Cyber bullying belakangan ini semakin membuat miris. Tak hanya di kalangan orang biasa, bullying jenis ini bahkan tak kalah parah juga terjadi pada orang terkenal. Seperti yang baru-baru ini viral tentang terungkapnya hasil audit HYBE.
Dilansir oleh Yoursay.id, HYBE memiliki laporan berisi hinaan terhadap artis lain setelah diaudit Majelis Nasional. Audit ini menunjukkan perusahaan ini menulis laporan tren industri yang provokatif, seperti hinaan dan komentar kasar terhadap penampilan fisik member idol group di bawah umur.
Tak hanya itu, audit ini juga membeberkan adanya dugaan taktik penjualan album yang mencurigakan, mulai dari bulk-buying hingga manipulasi tangga lagu, bersamaan dengan tuduhan plagiarisme konsep dalam sub-label HYBE.
Hal ini menunjukkan betapa ketatnya persaingan saat ini sehingga membuat banyak orang menghalalkan segala cara untuk mencapai puncak. Bila bakat sudah tidak lagi mumpuni untuk dunia yang semakin sulit, maka bully dipilih oleh sebagian orang untuk mengatasi masalah ini.
Tak hanya itu, bahkan tak hanya menyerang fisik dan membuka aib, para pembully ini juga tak segan untuk 'menghabisi' nyawa seseorang. Seperti yang terjadi para Seunghan ex-RIIZE yang mendapat seribu karangan bunga kematian dan juga Jessi yang diminta mati oleh para pembencinya.
Hal ini seolah menunjukkan bahwa menghancurkan seseorang saja tidak cukup membuat mereka puas. Namun mereka juga meminta orang lain untuk mati.
Kesempurnaan seperti sesuatu yang harus dimiliki semua orang, terlebih mereka adalah publik figur. Padahal, tentu tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini.
Bila mereka melakukan kesalahan satu kali saja, maka mereka tidak akan diampuni. Kondisi ini tentu dimanfaatkan oleh para pembully untuk berusaha mencari kesalahan dan 'aib' target mereka. Sehingga mereka akan mudah untuk 'menyinkirkan' mereka sebagai pesaing.
Parahnya, hal-hal yang dianggap sebagai kesalahan ini sering kali bukan lah kesalahan. Bisa karena salah paham tapi sudah terlanjur menghujat atau bisa juga karena tidak menormalkan sesuatu yang sebenarnya wajar untuk dilakukan. Karena semua orang di dunia ini juga melakukan hal tersebut, seperti misalnya berpacaran. Mana ada sih manusia yang tidak bisa jatuh cinta. Tentu ini sangat konyol, bukan?
Banyak negara saat ini sudah darurat kesehatan mental. Mereka tidak sadar bahwa orang yang mereka bully di dunia maya adalah manusia nyata yang memiliki perasaan dan keluarga.
Sehingga tidak hanya di Korea dan untuk Kpopers, tapi banyak orang secara umum juga harus lebih sadar akan bahayanya cyber bullying ini.
Belajar dari kasus terbongkarnya hasil audit HYBE, semoga kita bisa lebih memanusiakan manusia dan menghargai perasaan mereka untuk dijaga. Jangan hanya karena obsesi mencapai puncak, segala upaya buruk terus dilakukan dan menghancurkan banyak pihak.
BACA BERITA ATAU ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE
Baca Juga
-
Tak Hanya Sesama Teman, Saat Guru dan Dosen Juga Jadi Pelaku Bully
-
Kisah Relawan Kebersihan di Pesisir Pantai Lombok
-
Viral Tumbler KAI: Bahaya Curhat di Medsos Bagi Karier Diri dan Orang Lain
-
Ricuh Suporter Bola hingga War Kpopers, Saat Hobi Tak Lagi Terasa Nyaman
-
Budaya Titip Absen: PR Besar Guru Bagi Pendidikan Bangsa
Artikel Terkait
Kolom
-
Kawasan Tanpa Rokok, Tapi Mengapa Asap Masih Bebas Berkeliaran?
-
Merayakan Small Wins: Strategi Bertahan atau Justru Menidurkan Ambisi?
-
Kepercayaan Publik yang Kian Menjauh dari Pemerintahan
-
Kenapa Perempuan yang Berdaya Masih Dianggap Mengancam di Era Ini?
-
Urgensi HAM dalam KUHP: Bukan Aksesoris Kebijakan yang Bisa Dibahas Nanti
Terkini
-
Misteri di Balik Lampu Jalan yang Selalu Menyala Sendiri
-
Diceritakannya Angan itu Kepada Angin
-
Novel 'Makhluk Bumi': Sebuah Luka yang Dinormalisasi
-
4 Drama dan Film Korea yang Dibintangi Kang Hyung Suk, Layak Ditonton!
-
4 HP dengan Kualitas Kamera Terbaik Setara Flagship 2026, Harga Mulai Rp 3 Jutaan