Tahun 2023 menjadi tahun yang kelam bagi bulutangkis Indonesia. PBSI menjadi pihak yang patut disalahkan berkaitan dengan prestasi jeblok ini.
Pada ajang terakhir, BWF World Tour Finals 2023, Rionny Mainaky dengan tegas mengatakan target 2 wakil Indonesia tampil di final. Rionny tidak berani menargetkan juara, mungkin berkaca pada prestasi para pebulutangkis Indonesia belakangan ini.
Namun di ujung perjalanan, jangankan meraih tiket final, dua wakil Indonesia tersungkur di babak semifinal. Fajar/Rian takluk dalam 3 gim di tangan Liang Weng Keng/Wang Chan. Fajar/Rian kehilangan fokus di gim ketiga.
Jonatan Christie pun senasib dengan Fajar/Rian. Penampilan Jojo selama ajang berlangsung mengalami anti klimaks di babak semifinal. Shi Yu Qi menundukkan Jojo dalam 2 gim langsung. Shi Yu Qi yang semula sudah mulai tertekan justru bangkit karena kesalahan Jojo.
Dua nomor tersebut sebenarnya yang diharapkan menjejak final oleh PBSI. Kenyatannya mereka hanya meraih babak semifinal.
Catatan memalukan terjadi juga di ajang Asian Games. Untuk pertama kalinya Indonesia harus pulang tanpa medali emas. Padahal jauh hari sebelumnya PBSI telah menargetkan 5 medali emas. Hasilnya nihil.
Dari rangkaian hasil buruk ini, ternyata PBSI setelah melakukan evaluasi tidak banyak mengumbar janji. Melalui Kepala Seksi Pembinaan dan Prestasi, Rionny Mainaky hanya berjanji akan bekerja keras.
“Saya sebagai Kabid Binpres akan bekerja ekstra lebih keras untuk mempersiapkan atlet yang akan turun ke kejuaraan tahun depan. Ini perlu Kerjasama tim dari berbagai pihak untuk mendukung target yaitu meraih medali di Olimpiade 2024 di Paris,” tutur Rionny Mainaky di depan media (17/12/2023).
Ucapan Rionny Mainaky tampak mengambang, sebab dia tidak berani memerinci target yang diusung PBSI terkait ajang BWF yang diikuti tahun depan. Riony hanya fokus untuk persiapkan atlet agar tembus Olimpiade 2024 di Paris dan mampu membawa medali emas.
Apa yang disampaikan Riony sah-sah saja. Namun perlu diingat bahwa musim 2024 sudah di depan mata. Minggu depan Malaysia Open 2024 menjadi turnamen pembuka musim 2024. Sudah selayaknya PBSI melakukan skala prioritas, termasuk proses regenerasi yang terbilang terlambat jika dibandingkan negara lain.
Langkah evaluasi dan perencanaan lebih matang, dipastikan akan mengembalikan kejayaan bulutangkis Indonesia di dunia. Dominasi China, Korea Selatan, dan Jepang sudah saatnya segera diakhiri.
Baca Juga
-
Jawaban Cerdas John Herdman atas Kecurigaan Kemenangan 9-2 Timnas Indonesia
-
Rilis PBSI dalam Skuad Asian Games 2026 Diwarnai Sebuah Kejutan
-
Igor Tolic Enggan Berpikir Terlalu Jauh Meski Tiket ACL Two Sudah di Tangan
-
Kemenangan Argentina Munculkan Tuduhan 'Settingan' dalam Piala Dunia 2026
-
Belgia Sukses Permalukan AS Balas Ulah Konyol Donald Trump pada FIFA
Artikel Terkait
-
Masih Berduka, Daniel Marthin Dijadwalkan Bertanding di Malaysia Open 2024
-
Malaysia Open 2024: Jonatan Christie Hadapi Unggulan India di Babak Awal
-
Malaysia Open: 14 Wakil Indonesia Bersiap Awali Laga Perdana di Tahun 2024
-
Ini Pemain Indonesia yang Masuk dalam Daftar Unggulan di Malaysia Open 2024
-
Indonesia 5 Besar, Ini Perolehan Juara Tiap Negara di BWF World Tour 2023
Kolom
-
Dari Isi Piring hingga Obat, Politik Mengatur Kehidupan Kita Sehari-hari
-
Sering Ikut Perang Komentar Demi Idol? Hati-hati, Itu Bukan Loyalitas Tapi Fanatisme Buta
-
Pendidikan: Bukan Sekadar Nilai, tetapi Membentuk Karakter
-
Sadar Nggak? Kamu Sedang Diperbudak Algoritma Lewat Skandal Artis
-
Uang Pajak Kita ke Mana? Transparansi yang Masih Bikin Bingung
Terkini
-
Toshiyuki Morikawa, Pengisi Suara Hokage ke-4 Jadi Doctor Doom Versi Jepang
-
Manga Mashle: Magic and Muscles Umumkan Adaptasi Film Live Action 2027
-
Review A Love Other Than Yours: Pahitnya Realita Hubungan Jangka Panjang
-
After The Storm: Bahagia Tak Harus Menunggu Semua Impian Menjadi Kenyataan
-
5 Rekomendasi Shampoo Affordable untuk Rambut Kering dan Sulit Diatur