Armand IS
Armand IS
Patung Freddie Mercury di Swiss (Unsplash/Noah Näf).

Banyak dari kita tentu sudah pernah mendengar lagu “Bohemian Rhapsody”. Bahkan beberapa dari kita memutar lagu tersebut berulang kali karena mendapatkan sebuah luapan emosi dan euforia yang ditimbulkan dari lagu yang unik ini.

“Bohemian Rhapsody” adalah salah satu dari puluhan lagu indah yang dibawakan oleh kelompok musisi dari Britania Raya, yakni “Queen”.

Kelompok musisi ini beranggotakan Freddie Mercury sebagai vokalis, Brian May sebagai gitaris, John Deacon sebagai pemain bas, dan Roger Taylor sebagai pemain drum. Keempat pria berkebangsaan Inggris tersebut merupakan legenda dalam dunia rock and roll.

Namun, yang menjadi daya tarik tersendiri kelompok musisi ini salah satunya adalah suara khas dari sang vokalis Freddie Mercury. Kali ini, mari simak bersama-sama kisah hidup sang legenda rock and roll yang satu ini.

1. Masa muda Freddie Mercury

Freddie Mercury lahir dengan nama Farrokh Bulsara. Ia lahir pada 5 September 1946 di sebuah negara kecil yang bernama Zanzibar (sekarang menjadi bagian dari Tanzania) dan dibesarkan dalam keluarga Parsi pemeluk agama Zoroaster yang konservatif.

Berkat kenakalan dan kepribadiannya yang “liar”, ayah Freddie mengirimnya ke sebuah akademi di India dengan harapan bisa menjadi seorang anak yang penurut. Keluarganya kabur dari Zanzibar setelah meletusnya revolusi berdarah yang menumbangkan sultan Zanzibar. Akhirnya, Freddie dan keluarganya hidup di Inggris. 

Freddie menempuh pendidikan tinggi dan mengambil jurusan seni di Ealing Art College. Ia bekerja sampingan menjadi seorang petugas bagasi di bandara Heathrow untuk memenuhi nafkahnya dan mendanai hobinya menonton pertunjukan musik.

Hingga suatu saat ia bertemu dengan Brian May dan Roger Taylor bermain musik dalam sebuah kelompok bernama “Smile”. Kedua pria tersebut yang nantinya bersama Freddie membentuk sejarah melalui kelompok musisi Queen.

2. Pengalaman pertama dalam dunia musik

Freddie merupakan penggemar musik rock sejak kecil. Ia membentuk sebuah kelompok musik beraliran rock semasa ia menempuh sekolah dasar pada umur 12 tahun. Ia telah memiliki bakat bermain musik sejak ia kecil.

Bahkan, ia mampu memainkan sebuah lagu menggunakan piano hanya dengan mendengarkannya di radio. Setelah ia pindah ke Inggris, Freddie bertemu dengan Brian dan Taylor hingga akhirnya bergabung dalam kelompok musik mereka. 

3. Freddie Mercury dan Queen

Freddie Mercury, Brian May, dan Roger Taylor bergabung bersama dalam kelompok musik Smile. Hingga pada akhirnya, John Deacon mengisi kekosongan posisi pemain bas dan menjadi bagian dari kelompok mereka.

Mereka mengubah nama Smile menjadi Queen. Semenjak bergabung dengan Queen, Freddie mengganti namanya secara hukum yang semula adalah Farrokh Bulsara menjadi Freddie Mercury.

Bersama Queen, Freddie mencetak puluhan album dan lagu-lagu legendaris, diantaranya adalah “Killer Queen”, "You're My Best Friend", “Love of My Life” dan yang paling kondang hingga saat ini adalah “Bohemian Rhapsody.”

Lagu Bohemian Rhapsody awalnya ditolak oleh label Queen sebelumnya. Oleh sebab itu, mereka memutuskan untuk keluar dari label tersebut dan merilis lagunya di sebuah stasiun radio. Lagu ini mendapatkan kritik yang pedas dari kritikus musik, namun para penggemar Queen menyukai lagu ini dan pada akhirnya menjadi lagu populer.

4. Patah hati, sakit, dan bangkitnya Freddie Mercury

Freddie Mercury sempat mengalami konflik dengan kelompok musiknya karena keputusan sepihak memecat manajer mereka. Ketegangan ini ditambah ketika ia memutuskan untuk menyanyi secara solo dan membuat albumnya sendiri.

Tragedi dalam hidup Freddie bertambah ketika ia harus berpisah dengan tunangannya, Mary Austin. Perpisahan tersebut terjadi karena orientasi seksual Freddie. Namun, mereka tetap menjadi teman hingga akhir hidup Freddie. Hingga pada akhirnya, Freddie didiagnosa mengidap AIDS dan harus menjalani perawatan.

Perjuangan Freddie tidak berakhir di titik itu. Ia berhasil rujuk dengan rekannya dan Queen kembali tampil di sebuah ajang musik bergengsi yakni “Live Aid” pada tahun 1985. Konser ini menjadi konser terakhir bagi Freddie.

5. Masa akhir hidup sang legenda

Live Aid menjadi konser terakhir. Namun, paling berkesan selama karier Freddie sebagai musisi. Ia meninggal pada tahun 1991 di usia 41 tahun akibat pneumonia yang merupakan komplikasi AIDS yang ia alami. Ia tetap dikenang menjadi seorang legenda setelah kematiannya.

Nah, itulah kisah hidup sang legenda rock and roll, Freddie Mercury. Freddie adalah musisi legendaris yang telah memberikan kita lagu-lagu yang indah. Semoga kisah Freddie, kita dapat terinspirasi untuk terus meraih prestasi

Referensi

  • Blake, Mark. 2016. Freddie Mercury: A Kind of Magic. London : Omnibus Press.
  • Jones, Lesley-Ann. 2011. Freddie Mercury: The Definitive Biography. London: Hachette UK.

Komentar