Momen perayaan kemerdekaan Indonesia ke-79 dirayakan dengan meriah dan penuh suka cita oleh seluruh rakyat Indonesia. Selain upacara pengibaran bendera di IKN yang menjadi perbincangan hangat. Antusias masyarakat juga diwujudkan dengan digelarnya perlombaan memeringati hari bersejarah bagi Indonesia tersebut.
Bertambahnya tahun, bertambah pula jenis-jenis lomba 17-an yang unik dan out of the box banget. Di tahun 2024, lomba-lomba kemerdekaan tidak hanya berupa lomba balap karung, lomba memasukkan paku ke dalam botol atau lomba makan kerupuk saja.
Tak sedikit lomba-lomba baru muncul mengundang gelak tawa para penonton seperti, lomba merias dengan mata tertutup, lomba tidur, lomba goyang kardus, dan masih banyak lagi.
Lomba 17-an memang serangkaian memeriahkan HUT RI dan bersifat menghibur. Namun, sangat disayangkan saat ini banyak bermunculan lomba-lomba yang tidak wajar dan mengarah ke hal-hal berbau seksual.
Contohnya, lomba memindahkan terong dari paha ke paha orang lain dan lomba makan pisang oleh ibu-ibu yang diarahkan di bagian intim. Tak hanya aneh dan menggelikan, bentuk perlombaan semacam ini juga tak pantas jadi konsumsi publik.
Masyarakat tidak menyadari bahwa bentuk-bentuk lomba berbau seksual seperti itu dapat membawa dampak buruk. Sungguh miris melihat peserta yang berpartisipasi adalah ibu-ibu dan perempuan muda.
Di sana mereka dijadikan tontonan dan objek seksual yang ditertawakan oleh penonton. Secara tidak sadar, candaan semacam itu merupakan bentuk menormalisasikan hal yang keliru dan merendahkan citra perempuan.
Bagi sejumlah masyarakat mungkin menganggap lomba-lomba tersebut sebagai candaan semata. Padahal menodai apa yang diperjuangkan oleh para pahlawan wanita demi kemerdekaan Indonesia.
Cut Nyak Dien, Martha Christina Tiahahu, dan Raden Ajeng Kartini yang terkenal memperjuangkan emansipasi wanita pada jaman dulu. Menyedihkan melihat para perempuan Indonesia saat ini malah dengan antusiasnya mempertaruhkan kehormatan demi lomba 17-an yang tidak layak tersebut.
Bentuk perlombaan berbau seksual untuk memperingati kemerdekaan Indonesia seharusnya tidak boleh ada karena melanggar norma kesusilaan yang diterapkan dalam kehidupan.
Sebagai manusia yang memiliki akal dan pikiran sudah semestinya mampu memilah mana hal yang baik dan pantas dengan hal yang tidak pantas.
Mempertontonkan adegan tidak senonoh dalam perlombaan yang katanya untuk memperingati perjuangan pahlawan Indonesia rasanya kurang etis dilakukan.
Sebenarnya turut memeriahkan kemerdekaan Indonesia dengan ikut lomba-lomba bukanlah hal yang salah. Namun alangkah lebih baik menggelar rangkaian lomba yang bermanfaat dan menghibur dibandingkan memperjualkan tontonan ambigu di depan publik.
Selain lebih nyaman dan aman dilihat oleh berbagai kalangan, hal terpenting adalah tidak mencederai harga diri perempuan Indonesia.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Lee Si Young Umumkan Kehamilan Anak Kedua Tanpa Persetujuan Mantan Suami
-
Lisa BLACKPINK Bintangi Serial Netflix "Hitmakers", Tayang Kapan?
-
Rapper Asal Australia Ancam Tuntutan Hukum pada ALLDAY Project Terkait Trademark
-
5 Drama Korea Sekolah Penuh Aksi yang Mirip Weak Hero Class
-
Isyaratkan Comeback, Momoland Tandatangani Kontrak dengan Agensi Baru
Artikel Terkait
-
Thariq Halilintar Ternyata Pakai Tas Semahal Ini saat Upacara di IKN, Netizen: Vibes Calon Pejabat
-
Gaya Elegan Aaliyah Massaid Jadi Tamu Undangan IKN Curi Perhatian: Wanita Terhormat
-
Harga Kaos Kaki Merah Putih Lily saat 17-an Bikin Ketar-ketir: Kalau Beli Ini, Bisa Gak Makan 3 Hari
-
Makna Kemerdekaan bagi Timnas Indonesia U-20, Jadi Pelecut Daya Juang?
-
Celetukan Raffi Ahmad saat Lomba 17-an Bikin Haru: Contoh Atasan yang Tahu Cara Berterima Kasih ke Karyawan
Kolom
-
Pendidikan Tanpa SPP, Tapi Tidak Tanpa Beban: Membaca Pelanggaran Hak Anak
-
Narasi Politik yang Setengah Jadi di Balik Kampanye Sekolah Gratis
-
Bukan Gratis, tapi Sulit: Jeritan Pendidikan di Namorambe
-
Privilege Pendidikan: Les Privat dan Wajah Ketimpangan yang Kita Abaikan
-
Ilusi Sekolah Gratis: Kisah Siswa yang Rela Sekolah di Tengah Keterbatasan
Terkini
-
Di Atas Dendam, Ada Martabat: Mengenal Sisi Intim Buya Hamka Lewat Memoar Anak
-
Sticky oleh NCT Wish: Hubungan Asmara Unik tapi Manis bak Hidangan Penutup
-
Siapa Wali Nikah Syifa Hadju? Ini Penjelasan dari Pihak Keluarga
-
Ulasan Novel Aku, Meps, dan Beps, Kehangatan Keluarga dalam Kesederhanaan
-
Battlefield Diangkat ke Layar Lebar, Michael B. Jordan Gabung Jadi Produser