Duduk di bangku perkuliahan dengan peralihan status dari “siswa” menjadi “mahasiswa” adalah rezeki yang tak terhingga nikmatnya dari Tuhan. Siapa sih yang tidak ingin merasakan duduk di bangku kuliah? Semua orang pasti menginginkannya, termasuk aku.
Aku adalah salah satu siswi kelas 12 MA (Setingkat SMA) di Bandung. Sebut saja namaku sunflower. Aku merupakan salah satu siswa eligible di sekolah sehingga bisa mengikuti SNBP (Seleksi Nasional Berbasis Prestasi) untuk bisa melanjutkan pendidikan ke PTN (Perguruan Tinggi Negeri). Bisa berkuliah di salah satu PTN di Indonesia tentu saja merupakan impian bagi kami, siswa-siswi kelas 12.
Selasa, 26 Maret 2024 adalah hari yang begitu menegangkan bagi seluruh pelajar kelas 12, karena hasil SNBP yang diadakan oleh Kemendikbud akan segera diumumkan. Pada hari itu, aku beserta keluarga tak henti-hentinya berdoa; aku merupakan salah satu dari banyaknya pendaftar SNBP 2024. Tepat pada pukul 15.00, aku membuka hasil pengumuman SNBP itu dan ternyata... Ya! Aku mendapatkannya! Aku diterima oleh PTKIN (Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri) di Kota Bandung, tepatnya di UIN Sunan Gunung Djati Bandung dengan prodi Biologi.
Aku merasa senang, terharu, sangat bahagia dan pastinya sangat bersyukur bisa diterima di PTN melalui jalur SNBP dan kini menjadi Calon Mahasiswa Baru. Namun sayangnya, tidak ada yang bisa mengetahui roda kehidupan manusia.
Kehidupanku ternyata tidak berjalan sesuai dengan yang aku harapkan, terutama dalam hal finansial. Hari demi hari, perekonomian keluargaku semakin memburuk. Ayah dan Ibu yang kini sama-sama tidak bekerja, membuatku sering merasa overthinking sebagai calon mahasiswa baru.
“Sebentar lagi pengumuman UKT (Uang Kuliah Tunggal), bagaimana caranya agar aku bisa membantu orang tua untuk membayar UKT itu ya?”. Pertanyaan tersebut seringkali berkecamuk dalam pikiranku. Tapi, sunflower tidak hanya berdiam diri saja. Tidak cukup hanya dengan “memikirkan”, sunflower juga harus berani bertindak.
Mengapa aku menyebut diriku sebagai sunflower? Karena bagiku... Sunflower adalah lambang keberanian, lambang keceriaan. Sunflower berani bertindak apapun kondisinya, tidak peduli sekalipun hujan badai yang melanda, ombak yang menerjang dan menghalangi langkahnya.
Kini aku sedang berusaha apply beberapa beasiswa, berharap bisa menyelesaikan S1 tanpa harus membebani orang tua. Aku pun berharap mendapatkan THR dari Yoursay untuk meringankan orang tua membayar UKT ini. Selalu doakan sunflower yang sedang memperjuangkan masa depannya ya! Terangnya warna sunflower semoga seterang masa depanku.
Baca Juga
-
Tren Ganti Provider Makin Ramai, XL Ikut Jadi Sorotan Warganet!
-
POV Mahasiswa: Menjadi Agent of Change dari Bli Nyoman Desa Sejahtera Astra
-
Membangun Desa dari Manusianya: Kisah Bli Nyoman dan Desa Sejahtera Astra Les
-
Cuan di Awal, Bertahan di Akhir: Membedah Siklus Sunyi Pekerja Setiap Bulannya
-
Di Balik Angka yang Disebut Cukup: Senyum di Luar, Pusing Hitung Sisa Saldo Kemudian
Artikel Terkait
Kolom
-
Karhutla Jadi Sorotan Dunia, Mengapa Respons Pemerintah Masih Santai?
-
Membaca, Memahami, dan Merefleksi: Seni Menjaga Fokus di Tengah Serbuan Gawai
-
BGN Siapkan Sistem Marketplace MBG: Kejar Pengadaan, Keracunan Terabaikan?
-
Karnaval Pekalongan Jadi Sorotan, Budaya berkedok Ritual di Ruang Publik?
-
Kontradiksi Gaya Komunikasi Prabowo: Singa Domestik, Kucing Imut di Panggung Internasional?
Terkini
-
Drama A Bona Fide Killer: Pembunuh Legendaris yang Hidup Normal sebagai Ibu
-
5 Pilihan Serum Anti-Aging Pria untuk Raih Wajah Segar dan Bebas Kerutan
-
Hotel Inhumans Rilis Lagu Tema untuk Musim Kedua, Tayang Perdana 4 Oktober
-
Suicide Awareness Month: 5 Novel yang Mengajarkan Pentingnya Support System
-
Menjaga Daya Kritis Gen Z, Suara.com dan Bulaksumur UGM Gelar Gen Z Impact