Setiap hari, limbah rumah tangga yang paling dominan adalah limbah plastik. Limbah plastik yang ada pun banyak menimbulkan masalah. Mulai dari banjir, polusi udara, kesehatan manusia, dan masih banyak lagi.
Dari permasalahan yang diakibatkan limbah plastik, para ilmuwan terdorong untuk menciptakan plastik degradable sebagai solusi dari permasalahan yang ditimbulkan tersebut.
Sesuai dari namanya, plastik degradable adalah plastik yang dapat diurai dengan beberapa cara sesuai jenisnya. Hal ini dapat dikatakan sebagai salah satu solusi karena pada umumnya polimer sintetik seperti plastik bersifat nonbiodegradable (tidak dapat diuraikan oleh mikroorganisme).
Terdapat 3 jenis dari plastik degradable yaitu biopolimer, photodegradable, dan biodegradable sintetik. Berikut merupakan penjelasan singkat mengenai 3 jenis plastik degradable tersebut.
1. Biopolimer
Biopolimer adalah polimer yang dibuat oleh mikroorganisme hidup seperti paracoccus, bacillus, dan spirillum. Sebagai contoh, biopolimer poli (asam 3-hidroksibutanoat) atau PHB dibuat oleh bakteri tertentu dari glukosa. Ketika PHB dibuang, mikroorganisme-mikroorganisme dalam tanah dan air tanah dapat menguraikan polimer ini selama 9 bulan. Kekurangan dari biopolimer adalah harga PHB 15 kali lebih mahal daripada PE.
2. Plastik Photodegradable
Plastik photodegradable memiliki gugus yang sensitif terhadap cahaya (seperti gugus karbonil) yang menyatu pada rantai polimer. Gugus-gugus fungsi ini menyerap cahaya matahari sebagai sumber energi yang digunakan untuk memecah ikatan-ikatan kimia dalam polimer menjadi fragmen-fragmen yang lebih kecil.
3. Plastik Biodegradable Sintetik
Plastik Biodegradable Sintetik terbuat dari pati atau selulosa yang dicampurkan pada polimer selama proses pembuatan. Plastik jenis ini dapat diuraikan oleh mikroorganisme yang mengonsumsi pati atau selulosa menjadi potongan-potongan yang lebih kecil. Potongan-potongan kecil ini memiliki luas permukaan yang besar sehingga mempercepat proses biodegradasi.
Kekurangan dari plastik ini adalah efek polusi air yang ditimbulkan oleh produk biodegradasinya. Laju biodegradasi masih jauh lebih rendah dibandingkan dengan laju melimpahnya limbah yang dihasilkan.
Beberapa polimer plastik biodegradable yang saat ini dikembangkan adalah polihidroksialkanoat (PHA), yaitu polimer yang terbuat dari asam 3-hidroksibutirat atau asam 3-hidroksivalerat. PHA dapat digunakan sebagai film, serat (fiber), dan pelapis beberapa cangkir minuman tahan panas berbahan kertas. Plastik jenis ini kuat, tetapi dapat didegradasi oleh bakteri.
Tadi merupakan 3 jenis plastik degradable yang sangat mungkin digunakan untuk menjaga tingkat polusi dunia di masa yang akan datang. Semoga tulisan ini dapat menambahkan informasi Anda tentang plastik yang mendapat predikat degradable.
Tag
Baca Juga
Artikel Terkait
Kolom
-
Piala Dunia 2026 dan Seni Melupakan Masalah Selama 90 Menit
-
Syarat Berpenampilan Menarik di Lowongan Kerja, Bentuk Beauty Privilege?
-
AI Sudah Jadi Teman Curhat, Apa yang Dicari Gen Z dari Hubungan Digital?
-
Identik dengan Nobar, Piala Dunia 2026 Tak Nikmat Jika Ditonton Sendirian?
-
Tragedi Tebet: Ketika Fasilitas Publik Berubah Menjadi Kuburan bagi Balita Tak Berdosa
Terkini
-
Afrika Selatan Gagal, Kanada Lolos 16 Besar Siap Lawan Belanda atau Maroko?
-
Debut Sensasional, Cape Verde Jadi Tim Anomali di Ajang Piala Dunia 2026
-
Membaca Doorstoot naar Djokja: Menyelami Hari-Hari Paling Genting Indonesia
-
Harimau Galak Pensiun Jadi Penjual Kue? Intip Menggemaskannya 'Mr. Tigers Snacks'
-
Review Film 'Obsession': Terlalu Cinta Berubah Malapetaka