Setelah sukses dengan novel debutnya yang viral, "The Spanish Love Deception", Elena Armas kembali dengan karya romansa kontemporer bertajuk "The Long Game". Diterbitkan pada tahun 2023, novel ini menandai pergeseran gaya Armas dari romansa workplace yang intens ke kisah cinta ringan di kota kecil yang penuh kehangatan dan nuansa olahraga.
"The Long Game" adalah perpaduan antara cerita cinta, pembangunan karakter yang kuat, dan dinamika komunitas yang memikat, menjadikannya bacaan yang menyenangkan bagi pecinta kisah "slow-burn romance".
Tokoh utama dalam novel ini adalah Adalyn Reyes, seorang wanita karier ambisius yang bekerja sebagai eksekutif klub sepak bola profesional, Miami Flames. Ia dikenal tangguh, perfeksionis, dan sangat menjaga reputasi. Namun, segalanya berubah drastis ketika sebuah video insiden dirinya berkonflik dengan maskot klub tersebar dan viral di media sosial.
Alih-alih dipecat, Adalyn dihukum dengan cara yang tak kalah menyakitkan, ia dikirim ke kota kecil bernama Green Oak untuk memulihkan reputasi klub dengan melatih tim sepak bola anak-anak lokal. Bagi Adalyn, yang terbiasa dengan ritme cepat kota besar dan dunia profesional, misi ini terasa seperti hukuman yang mustahil.
Di sinilah Adalyn bertemu dengan Cameron Caldani, mantan penjaga gawang profesional yang kini hidup tenang di Green Oak. Pertemuan pertama mereka jauh dari kata manis, bahkan cukup kacau dan lucu, melibatkan kecelakaan mobil, ayam jantan liar, dan ego yang terluka. Cameron awalnya tidak menyukai kehadiran Adalyn, yang ia anggap sombong dan tidak cocok dengan suasana kota kecil. Namun, seiring waktu, mereka dipaksa bekerja sama demi anak-anak dan komunitas, dan benih-benih ketertarikan pun mulai tumbuh.
Salah satu kekuatan utama novel ini adalah pembangunan karakter Adalyn. Elena Armas menggambarkan proses transformasi Adalyn dengan realistis dan menyentuh. Dari wanita karier yang kaku dan terlalu perfeksionis, Adalyn perlahan belajar untuk membuka hati, beradaptasi dengan ritme kehidupan yang lebih lambat, serta mulai memahami makna sukses yang lebih dalam. Melalui interaksinya dengan anak-anak tim sepak bola dan masyarakat Green Oak, ia menemukan kembali sisi empatinya dan belajar bahwa reputasi tidak selalu lebih penting dari hubungan manusia yang tulus.
Sementara itu, karakter Cameron memberikan keseimbangan yang sempurna bagi Adalyn. Ia adalah pria yang tenang, tertutup, dan penuh trauma masa lalu, namun memiliki hati yang besar dan rasa tanggung jawab yang dalam terhadap komunitasnya. Hubungan antara keduanya berkembang perlahan, tidak tergesa-gesa, memberi ruang bagi pembaca untuk menikmati ketegangan emosional dan dialog-dialog yang witty serta menyentuh. Romansa dalam "The Long Game" bukan hanya sekadar bumbu, melainkan bagian integral dari perjalanan penyembuhan dan pertumbuhan kedua karakter.
Selain kisah cinta, "The Long Game" juga menyajikan latar kota kecil yang hidup dan penuh warna. Green Oak digambarkan sebagai komunitas yang hangat, penuh keunikan, dan jauh dari keramaian. Interaksi dengan tokoh-tokoh pendukung seperti anak-anak yang eksentrik, warga lokal yang lucu, dan seekor kambing peliharaan yang nakal menambahkan nuansa komedi yang menyegarkan. Armas berhasil menciptakan suasana yang cozy dan familiar, menjadikan pembaca merasa seperti bagian dari komunitas itu sendiri.
Gaya penulisan Armas tetap konsisten dengan ciri khasnya, dialog yang tajam, deskripsi emosional yang mendalam, dan dinamika karakter yang kuat. Namun berbeda dengan novel sebelumnya yang penuh tensi dan intensitas, "The Long Game" terasa lebih lembut dan reflektif. Tempo cerita yang lebih lambat mungkin terasa kurang memacu bagi pembaca yang menyukai alur cepat, namun justru inilah kelebihan novel ini, ia mengajak pembaca untuk menikmati setiap momen pertumbuhan karakter dan hubungan yang perlahan tapi pasti.
Secara keseluruhan, "The Long Game" adalah kisah tentang peluang kedua, rekonsiliasi dengan masa lalu, dan keberanian untuk menyusun ulang hidup. Ini adalah novel yang tidak hanya menawarkan romansa, tetapi juga refleksi tentang bagaimana makna kesuksesan bisa berubah seiring waktu, dan bagaimana cinta bisa ditemukan di tempat yang paling tidak terduga. Dengan karakter yang relatable, latar yang hangat, dan romansa yang berkembang alami, novel ini menjadi pilihan tepat bagi siapa saja yang mencari bacaan menyenangkan namun tetap menyentuh hati.
Identitas Buku
Judul: The Long Game
Penulis: Elena Armas
Penerbit: Atria Books
Tanggal Terbit: 5 September 2023
Tebal: 373 Halaman
Baca Juga
-
Membedah Sisi Gelap Keadilan Manusia di Ulasan Novel The Hellbound
-
Novel Pukul Setengah Lima, Mencari Pintu Keluar dari Realitas Kehidupan
-
Ulasan Buku Empowered Me, Menjadi Ibu Berdaya Tanpa Kehilangan Identitas
-
Ulasan Novel The Bride Test, Ketulusan Mencintai dalam Ketidaksempurnaan
-
Ulasan Novel Si Putih: Saat Teknologi Menjadi Ancaman dan Kesetiaan Diuji
Artikel Terkait
Ulasan
-
Hana Tara Hata: Prekuel yang Menghidupkan Kembali Series Bumi
-
Menjajaki Trek Gunung Kawi: si Cantik yang Butuh Effort!
-
Buku Obat Sedih Dosis Tinggi, Refleksi agar Semangat Menjalani Hidup
-
Belajar Komitmen Terhadap Janji di Novel Bidadari Bermata Bening
-
Drakor Pro Bono: Hakim Jung Kyung Ho Berubah Jadi Pengacara Pro Bono
Terkini
-
Spesifikasi Infinix Note Edge 5G Resmi Muncul, HP Murah Rp 3 Jutaan Bawa Chipset Dimensity 7100
-
Wajib Baca! 5 Rekomendasi Buku yang Cocok untuk Self-Healing dan Refleksi Diri
-
Guliran FIFA Series 2026 dan 2 Alasan dari Semesta yang Patahkan Klaim PSSI Anak Emas FIFA
-
Rubah yang Belajar Menjadi Jujur
-
FX Fighter Kurumi-chan, Manga Bertema FX Trading Umumkan Adaptasi Anime