Tersebar baik di iklan, spanduk, dan bungkus rokok kalimat Rokok Membunuhmu tetapi tidak cukup untuk membuat masyarakat peka akan bahan rokok yang berbahaya. Salah satu jenis tembakau yang sangat disenangi masyarakat baik dikalanangan tua muda bahkan anak-anak yang seharusnya tidak mengkonsumsi barang beracun tersebut.
Anak-anak yang masih dapat melihat iklan rokok diberbagai temapat baik luring maupun daring sebagai mana Survei yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kota Bogor sebanyak 82.3% anak-anak melihat iklan/promosi rokok di tempat penjualan (warung, toko) tidak hanya itu harga rokok yang masih dapat dijangkau oleh para remaja dan anak-anak mudah untuk dibeli melalui mini market ataupun warung.
Kata kunci penerapan kawasan tanpa rokok (KTR) sebagaimana dijelaskan oleh kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor ibu dr. Sri Nawo Retno, MARS diacara salah satu webinar yang dilaksanakan secara daring tersebut beliau mengatakan “ Kata kunci penerapan kawasan tanpa rokok (KTR) yaitu terdapat dikomitmen politik yang dibangun, regulasi, Implementasi, Data, dan Kolaborasi”.
BACA JUGA: Hari Museum Internasional Sebagai Momentum Peningkatan Kualitas Musum
Salah satu komitmen yang diterapkan yaitu PP 109 / 2012 tentang Pengamanan Bahan Yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau Bagi Kesehatan dimamana dijelasakan lebih spesifik dipasal Pasal 34-38 mengenai Iklan dan sponsor Produk Tembakau diatur oleh Pemerintah Daerah.
Hal tersebut terciptanya regulasi PerDa-PerDa terkait KTR dan larangan iklan serta sponsor rokok. Regulasi tersebut diikuti dengan implementasi yang sangat membuahkan hasil diamana tercatat sebanyak 382 reklame rokok ditahun 2008 menjadi 0 ditahun 2013 serta PAD Kota Bogor yang meningkat dari 97.73 m pada tahun 2008 menjadi 913,39 m pada tahun 2018.
Banyak masyarakat mengatakan produk tembakau menguasai segala sektor baik pendidikan maupun ekonomi sehingga negara tidak berdaya untuk mengendalikan rokok di negara ini. Faktanya salah satu daerah di indonesia dapat membantah hal itu. Harusnya hal ini membuka mata kita bahwa perlu adanya pembatasan iklan dan promosi rokok yang harus diterapkan oleh setiap pemerintah daerah agar terciptanya masyarakat yang sehat serta terbentuknya generasi bebas asap rokok.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
Artikel Terkait
Kolom
-
Komodifikasi Paras di Kampus: Ketika Estetika Menggerus Marwah Mahasiswa
-
Anak Krakatau Sudah Siaga Sejak Juli, Lalu Mitigasi Pemerintah ke Mana?
-
Single Life Bukan Kegagalan: Saat Perempuan Tak Lagi Takut Hidup Melajang
-
Hukum Karma Alam: Saat Gunungan Sampah Berubah Menjadi Mesin Pembunuh
-
Begadang demi Pekerjaan: Benarkah Bekerja di Malam Hari Lebih Efektif?
Terkini
-
Kembalinya Heiji Hattori dan Kasus Uang Palsu Warnai Spesial 30 Tahun Detective Conan
-
5 Pesan Moral Bisa Dipelajari dari Karakter Je Moon-jae di Drakor Mousetrap
-
Ketika Cinta Bertemu Realitas: Ulasan Film Before Sunset yang Mengiris Hati
-
Redmi Note 17 Series Siap Hadir di Indonesia, Apa yang Membuatnya Istimewa?
-
Bahas Chemistry Instan, Le Sserafim Comeback dengan Lagu 'Made My Night'