Lipstik merupakan produk kecantikan yang banyak diminati oleh kaum wanita. Tak sedikit produk kosmetik ini memiliki berbagai merek populer dengan banyak variasi warna di pasaran. Berbagai merek popular dari berbagai jenis warna memiliki keindahannya masing-masing sesuai dengan warna kulit. Lipstick dibuat dari bahan beeswax (lilin lebah), minyak, alkohol, dan pigmen warna sebagai perona bibir. Namun berbeda dengan color-changing flower jelly-lipstick yang menggunakan pigmen tidak berwarna sebagai perona bibir.
Pada dasarnya lipstik memiliki pigmen warna untuk memberikan warna pada bibir. Di pasar kosmetik, kestabilan warna dan tekstur yang ada pada lipstik menjadi keunggulan produk kecantikan yang banyak diminati oleh kaum wanita. Salah satunya produk color-changing flower jelly-lipstick yang baru beredar di tahun 2021 menjadi peminat kaum wanita. Alih-alih dengan memberikan warna untuk menarik minat pembeli, lipstik transparan ini didesain dengan artificial flower untuk memberikan tampilan simple-elegan.
Produk ini menyatakan bahwa perubahan warna pada bibir setelah Menggunakan produk tersebut dikarenakan adanya suasana hati dan suhu tubuh bagi yang memakainya. Sehingga lipstick ini akan memiliki warna yang berbeda-beda bagi setiap orang ketika menggunakan produk tersebut. Perubahan warna pada bibir yang erat hubungannya dengan suasana hati dan sebenarnya berkaitan dengan derajat keasaman (pH). cara kerja color-changing lipstik mengandung pewarna yang bertindak sedikit seperti kertas lakmus atau indikator keasaman pada pengujian pH.
Pada lipstik yang tidak berwarna lebih bersifat asam lemah. Namun, bibir memiliki pH lebih tinggi dari lipstik yang memicu reaksi kimia dan mengubah asam menjadi senyawa berwarna kuat sehingga menyebabkan lipstik yang tidak berwarna menjadi berwarna ketika digunakan. Warna lipstik yang tepat akan tergantung pada pH kulit, yang pada gilirannya dipengaruhi oleh faktor fisiologis seperti aktivitas fisik dan fluktuasi hormon. Warna bibir alami yang mendasari produk tersebut juga secara halus mempengaruhi warna akhir lipstik. Terlepas dari penggunaan lipstik jenis ini, aman digunakan apabila batas penggunaan kadar bahan aktif sesuai dengan ketetapan BPOM dan regulasi dari pemerintah.
Baca Juga
-
Kenali HVP pada Kaldu Jamur, Penyedap Rasa Pengganti MSG
-
Biji Kopi Buatan, Hasil Menumbuhkan Biji Kopi dari Bioreaktor Laboratorium
-
Teknologi Pangan 3D Food Printing, Cara Baru Hadirkan Makanan di Masa Depan
-
My Lil Metaverse, Catatan Kecil dan Surat Cinta untuk 8th Suara
-
Clear Coffee, Kopi Bening Alternatif Tanpa Meninggalkan Plak Kuning pada Gigi
Artikel Terkait
Kolom
-
Tanpa Upah, Haruskah Kita Biarkan Relawan Berjuang dengan Uang Sendiri?
-
Tren Bahasa Gado-Gado ala Gen Z: Akankah Bahasa Indonesia Terasing di Negeri Sendiri?
-
Gen Z Bikin Bahasa Baru, namun Apa Kesalahan Menulis Harus Ikut Dimaklumi?
-
Parah Jadi Para, Gaji Jadi Gajih: Ketika Satu Huruf Mengubah Makna Bahasa
-
Nasib Bahasa Indonesia di Akar Rumput: Bersandar Enam Jam Sepekan, Tergerus Masifnya Konten Tayangan
Terkini
-
Connor Storrie Negosiasi Peran Antagonis di Film Ghost Rider MCU
-
Perjalanan Futsal dan Konser Musik di Grand Final AXIS Nation Cup 2026
-
Mindset Kelas Atas, New BIONS by BNI Sekuritas Siap Dampingi Penggunanya Sampai Menetas Tuntas
-
4 Moisturizer Berbahan Honey Extract Berikan Efek Hidrasi agar Wajah Lembap
-
Dari Aspal Kampung Ke Panggung Asia: 3 Bintang Muda Futsal AXIS 2026