Nama Robi Darwis semakin familiar di dunia sepak bola nasional setelah tampil gemilang di ajang Piala AFF U-23 2023. Kala itu, ia menjadi salah satu pemain yang paling disorot berkat ketenangannya di lini tengah serta kontribusi penting bagi skuad Garuda Muda.
Salah satu momen yang paling membekas di benak Robi adalah saat dirinya tampil dalam laga final melawan Vietnam. Pertandingan yang berlangsung di Rayong Provincial Stadium, Thailand itu menjadi kenangan yang tak terlupakan walaupun hasil akhirnya tidak memihak Indonesia.
“Itu momen yang paling berkesan bersama Timnas, saat final Piala AFF U23 2023 melawan Vietnam. Sayangnya, pada pertandingan itu kami harus kalah lewat drama adu penalti,” tuturnya, menyadur kitagaruda.id pada Senin (21/7/2025).
Kini setahun berselang, Robi Darwis telah tumbuh menjadi pemain yang lebih matang di bawah asuhan pelatih kepala Timnas Indonesia U-23, Gerald Vanenburg. Ia dipercaya menjadi salah satu pilar penting Garuda Muda di ajang ASEAN U-23 Championship Mandiri Cup 2025 alias Piala AFF U-23.
Peran Robi sebagai gelandang bertahan terbukti krusial. Selain menjaga keseimbangan permainan, ia juga memiliki senjata rahasia yang sangat berbahaya, yakni lemparan ke dalam jarak jauhnya yang kerap memicu kepanikan di area pertahanan lawan.
Hal tersebut terbukti saat Indonesia menghadapi Filipina pada pertandingan kedua Grup A hari Jumat (18/7/2025). Lemparan ke dalam Robi menciptakan tekanan hingga akhirnya memaksa pemain Filipina, Jaime Rosquillo, mencetak gol bunuh diri yang memastikan kemenangan 1-0 untuk Indonesia.
Penampilan Robi dalam pertandingan itu bahkan membawanya menyabet gelar Man of the Match. Konsistensi, disiplin taktis, dan energi tinggi yang ia tampilkan menjadi kunci dominasi lini tengah Indonesia sepanjang laga.
Perjalanan Karier Robi Darwis
Perjalanan Robi menuju titik ini tak datang secara instan. Pemain kelahiran Cianjur tanggal 2 Agustus 2003 ini sudah menunjukkan tekad kuat sejak kecil. Ia mengaku bahwa kecintaannya pada sepak bola dimulai sejak kelas 3 SD.
“Sejujurnya, saya tidak pernah membayangkan bisa menjadi pemain sepak bola profesional. Ada satu momen ketika saya duduk di bangku SD kelas 3, saya ingin belajar sepak bola dan akhirnya mendaftar ke SSB menggunakan uang sendiri tanpa sepengetahuan orang tua,” jelas Robi
Awalnya, sang orang tua tidak mengetahui langkah beraninya. Namun, setelah satu minggu menjalani latihan, mereka akhirnya mengetahui dan memberikan dukungan penuh. Bahkan, ayahnya kemudian menjadi pelatih pribadi bagi Robi di rumah.
“Ayah saya, yang mungkin dulu punya cita-cita menjadi pemain sepak bola profesional namun tidak mendapat dukungan, sangat berambisi agar saya bisa mewujudkan impian itu. Bahkan, ayah menjadi pelatih pribadi saya di rumah. Prinsipnya adalah, ‘Kalau kamu mau jadi pemain bola profesional, tidak ada hari tanpa latihan,’” tambahnya.
Nama Robi Darwis sendiri ternyata juga memiliki kisah unik di baliknya. Ia menyebut bahwa ibunya memberi nama Robi Darwis karena terinspirasi dari Robby Darwis, salah satu legenda Persib Bandung yang terkenal tinggi dan tangguh pada masanya.
Perjalanan Robi terus berlanjut dari SSB Atep7 ke Akademi Persib Cimahi, lalu ke Diklat Persib U-16. Ia juga sempat tampil di Liga 3 bersama Bandung United sebelum akhirnya dipercaya memperkuat tim utama Persib Bandung.
Kini dengan segala pengalaman dan kerja keras yang telah ia lewati, Robi memiliki satu target besar.
“Target saya bersama Timnas Indonesia U23 adalah membawa tim meraih juara. Sedangkan untuk karier ke depan, saya ingin terus menjadi lebih baik dalam segala hal, termasuk dalam perjalanan saya sebagai pesepak bola profesional,” tegasnya.
Dengan dukungan penuh dari keluarga, terutama sang ayah yang menjadi motivator sekaligus pelatih pribadi, Robi telah membuktikan bahwa kerja keras tak pernah mengkhianati hasil.
Penampilannya dalam dua laga awal Piala AFF U-23 2025 menunjukkan bahwa dirinya bukan hanya pemain pelengkap, melainkan bagian dari tulang punggung Timnas Indonesia U-23 yang siap bertarung meraih gelar.
Kontribusi teknisnya di lapangan, terutama dalam mengatur tempo permainan serta menciptakan tekanan melalui lemparan ke dalam, membuatnya jadi sorotan media dan pengamat sepak bola nasional.
Baca Juga
-
Masakan Sering Terbuang, Meal Planning Jadi Solusi Tepat?
-
Hidden Waste Mengintai, Kenapa Mentalitas FOMO Perlu Ditinggalkan?
-
Dopamine Shopping: Saat Belanja Menjadi Pelarian Sesaat, Worth It Dilanjut?
-
Mindful Consumption: Prinsip Mahal di Era Digital, Kamu Bisa Terapkan?
-
Kertas Bekas Cuma Jadi Sampah? Coba Trik Ini Supaya Miliki Nilai Jual
Artikel Terkait
Hobi
-
Jadwal MotoGP Hungaria 2026: Akankah Marc Marquez Mengulang Kesuksesannya?
-
Karier Tak Jelas, Elkan Baggott Berpeluang Kembali Dipinjamkan Musim Depan?
-
Dua Lawan Berat Menanti, Ini Target Utama Timnas Indonesia di FIFA Matchday Juni 2026
-
Mengukur Kekuatan Lini Belakang Timnas Indonesia saat Tanpa Nama Jay Idzes
-
Resmi! Cal Crutchlow Gantikan Johann Zarco di GP Mugello 2026
Terkini
-
Tikus Menari di Atas Meja Makan
-
Membedah Fenomena Bedtime Procrastination: Ketika 'Lima Menit Lagi' Merampas Waktu Tidur
-
Preppy hingga Feminine Style, Intip 4 OOTD Versatile ala Shin Ye Eun Ini!
-
Membaca Matilda di Era Modern: Masihkah Kita Mendengarkan Anak?
-
Ducati Peringati 100 Tahun dengan Mesin Kopi Terbatas, Hanya 1.926 Unit