Cuaca ekstrem merupakan suatu peristiwa yang secara pendekatan dapat dikaji berdasarkan fenomena, parameter, atau dampak (impact). Peristiwa tersebut dapat menyebabkan kerusakan atau kerugian baik pada infrastruktur, ekonomi, kesehatan, atau bahkan kehilangan nyawa. Cuaca ekstrem tidak hanya diukur dari statistik frekuensi kejadian, tetapi juga bisa dari potensi kerusakan yang muncul
Fenomena cuaca ekstirm dapat dianalisis berdasarkan parameter cuacanya. Beberapa parameter cuaca ekstrem yang dapat dikaji antara lain hujan lebat, angin kencang, dan suhu dingin. Beberapa parameter cuaca ekstrem seperti hujan lebat, angin kencang, dan suhu dingin memiliki dampak yang berbeda dan karakteristik yang berbeda secara temporal maupun spasial.
1. Hujan Lebat
Pada dasarnya kejadian hujan lebat dapat terjadi karena adanya awan cumulonimbus (Cb). Awan tersebut tergolong kepada jenis awan konvektif atau jenis awan yang berpotensi menurunkan hujan. Ciri-ciri awan konvektif lebih tebal dan cakupan wilayahnya lebih sempit dibandingkan awan-awan stratiform.
Awan-awan ini mudah dikenali sebagai wilayah awan dengan sel-sel yang terpisah-pisah serta permukaan awannya yang tidak rata. Diperkirakan bahwa 1 Km3 awan cumulus beratnya bisa mencapai 500 ton air, sedangkan awan Cb bisa mencapai 60.000 ton air. Sehingga berpotensi menurunkan hujan lebat.
2. Angin Kencang
Angin kencang (puting beliung, angin ribut dan sebagainya) adalah peristiwa hidrometerologis yang meningkat intensitasnya pada masa peralihan musim, umumnya terjadi di peralihan musim panas ke musim penghujan. Beberapa faktor yang mampu membangkitkan cuaca ekstrem sehingga dapat memicu terjadinya angin kencang diantaranya adalah puting beliung atau funnel cloud, micro burst, serta adanya efek tofografi.
3. Suhu Dingin
Fenomena suhu dingin jadi pembahasan bagi banyak masyarakat di Indonesia. Tak hanya di suatu wilayah, fenomena suhu dingin ini dirasakan di banyak wilayah di Indonesia. Tercatat fenomena bediding ini dirasakan di pulau Jawa hingga Nusa Tenggara Timur. Peristiwa suhu dingin yang sangat ekstrem berpotensi dapat menyebabkan hipotermia dan memicu pembentukan embun es di tanaman.
Faktor utama penyebab suhu dingin ialah pendinginan radiasi di malam hari. Proses pendinginan akan lebih efektif jika dipengaruhi oleh kondisi-kondisi tertentu seperti cuaca yang cerah, angin yang tenang, serta udara yang kering. Peristiwa suhu dingin biasanya muncul ketika saat musim kemarau. Suhu dingin ekstrem muncul saat musim kemarau karena cuaca nya yang cenderung cerah.
Itulah tiga parameter cuaca yang mampu menyebabkan fenomena cuaca yang semakin ekstrem.
Baca Juga
-
Ulasan Novel Lelaki Harimau: Kekerasan Rumah Tangga hingga Trauma Generasi
-
5 Fakta Menarik Novel Animal Farm Jelang Adaptasi Film di Tahun 2026
-
Ulasan Novel Cantik Itu Luka: Ketika Kecantikan Menjadi Senjata dan Kutukan
-
Ulasan Film Qorin 2: Mengungkap Isu Bullying dalam Balutan Horor Mencekam
-
3 Daftar Novel Dee Lestari yang Akan Diadaptasi Menjadi Serial Netflix
Artikel Terkait
-
Penyebab Tubuh Menggigil Saat Kedinginan
-
Pohon Durian Tumbang ke Rumah Warga Akibat Angin Kencang
-
Sejumlah Rumah Rusak Akibat Terjangan Banjir Rob di Situbondo
-
Info Haji 2022: Awas Badai Pasir dan Cuaca Ekstrem di Arab Saudi, Jamaah Diimbau Pakai Masker
-
BMKG: Angin Kencang Berpotensi Terjang Lima Pulau di NTT Tiga Hari ke Depan
Kolom
-
Bekerja dengan Hati, Dibayar dengan Janji: Potret Guru Honorer di Negeri Ini
-
Motor dan Modal Usaha: Empati yang Menenangkan, tapi Apakah Menyelesaikan?
-
Ketika Pengabdian Tak Sejalan dengan Kesejahteraan Guru Honorer
-
Unjuk Rasa dan Suara yang Tak Pernah Benar-benar Didengar
-
Polisi sebagai Penegak Hukum: Mengapa Sarjana Hukum Bukan Syarat Wajib?