Serangan cyber merupakan fenomena dengan tingkat perkembangan yang mengikuti pertumbuhan dan perkembangan teknologi. Kemampuan dari serangan cyber berorientasi terhadap tiga hal, yaitu manipulasi data, pencurian data, dan menghilangkan aksesibilitas dari suatu sistem dalam rangka pengguna lainnya tidak mengakses sistem tersebut.
Ketika industri terus berkembang dan memanfaatkan peningkatan daya komputasi yang tersedia bagi konsumen melalui telepon pintar dan laptop, spesialis keamanan dunia maya meninjau kembali model keamanan konvensional. Keamanan di organisasi perlu dirancang ulang dengan mempertimbangkan tren ini, karena ada implikasi untuk fintech serta industri dan produsen perangkat lainnya.
Dari sudut pandang konsumen, keamanan adalah bagian integral dari solusi fintech, yang menjadi tanggung jawab penyedia. Ke depan, keamanan dan privasi data akan memainkan peran kunci dalam memenangkan kepercayaan konsumen dan mengkatalisasi adopsi fintech.
Cyber security ini pun sangat berguna untuk banyak orang, karena data-data yang penting dan rahasia dapat dijaga kerahasiaan data tersebut. Tidak hanya itu, berbagai upaya telah dilakukan pemerintah salah satunya dengan cyber security ini dalam menanggulangi terjadinya pencurian data oleh cyber crime dan pemerintah juga bahkan membuat undang-undang tentang tindak pidana cyber crime.
Pada era saat ini ketika industri terus berkembang dan memanfaatkan peningkatan daya komputasi yang tersedia bagi manusia melalui gadget dan teknologi, para hacker keamanan dunia maya meninjau kembali model keamanan konvensional. Maka kita harus lebih waspada dan teliti dalam segala hal, dan termasuk membuat keamanan-keamanan yang tidak mudah dibobol atau double protect.
Hal lain yang perlu diterapkan dalam rangka meningkatkan performa perusahaan dalam memitigasi dan mereduksi dampak yang disebabkan serangan cyber, serta dalam melakukan pendataan atau dokumentasi yang dapat mempermudah perusahaan dalam menganalisa insiden atau risiko yang berorientasi terhadap keamanan informasi dan teknologi.
Baca Juga
Artikel Terkait
-
Waspada! Trojan Pencuri Kata Sandi, Singapura Target Utama
-
Selama 2 Bulan, 12 Juta Serangan Siber Incar Pekerja Jarak Jauh Indonesia
-
Baru Dua Bulan, 12 Jutaan Serangan Siber Menargetkan Pekerja di Indonesia
-
Makin Mengkhawatirkan, Indonesia Alami 325 Juta Serangan Siber
-
Tips Mencegah Ponsel Android Anda dari Serangan Adware
Kolom
-
Krisis Iklim Tak Pernah Netral: Mengapa Perempuan Menanggung Beban Lebih Berat?
-
Buruh Gen Z dan Hak Berserikat di Era Union Busting Digital
-
Relasi Kuasa di Tempat Kerja dan Maraknya Kekerasan Berbasis Gender
-
Menstruasi Bukan Aib, Tapi Mengapa Kita Diajari Menyembunyikannya?
-
Bekerja Tanpa Karier: Ketika Naik Jabatan Tak Lagi Menggoda
Terkini
-
Bedah Makna Lagu Bernadya "Kita Buat Menyenangkan": Seni Memaafkan Hal Kecil
-
Ramadhan Sananta Bidik Jalan Pulang ke Liga 1, Persebaya Surabaya Siap Menampung?
-
Trend 2026 is the New 2016 Viral di TikTok, Gen Z Nostalgia Era Jadul
-
Mengenal Virus Nipah (NiV): Bahaya Buah Terkontaminasi dan Cara Mencegah Infeksinya
-
Demon Slayer Infinity Castle dan Gundam GQuuuuuX Raih Best Picture TAAF 2026