Pada suatu hari, di hari yang cerah dan masih dalam keadaan pandemi tiba-tiba ada notifikasi mengejutkan masuk dalam hp saya. "klinting" saya cek WA yang saya kira ada notif buat kelas hari ini. Ehh ternyata tidak, ternyata saya masuk dalam grup RT di dusun saya, RT Siji. Grup ini sebenarnya sudah ada sejak tahun 2018, tetapi saya baru menjadi anggota di tahun 2021 wkwkwk... Dalam grup tersebut sudah pasti lebih banyak ibu-ibu dan bapak-bapak dibandingkan dengan para anak mudanya. Alhasil, suasana dalam grup itu sendiri kadang agak cringe.
Dalam penelusuran yang saya lakukan, berdirinya Grup RT siji dibuat oleh salah satu anak muda yang berinisiatif untuk lebih kenal dan akrab dengan tetangga-tetangga sekitarnya, terutama sesama anak mudanya. Hal tersebut berhubungan dengan anak muda yang ada di gang daerah saya termasuk dalam anak muda yang sering melakukan me time di rumah masing-masing, sehingga kurang interaksi.
Dengan inisiatif tersebut grup yang awalnya hanya berisi anak muda, tetapi dengan nama RT siji membuat grup ini turut melibatkan bapak-bapak dan ibu-ibunya juga. Dengan begitu, fungsi grup ini menjadi lebih jelas, bukan hanya untuk mengakrabkan, tetapi juga turut memberikan informasi, dari yang terpenting hingga terreceh. Oleh karena itu, saya menganggap grup ini bisa bikin awet muda, sebab sering bikin senyum. Gak kalah sama doi lah intinya wkwkwk...
Anggota dari grup RT siji yang notabenya adalah tetangga-tetangga saya sendiri dari ujung ke ujung sejumlah 43 anggota. Nah,, dengan hal tersebut saya menemukan sesuatu yang unik dalam grup ini, Dari pengamatan yang saya lakukan setiap harinya, membuat saya menyimpulkan ada 3 hal yang saya dapat dengan menjadi anggota dalam grup RT Siji:
1. Hiburan dari foto profil dan bio anggota
Pada sejumlah foto profil anggota dalam grup berhasil membuat saya senyum-senyum sendiri, sebab foto profil yang ditampilkan merupakan ekspresi yang jarang saya temui di grup-grup lainnya. Foto selfi ala bapak-bapak atau ibu-ibu dengan gaya maupun tidak tetap berhasil membuat saya senyum-senyum sendiri. Selain itu, beberapa anggota juga menampilkan foto ketika masih muda dan ada juga yang menampilkan foto keluarga yang menunjukkan seperti keluarga cemara.
Kemudian, pada bio yang ditampilkan ada keseragaman, yakni “Hai saya menggunakan WhatsApp”, sangat khas untuk bapak-bapak ataupun ibu-ibu. Tetapi, ada juga yang berisi seperti doa, moto hidup, info jualan, nama anak-anaknya, dan bahkan ungkapan sayang pada keluarga pun juga ada.
2. Lawakan receh dari anggota dan stiker WA yang kocak
Lawakan receh dalam grup RT siji dominan berasal dari berasal dari bapak-bapak. Meski sering cringe, tapi tidak terlalu buruk juga. Lawakan yang diberikan kadang berupa meme. video-video yang cukup kocak, dan terkadang dalam bentuk pesan juga. Part paling seru, dan paling receh menurut saya saat ada kegiatan di dusun saya, seperti kerja bakti, bersih desa, dan sejenisnya.
Di mana dalam kegiatan tersebut sering kali didokumentasikan oleh beberapa anggota dan hasil jepretan dikirim dalam grup. Dalam hal tersebut banyak menampilkan ekspresi dari bapak-bapak yang kadang tidak terduga gayanya. Selain itu, tak jarang juga turut menampakkan foto selfi khas bapak-bapak juga yang kadang membuat ngakak meski gak lucu-lucu amat sebenarnya.
Akan tetapi hal tersebut beberapa kali mendapatkan respons dari anggota lainnya dengan menggunakan stiker WA yang ndak kalah kocak dan ada juga yang menimpali dengan pesan tak kalah sama kocaknya. Intinya minimal bisa bikin senyum saja menjadi anggota dalam grup.
3. Info kesehatan, keagamaan dan kematian RT
info kesehatan, keagamaan dan kematian merupakan inti pokok dalam grup RT siji. Pesan-pesan tersebut kerap kali dikirimkan oleh Pak RT dan beberapa warganya juga. Informasi tentang ini turut mengingatkan warga untuk selalu menjaga kesehatan dan beberapa kali juga mengingatkan untuk ikut vaksin.
Kemudian, pada informasi keagamaan turut mengingatkan warga untuk melaksanakan ibadah atau lebih sering mengingat Tuhan. Dan informasi kematian sebagai kabar duka turut memberi peringatan pula pada anggota grup pada akhirnya kita semua nama kita juga akan disebutkan dalam grup ini dalam berita kematian serta turut mengingatkan anggotanya bahwasanya semua akan kembali pada Tuhan.
Nah, hal-hal tersebut adalah yang saya dapatkan selama menjadi anggota grup RT Siji. Menjadi anggota dalam grup RT memang agak seru, tetapi yang penting sebenarnya bukan hanya menjalin silaturahmi di dunia maya saja, tapi dunia nyata juga perlu.
Mengingat nanti jika mati kita tidak bisa dikubur secara online, makanya juga sering-seringlah silaturahmi ke rumah tetangga biar panjang umur dan semakin akrab. Dan nanti pas meninggal ada yang nguburin wkwkwk.
Baca Juga
Artikel Terkait
-
Prabowo Resmikan Bendungan Meninting, Proyek Rp1,4 Triliun untuk Pangan dan Air Baku
-
Bikin Geleng-Geleng! 5 Desa di Indonesia dengan Aturan yang Tak Bisa Kamu Temukan di Tempat Lain
-
Kolaborasi dengan BNPB, Program KATANA Cetak Desa Tangguh Hadapi Bencana
-
Sudah Hapus Ribuan Foto tapi Memori WhatsApp Tetap Penuh? Ini 3 Cara Mengatasinya
-
Tak Lagi Berbasis Latihan Kemiliteran, Pelatihan SPPI Kini Lebih Humanis
Kolom
-
Kekayaan Alam Diekspor, Tagihannya Dipulangkan kepada Rakyat
-
Tren Finansial Gen Z: Cash Stuffing vs Dompet Digital, Pilih yang Mana?
-
Antara Minat, Jurusan, dan Karier: Haruskah Semuanya Selalu Sejalan?
-
Satu Pekerjaan Tak Lagi Cukup? Fenomena Hustle Culture di Kalangan Gen Z
-
Di Balik Pintu Ruang Dosen: Ketika Administrasi Mengalahkan Pendidikan
Terkini
-
The Diary of a Young Girl: Catatan Anne Frank yang Menjadi Saksi Kelam Holocaust
-
Argentina vs Swiss: Adu Kecerdasan Taktik Demi Semifinal Piala Dunia 2026
-
5 Tips Merawat Rambut agar Tetap Sehat dan Tidak Mudah Rusak
-
Ulasan Novel Romeo dan Juliet: Cinta Terlarang yang Berakhir Menjadi Tragedi
-
Spanyol Lolos ke Semifinal Piala Dunia 2026: Buktikan Tim Kelas Juara dan Siap Lawan Prancis