Ketika ngefans dengan seseorang, kita memang cenderung untuk ingin mengenal lebih dalam sosok tersebut. Mulai dari memantau media sosialnya hingga mengikuti kesehariannya. Begitu juga saat ngefans sama idol KPop.
Para KPopers biasanya akan sering memantau fanbase untuk mengetahui kabar terkini dari idolanya, melihat semua konten dan serba-serbi bias, bahkan ikut war di media sosial untuk melihat serta membela idolanya yang diganggu oleh orang lain.
Padahal, semua ini tidak perlu untuk dilakukan. Meskipun ngefans, kamu tidak harus tahu semua hal tentang biasmu. Ini bukan ujian nasional dan kamu tidak harus menghabiskan banyak waktu untuk melakukan hal semacam ini.
Contoh, kamu tentu boleh dan sah-sah saja untuk melihat konten dan mengikuti biasmu. Namun, pastikan kegiatan ini tidak mengganggu aktivitas pentingmu dan tidak mengganggu orang lain. Seperti misalnya, kamu tetap beribadah, tidur yang cukup, makan teratur, serta menyelesaikan pekerjaan, belajar, atau mengatur rumah tangga yang merupakan pekerjaan intimu sehari-hari.
Selanjutnya, kamu boleh memilih konten mana yang kamu suka dan tidak suka. Contohnya, meskipun ngefans, kamu boleh tidak melihat konten thriller yang melibatkan partisipasi biasmu di dalamnya, bila memang kamu tidak nyaman dengan hal itu. Kamu juga boleh tidak mendengarkan lagu yang tidak sesuai dengan seleramu meski biasmu yang menyanyikan lagunya. Lalu kamu juga boleh telat menonton konten bias atau telat mengetahui kabar terbaru bias bila kamu besok ujian dan lebih mendahulukan belajar.
Di sisi lain, terlalu lama tenggelam dalam media sosial hanya akan membuatmu pusing dan cemas. Mengetahui kabar terkini tentang idola memang menyenangkan. Namun bila kamu mendapat kabar yang tidak mengenakkan, tentu itu akan mempengaruhi moodmu.
Kabar tidak mengenakkan ini tidak selalu tentang gosip miring. Ujaran kebencian dan fitnah juga termasuk kabar tidak menyenangkan. Padahal, sebagai publik figur, para artis memang berpotensi untuk diserang kabar seperti ini kapan pun. Belum lagi akun-akun bodong yang sengaja menciptakan isu untuk memecah belah fandom. Sehingga tentu akan melelahkan kalau kamu terus memantau media sosial dan melihat hal toksik semacam ini.
Sehingga, fangirling/fanboying-lah secara sehat. Normalisasi untuk mengutamakan kenyamanan dan kegiatan prioritasmu sehari-hari di atas fangirling/fanboying-mu. Dengan begitu kamu akan merasa lebih nyaman karena hanya menerima konten dan informasi yang positif dan kamu butuhkan.
Walau tidak menutup kemungkinan ada kalanya kabar mengejutkan itu datang. Namun itu tidak akan sesering bila kamu lama tenggelam di media sosial.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
Artikel Terkait
-
Viral Penampakan Menggemaskan Photocard Gibran, Warganet Malah Mau Batal Puasa
-
Gak Sengaja Ketemu, Penampilan Asli Nagita Slavina Dibongkar Fans: Kirain sama Kayak di TV
-
Sudah Lama Ngefans Berat, Kiky Saputri Bahagia Komentarnya Dibalas Syahrini
-
Mengungkap 9 Keajaiban K-pop dalam Menyatukan Komunitas Penggemar
-
5 Alasan Mengapa K-pop Memberikan Ruang untuk Ekspresi Diri yang Bebas!
Kolom
-
Kolombia dan Para Seniman Lapangan Hijau
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
-
Generasi Tanpa Ruang Tumbuh: Tekanan Sistem yang Memaksa Anak Muda Berlari
-
Tren No Buy Challenge: Mampukah Gen Z Cegah Keinginan Belanja Impulsif?
-
Bukan Malas, Ini Alasan Logis Mengapa Generasi Sekarang Sulit Punya Rumah di Usia 25
Terkini
-
Tas Ajaib Ema
-
Lagu "Tenang Saja (Ini Hanya Fase)" Idgitaf: Obat untuk Kamu yang Sering Kecewa dengan Ekspektasi
-
Perempuan Pembawa Sial: Sajian Teror Psikologis Tanpa Jumpscare Berlebih
-
Sinopsis Blossoms of Power, Drama Terbaru Meng Zi Yi dan He Yu di WeTV
-
Humor Satir Lintas Generasi di Buku Menertawakan Akal Menghitung Bintang