Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (EYD) tentu sudah melekat di pikiran kita dan terdengar tidak asing. Inilah salah satu alasan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) kembali menjadi EYD, tepatnya EYD edisi V.
EYD edisi V ini diluncurkan oleh Badan Pengembangan dan pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) pada taklimat media EYD edisi V, Logo, dan Tema Kongres Bahasa Indonesia di Jakarta, Kamis (18/8/2022).
Dalam EYD edisi V memang tidak banyak perubahan di dalamnya dari PUEBI yang sebelumnya berlaku. Berikut empat perubahan yang mencolok perbedaan antara PUEBI dengan EYD edisi V.
1. Penulisan maha yang diikuti nama atau sifat Tuhan
Sebelumnya pada PUEBI kata “maha” yang diikuti nama atau sifat Tuhan ditulis serangkai ketika diikuti kata dasar, misal: mahakuasa. Namun, dalam EYD edisi V penulisan ditulis terpisah dengan huruf awal kapital sebagai pengkhususan, contoh: Maha Kuasa.
2. Penulisan judul dalam kalimat
PUEBI mengatur penulisan judul seperti sajak, lagu, artikel, naskah, dan bab buku dalam kalimat diapit tanda petik, contoh: Saya akan membaca buku “Salah Asuhan” karangan Abdoel Moeis. Sementara dalam EYD edisi V judul dalam kalimat ditulis miring, contoh: Saya akan membaca buku Salah Asuhan karangan Abdoel Moeis.
3. Penulisan bilangan dalam teks
Dalam PUEBI bilangan dalam teks yang dapat dinyatakan dengan satu atau dua kata ditulis dengan huruf, kecuali jika dipakai secara berurutan, contoh: Saya hanya makan satu potong; saya membawa dua puluh satu buah jeruk. Bilangan dalam teks yang dapat dinyatakan dengan satu kata ditulis dengan huruf, kecuali jika digunakan secara berurutan. Jadi, bilangan lebih dari satu kata ditulis angka.
4. Penggunaan titik (.) dan titik dua (:) untuk memisahkan angka jam, menit, dan detik yang menunjukkan waktu.
PUEBI hanya membenarkan penggunaan titik (.) untuk memisahkan angka jam, menit, dan detik yang menunjukkan waktu, misal 15.15. Sementara, dalam EYD edisi V untuk memisahkan angka jam, menit, dan detik yang menunjukkan waktu diperbolehkan menggunakan titik (.) atau titik dua (:), misal 15.15 atau 15:15.
Jadi, jangan lupa cek dan sesuaikan tata cara penulisan berdasarkan EYD edisi V. Kamu juga bisa mengecek EYD edisi V di situs https://ejaan.kemdikbud.go.id/
Artikel Terkait
-
Badan Bahasa Luncurkan EYD Edisi V serta Logo dan Tema KBI XII
-
Yuk Ketahui Daftar Kata Baru Pada KBBI, Ada OPPA Hingga Cie
-
PUEBI dan Kata yang Tidak Perlu Ditulis Kapital dalam Judul
-
Daftar Kata Ditulis Huruf Kecil di Judul Sesuai Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia
-
LENGKAP Daftar Kata Baku dan Tidak Baku Sesuai KBBI dan PUEBI Bahasa Indonesia
Kolom
-
FYP hingga Komentar: Bagaimana Media Sosial Mengubah Cara Kita Berbahasa?
-
Bahasa Daerah Vs Slang Internet: Apakah Identitas Lokal Gen Z Mulai Punah?
-
Dampak Bahaya Tone Deaf, saat Ucapan Merusak Empati dan Pertemanan
-
Muka Glowing tapi Rekening Kering: Saatnya Sadar Pentingnya Dana Darurat
-
Hak Guru Terlambat Dibayar, Sampai Kapan Pendidikan Harus Menunggu?
Terkini
-
Review Film Clayface: Saat Wajah Hilang, Jati Diri Ikut Hancur Total
-
Ulasan Anak yang Memendam Amarah: Ketika Luka Batin Menjadi Misteri
-
Ulasan Film Lingsir Wengi: Motel Malioboro, Tembang Mistis Pemanggil Arwah!
-
Tidak Ada New York Hari Ini: Saat Tempat Jauh Mengukir Nama yang Tertinggal
-
Matinya Tukang Dongeng: Tiga Belas Cerita tentang Kematian dan Rahasia di Baliknya