Lintang Siltya Utami | Agustian Pamungkas
Ed Sheeran dan Macklemore. (LA Times)
Agustian Pamungkas

Tur Loop Ed Sheeran tengah menghadapi situasi yang cukup berbeda dari jadwal konser biasanya. Setelah Macklemore dikeluarkan dari jajaran penampil pembuka dan beberapa musisi lain ikut mundur, harga tiket untuk konser Ed Sheeran di Philadelphia sempat turun hingga lebih dari 50 persen.

Berdasarkan data TickPick yang dikutip sejumlah media Amerika, tiket termurah untuk konser di Lincoln Financial Field pada Sabtu (19/9/2026) turun menjadi sekitar 42 dolar AS atau sekitar Rp748.000. Padahal, pada Selasa (15/9/2026), tiket dengan kategori serupa masih berada di kisaran 100 dolar AS atau sekitar Rp1,7 juta.

Harga Turun, Tiket yang Tersedia Makin Banyak

Penurunan harga tersebut terjadi bersamaan dengan bertambahnya jumlah tiket yang tersedia. Data TickPick menunjukkan jumlah tiket yang tersedia untuk pertunjukan Philadelphia meningkat sekitar 54 persen dari Selasa pagi hingga Jumat pagi.

Meski angkanya cukup mencolok, belum bisa dipastikan apakah perubahan harga dan ketersediaan tiket tersebut sepenuhnya berkaitan dengan kontroversi Macklemore. Harga tiket konser memang dapat berubah mengikuti permintaan pasar, waktu penjualan, serta jumlah tiket yang masih tersedia.

Konser Philadelphia juga menjadi pertunjukan pertama Ed Sheeran setelah seluruh penampil pembukanya untuk rangkaian tur tersebut mundur. Karena tidak ada lagi artis pembuka, waktu mulai konser diubah menjadi pukul 20.00 waktu setempat, sekitar tiga jam lebih lambat dari jadwal awal.

Awal Mula Macklemore Dikeluarkan dari Tur

Kontroversi ini bermula dari penampilan Macklemore di MetLife Stadium, New Jersey, pada 4 September 2026. Saat menjadi pembuka konser Ed Sheeran, rapper asal Seattle itu menyampaikan dukungannya kepada Palestina dan menyerukan “Free Palestine”.

Pernyataan tersebut kemudian memicu perdebatan. Macklemore akhirnya dikeluarkan dari sisa rangkaian tur Amerika Utara Ed Sheeran pada 14 September. Promotor Messina Touring Group menyatakan keputusan tersebut berkaitan dengan penolakan sejumlah pemilik venue untuk menggelar pertunjukan jika Macklemore masih masuk dalam daftar penampil.

Ed Sheeran kemudian menjelaskan bahwa keputusan tersebut bukan berasal darinya. Ia mengatakan pihak venue telah memberi tahu bahwa sejumlah pertunjukan bisa dibatalkan jika Macklemore tetap menjadi penampil pendukung. Ed juga mengaku sempat berusaha menjadi penghubung antara Macklemore dan pihak penyelenggara, tetapi tidak berhasil.

Musisi Pembuka Ikut Mundur

Masalah tidak berhenti setelah Macklemore dikeluarkan. Beberapa musisi yang masih dijadwalkan tampil bersama Ed Sheeran justru memilih mundur sebagai bentuk solidaritas.

Finneas, Aaron Rowe, Lukas Graham, dan grup folk Irlandia Beoga mengumumkan keputusan tersebut secara terpisah. Finneas yang merupakan saudara Billie Eilish menulis bahwa ia memutuskan meninggalkan tur dan menyatakan dukungannya kepada Palestina.

Aaron Rowe juga mengatakan keputusan itu tidak mudah karena Ed Sheeran merupakan temannya dan telah banyak membantunya dalam karier. Namun, ia memilih tidak melanjutkan keterlibatannya dalam tur tersebut karena persoalan yang sedang diperdebatkan.

Mundurnya para penampil membuat format konser Ed Sheeran ikut berubah. Ia harus menjalani sejumlah pertunjukan tanpa rangkaian artis pembuka seperti yang sebelumnya direncanakan.

Ed Sheeran Bicara Langsung di Atas Panggung

Kontroversi tersebut kemudian ikut dibahas Ed Sheeran saat tampil di Philadelphia pada 19 September. Konser itu menjadi penampilannya setelah Macklemore dikeluarkan dari tur dan sejumlah musisi pembuka memilih mundur.

Di hadapan penonton, Ed mengungkapkan bahwa beberapa hari terakhir menjadi masa yang cukup sulit baginya. Ia juga meminta maaf kepada penonton yang mungkin kecewa dengan berbagai keputusan yang terjadi sebelum konser.

“Maaf jika kalian kecewa dengan keputusan yang dibuat selama beberapa hari terakhir. Beberapa hari ini benar-benar terasa sangat sulit,” kata Ed Sheeran dari atas panggung.

Ed kemudian menjelaskan bahwa dirinya tidak ingin menjadikan konser sebagai tempat untuk memperpanjang persoalan politik. Namun, ia tetap merasa perlu menyampaikan pandangannya mengenai situasi yang terjadi di Gaza.

“Saya tidak ingin menjadi musisi yang membawa politik ke dalam pertunjukan. Saya ingin menjadi seorang musisi. Namun, saya juga tidak ingin menjadi orang yang mengabaikan penderitaan,” ujarnya.

Ia kemudian menyebut kondisi di Gaza sebagai sesuatu yang “mengerikan dan tidak dapat dibenarkan” serta mengatakan bahwa persoalan tersebut baginya berkaitan dengan kemanusiaan.

Konser di Philadelphia akhirnya tetap berlangsung tanpa penampil pembuka. Ed Sheeran melanjutkan pertunjukan dengan format yang berbeda dari rencana awal, sementara kontroversi yang bermula dari keluarnya Macklemore masih menjadi perhatian publik.