Banyak yang bilang bahwa rencana Tuhan sering kali datang saat kita sedang sibuk. Mungkin ini benar, karena itulah yang saya rasakan ketika ada sebuah ajakan untuk bergabung di tim paduan suara sekitar kurang lebih 2 minggu sebelum kompetisi dimulai.
Logika saya seakan berkata, “Tugas kuliah masih menumpuk, UAS sudah di depan mata” berbanding terbalik dengan hati yang ingin melayani, “Ini pelayanan, semua tugas saya akan dimudahkan.” Akhirnya saya memilih untuk melangkah. Apakah kalian tahu apa yang terjadi selanjutnya? Pilihan ini membawa saya merasakan satu hal yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya –Juara!!
Keraguan Untuk Melangkah
Sebagai mahasiswa yang juga memiliki kesibukan di berbagai organisasi, waktu adalah sebuah barang mewah. Saat seleksi Pesparawi (Pesta Paduan Suara Gerejawi) telah dibuka, saya terpaksa melewatkannya karena persiapan UTS dan masih banyak hal lain yang saat itu harus segera diselesaikan.
Namun, rencana Tuhan sering kali bekerja dengan cara yang tak terduga. H-12 sebelum kompetisi, sebuah ajakan datang: “Bisa ikut gabung di Tim PSDC GKI Gejayan nggak?”
PSDC adalah salah satu kategori yang dilombakan, singkatan dari Paduan Suara Dewasa Campuran. Awalnya ragu. Teman-teman lain yang sudah bergabung telah berlatih selama dua bulan, sementara saya hanya punya waktu efektif 10 hari untuk mengejar dua lagu. Bisakah saya mengejar ketertinggalan notasi, lirik, dan dinamika, dalam waktu sesingkat itu? Belum lagi koreografinya.
Kami membawakan lagu rohani berjudul Kau Bagian yang Terindah dan lagu tradisional Cublak-Cublak Suweng.
10 Hari Menjemput Harmoni
Pengalaman di Paduan Suara Mahasiswa membawa saya untuk tidak lagi ragu. Sejak saat itu, saya berpikir positif: bisa, saya bisa. Alhasil, rekaman hasil latihan pun selalu saya putar menjelang tidur. Partitur sudah penuh dengan coretan untuk mengingat-ingat apa yang dipelajari hari itu.
Namun, rahasia terbesar dari kecepatan kami dalam mempelajari lagu bukan sekadar teknik, melainkan dukungan. Di tim ini, tidak ada persaingan. Tidak ada yang merasa paling hebat. Jika ada yang kesulitan, yang lain merangkul dan mengajari. Atmosfer blending ini membuat proses belajar yang bisa saja penuh stres justru terasa menyenangkan.
Panggung yang Menjadi Saksi
Saat kaki melangkah ke atas panggung, rasa tegang sempat memuncak. Namun, dukungan dari teman-teman GKI Gejayan yang hadir memenuhi ruangan memberikan energi tambahan yang luar biasa. Begitu nada pertama berbunyi, ketegangan itu luruh, berganti menjadi rasa enjoy dan bangga.
Kami menutup penampilan dengan lega. Dinamika yang dipelajari secara kilat berhasil disampaikan dengan hati. Dan puncaknya, Puji Tuhan, GKI Gejayan diumumkan sebagai Juara 1.
Kemenangan ini bagi saya adalah perpaduan antara keberuntungan dan penyertaan Tuhan. Skill tanpa niat dan doa hanya akan melahirkan kesombongan. Juara hanyalah bonus, tapi yang paling membekas adalah momen syukuran sederhana ditambah rasa kekeluargaan yang semakin solid setelahnya.
Bagi teman-teman mahasiswa yang sering merasa terkepung oleh jadwal kuliah, dan terkekang oleh suntuknya organisasi, pesan saya jalani saja dulu. Jangan takut untuk mengambil peluang, terutama jika itu untuk kebaikan dan pembelajaran. Jika kesempatan itu datang dari Tuhan, Dia sendiri yang akan memampukan kita melalui jalan-jalanNya yang ajaib.
Baca Juga
-
Lari dari Adiksi Gawai dan Stres Domestik: Para Ibu di Klabu Temukan Kewarasan Lewat Literasi
-
Dear Tante: Saat Sosok "Aunty" Hadir Menjadi Support System Hangat bagi Ibu Baru
-
Fenomena 'Digital to Reality': Mengapa Interaksi Online Jadi Kunci Konser Artis Mancanegara?
-
Polusi Udara Level 'Aman' Tetap Berisiko Bagi Kesehatan, Apa Dampaknya?
-
Bukan Cuma Hobi, Fanatisme Anime Kini Jadi Sektor Bisnis Kreatif Indonesia!
Artikel Terkait
-
Apa Jadinya Ketika Anak Padus Jadi Zombi? Kisah di Balik Konser ORPHIC 2024
-
Dituntut 2 Tahun Penjara Terkait Demo Agustus, Syahdan Husein Soroti Kasus Aparat Bunuh Anak di Tual
-
PSM UAJY Kembali Harumkan Nama Indonesia di Panggung Internasional
-
Heboh Pengakuan dari Australia: Gibran Lulusan UTS Insearch Setara Bimbel atau SMA?
-
Siapa Ikhsan Katonde? Sebut Gibran Cuma Kursus Beberapa Bulan di Australia
Kolom
-
Salah Kaprah tentang Makna Benefit yang Tercantum di Iklan Lowongan Kerja
-
Karakter Lotso dan Romantisme terhadap Sosok Pemimpin Otoriter
-
Dilema Orang Tua Cari Sekolah Anak: Negeri Rumit, Swasta Tak Ada Duit
-
Cara Saya Mengubah Kesepian Menjadi Ruang Terbaik untuk Mengenal Diri
-
Pemadaman Listrik Tanpa Pemberitahuan: Masalah Tata Kelola Pelayanan Publik
Terkini
-
Prioritaskan Piala Dunia, Ini Pengaruhnya pada Produktivitas Kerja
-
Lenovo Tab Plus Gen 2 Rilis, Tablet Hiburan Premium dengan 9 Speaker JBL
-
Prediksi Lini Prancis vs Irak, Les Bleus Bidik Tiket Lolos Grup Piala Dunia
-
4 OOTD Edgy Streetwear ala Jihyo TWICE yang Siap Bikin Kamu Makin Pede!
-
Jangan Cuma Keripik! Ini 7 Pilihan Camilan Segar untuk Nonton Piala Dunia