Bimo Aria Fundrika | Sendi Sudrajat
Di jalanan ini, bayangan tampak lebih hidup dari pada biasanya.
Sendi Sudrajat

Pernahkah kamu berjalan di jalanan sepi dan tiba-tiba merasa sedang diperhatikan, padahal tak ada siapa pun di sana? Saya mengalaminya berkali-kali.

Dan semuanya bermula dari satu hal sepele yang seharusnya tak mungkin terjadi: lampu jalan dekat rumah saya yang selalu menyala sendiri, bahkan di bawah terik matahari.

Awalnya, saya pikir itu hanya masalah teknis. Mungkin sensor otomatisnya rusak, atau ada kabel yang konslet. Tapi setelah beberapa minggu, pola keanehannya mulai terasa.

Lampu itu tidak hanya menyala di siang bolong, tapi juga terkadang berkedip-kedip sendiri seolah mencoba “menyampaikan sesuatu”. Saya pun mulai merasa penasaran.

Suatu malam, saya memutuskan untuk datang lebih dekat. Jalan itu memang sepi, hanya beberapa rumah yang berjauhan.

Begitu mendekat, saya merasakan hawa dingin yang aneh bukan dingin biasa, tapi seperti hawa yang menempel di kulit, membuat saya merinding. Lampu itu berkedip persis ketika saya melangkah di bawahnya. Jantung saya berdetak kencang, tapi rasa penasaran lebih kuat daripada rasa takut.

Saya lalu mencoba berbicara sendiri, “Apa yang kamu mau?” Tentu saja tidak ada jawaban, selain suara angin dan daun yang bergesekan. Namun, ada satu hal yang lebih aneh lagi: ketika saya melihat ke sekeliling, bayangan saya terlihat memanjang dengan cara yang tidak normal. Rasanya seperti ada “sesuatu” yang menonton dari ujung jalan.

Cerita ini tidak berhenti sampai di situ. Beberapa tetangga saya juga mengaku melihat hal aneh. Ada yang mengatakan melihat cahaya kuning bergerak pelan-pelan, meski lampu itu mati total, dan ada yang mendengar bisikan samar di malam hari.

Anehnya, tidak ada satu pun kamera CCTV yang menangkap fenomena ini dengan jelas. Semua rekaman tampak biasa saja.

Saya pun mencoba mencari informasi sejarah jalan itu. Ternyata, dulu ada kisah lama tentang seorang petugas lampu jalan yang meninggal karena kecelakaan saat menyalakan lampu di malam hari.

Beberapa warga percaya arwahnya masih “menjaga” lampu-lampu itu, dan mungkin itulah alasan mengapa lampu tertentu bisa menyala sendiri. Rasanya masuk akal, tapi di sisi lain, saya ingin jawaban yang lebih logis.

Dari pengalaman ini, saya menyadari satu hal bahwa misteri sering kali tidak membutuhkan penjelasan yang rumit. Terkadang, hal-hal kecil—lampu yang menyala sendiri, bayangan yang bergerak, suara samar di malam hari—cukup membuat kita bertanya-tanya tentang dunia yang tidak terlihat. Dan memang, keindahan misteri terletak pada ketidakpastian itu.

Sekarang, setiap kali melewati jalan itu, saya selalu sedikit tersenyum. Lampu itu mungkin memang hanya masalah teknis, atau mungkin benar ada sesuatu yang lebih dari sekadar fisik. Tapi yang pasti, pengalaman ini membuat saya lebih memperhatikan hal-hal kecil di sekitar. Kadang, hal-hal yang kita anggap biasa saja ternyata menyimpan cerita yang menunggu untuk diungkap.

Misteri lampu jalan itu mungkin tidak akan pernah terjawab sepenuhnya. Tapi dari cerita pribadi ini, saya belajar satu hal rasa penasaran itu sehat, rasa takut itu wajar, dan pengalaman aneh tidak selalu harus dijelaskan. Kadang, misteri terbaik adalah yang membiarkan kita bertanya, merasa kagum, dan sedikit takut, tapi tetap tersenyum.