. Namun, seiring dengan perkembangan zaman, gaya permainan Jogo Bonito ini mulai menghilang. Bahkan, beberapa pemain asal Brasil sendiri saat ini lebih bermain dengan pakem sepak bola modern.
Pemain terakhir yang dianggap sebagai pewaris terakhir style ‘Jogo Bonito’ ini adalah Neymar Jr. yang juga masuk ke dalam skuad timnas Brasil di Piala Dunia 2026. Namun, faktor usia dan kerap diterpa cedera sepertinya membuat performa Neymar Jr. tak mampu berbicara banyak di turnamen kali ini.
Mungkin masih jadi perdebatan mengapa timnas Brasil sangat kesulitan untuk kembali meraih gelar juara dunia dalam dua dekade terakhir. Menurutmu, apakah ‘punahnya’ style Jogo Bonito menjadi penyebab susahnya Brasil meraih gelar juara lagi?
Baca Juga
-
Indonesia Hadapi Peserta Piala Dunia 2026, Cape Verde Jadi Kandidat Kuat?
-
Skuad Mewah Bertabur Bintang Naturalisasi Gagal Total, Ada Apa dengan Kutukan Timnas Indonesia?
-
Tak Bisa Dibantah! STY Masih Jadi Pelatih Terbaik bagi Timnas Indonesia
-
Gaya Kepelatihan Berkelas Eropa! Alasan Mengejutkan John Herdman Nonton Timnas dari Tribun Penonton
-
Rekor Shin Tae-yong Jadi Hantu, John Herdman Dituntut Buktikan Kualitas di ASEAN Cup
Artikel Terkait
Hobi
-
David Alonso, Calon Rookie MotoGP 2027 Ini Ternyata Anak Didik Marc Marquez
-
Bambang Pamungkas Muncul Lagi di Selangor FC, Kali Ini Bawa Momen Nostalgia
-
Sinyal Kuat dari Kreator: The Simpsons: Hit & Run Bersiap Comeback Setelah 2 Dekade!
-
7 Fakta Menarik Transfer Rodri ke Barcelona: Dari Reuni Juara Dunia hingga Ganti Nama Jersey
-
Santai, Pedro Acosta Hadapi Musim Perdana dengan Ducati Tanpa Rasa Tertekan
Terkini
-
Paradoks Jajanan SD versus MBG: Mengapa Proyek Besar Justru Rawan Keracunan?
-
Serbaguna! 5 Pelembap Wajah dan Tubuh Ampuh Mengunci Kelembapan Kulit
-
The Magician's Nephew: Menelusuri Penciptaan dan Asal Mula Dunia Narnia
-
Review Serial Reacher Season 2: Drama Kriminal Penuh Adrenalin dan Taktik!
-
Maba Wajib Tahu! 5 Tata Krama Biar Nggak Kena Culture Shock di Jogja