Ilmu kalam sebuah kalimat yang masih asing bagi sebagian besar masyarakat. Ilmu kalam umumnya hanya dikenal pada kalangan para santri, agamawan dan mahasiswa PTKIN (Perguruan Tinggi Keagamaan Islam). Ilmu kalam adalah ilmu yang mempelajari tentang keimanan yang diperkuat dengan argumen-argumen rasional.
Meskipun kita sudah mengetahui pengertian lmu kalam, namun kita pastinya belum benar benar mengetahui tentang ilmu kalam itu seperti apa? Ilmu kalam disini lebih sering mempelajari tentang berbagai peristiwa yang terjadi pada zaman setelah sepeninggalnya Utsman bin Affan yaitu saat kekhalifan Ali bin Abi Thalib sampai dengan zaman sekarang. Dimana banyak terjadi perselisihan, persoalan politik, peperangan, dan berbagai perbedaan pendapat yang dapat kita jadikan sebagai sarana refleksi dan mengetahui akan kebenaran yang ada dari zaman sebelum-sebelumnya.
Nah, disinilah asyiknya kita mempelajari ilmu kalam dengan mempelajari ilmu kalam selain kita mendapatkan pahala karena merupakan bagian dari agama juga kita mendapatkan wawasan akan bagaimana pemikiran-pemikiran yang berbeda bisa terjadi dengan cara mengkritisi ajaran dasar, dan kita juga dapat mengkritik namun harus menggunakan logika yang rasional dan juga data yang valid. Hal menyenangkan lainnya yaitu mengetahui sejarah-sejarah dari ilmu kalam yang dapat kita gunakan sebagai pengetahuan dan juga cerita untuk teman-teman kita, bukankah teman-teman kalian suka cerita nabi nabi bukan? Sesekali ceritakan para sahabatnya juga supaya cerita di tempat kalian akan menjadi lebih asyik dan meriah.
Selain hal mengasyikan diatas kita juga dapat menggunakan ilmu kalam untuk menyelesaikan berbagai masalah yang ada di zaman sekarang ini contohnya nyadran/sedekah laut, dimana upacara ini dianggap sebagai bid'ah bagi sebagian ulama karena berbagai alasan seperti dianggap musyrik sebab memberikan makanan-makanan, sembelihan dan buah-buahan kepada selain Allah dan memberikannya ke laut/ makhluk-makhluk gaib yang ada dilaut, kemudian selain musyrik juga mubazir dan lain sebagainya.
Setelah kita mempelajari ilmu kalam maka kita akan memahami bahwa nyadran juga termasuk salah satu bentuk kepedulian kita terhadap makhluk-makluk Allah yang ada dilaut karena dilaut makhluk yang hidup bukan hanya makhluk gaib namun ikan-ikan, terumbu karang dan lainnya. Selain itu nyadran juga merupakan suatu hal yang telah dimodifikasi oleh para walisongo untuk mejadi media dakwah melalui budaya juga untuk mengajak para pengikut Hindu-Budha agar berdampingan dan bisa masuk Islam. Kemudian dengan mengubah tradisi Hindu-Budha menjadi Islam mejadikan Islam besar dan mayoritas di Indonesia.
Nah, hal diatas adalah sebagian kecil contoh dari betapa asyiknya mempelajari ilmu kalam. Bukan hanya mengasyikan namun dapat membuat kita berpikir kritis dan dapat menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang ada pada zaman sekarang ini.
Baca Juga
Artikel Terkait
-
Tumpeng Raksasa Mewarnai Gelaran Sedekah Bumi Desa Munggugianti Gresik
-
Warga Dusun Ndolok Tetap Lestarikan Tradisi Manganan
-
Warga Lima Desa di Tuban Sedekah Bumi: Syukuri Rezeki dari Sang Pencipta
-
Menilik Nyadran Gadean Gunung Gentong, Ritual Warga Gedangsari Usir Covid-19
-
Tamu Bawa Ubi dan Hewan Ternak ke Kondangan, Warganet: Lu Kira Sedekah Bumi
Kolom
-
Katanya Masa Depan Bangsa, tapi Kok Nyawa Anak Seolah Tak Berharga?
-
Melipat Jaring di Jalan Raya: Mengembalikan Marwah Pembangunan Masjid
-
Semangat Anak Muda dan Momentum Gerakan Subuh Berjamaah di Kala Ramadan
-
Paspor Kuat Itu Bukan Cuma soal Visa: Tentang Privilege dan Martabat Global
-
Kritik Kebijakan Jadi Pelanggaran HAM? Logika Terbalik Menteri Pigai
Terkini
-
Italjet Dragster 459 Twin, Motor Skutik Premium Bergaya Sport Italia
-
Manga A Certain Scientific Railgun Dipastikan Tamat Maret Setelah 19 Tahun
-
Samsung Galaxy S26 Series Masuk Indonesia, Pre-Order Resmi Dibuka
-
4 Padu Padan OOTD Long Sleeve ala Kim Min Ju, Modis dan Effortless!
-
Tren Viral Transisi Imam Tarawih di TikTok: Syiar atau Riya?