Tidak semua orang lahir dengan kemudahan atau akses istimewa yang disebut privilege. Sebagian harus berjuang dari nol, menghadapi tantangan yang mungkin tidak dirasakan oleh mereka yang lebih beruntung. Namun, bukan berarti keterbatasan itu menjadi alasan untuk berhenti bermimpi atau berusaha.
Melalui podcast Bicara Cinta di kanal YouTube PUELLA pada Minggu (16/7/2023), Natasha Wilona membagikan pengalamannya dalam meniti karier tanpa privilege. Ia belajar untuk tetap bersyukur, selalu bekerja keras, dan menjaga karakter meski hidup tidak selalu memihak kita.
“Bahwa hidup itu harus selalu melihat ke bawah, bagaimana orang-orang juga banyak yang lebih susah. Jadi di posisi kita sekarang, kita harus banyak grateful,” ujar Natasha.
Kita perlu selalu ingat bahwa di luar sana ada banyak orang yang mungkin sedang berjuang lebih keras dari kita. Bersyukur atas apa yang dimiliki bukan hanya tanda penerimaan, tapi juga cara untuk menjaga diri agar tetap rendah hati. Di mana pun posisi kita, atas maupun bawah yang terpenting adalah tidak kehilangan jati diri.
Etika kita saat bekerja juga menjadi hal penting. Profesionalitas terlihat dari sikap dan perilaku dalam dunia kerja, seperti disiplin pada waktu, mampu memisahkan urusan pribadi dan pekerjaan, serta tidak mudah mengeluh. Karena untuk mencapai kesuksesan, tidak ada jalan yang benar-benar mudah atau instan.
Bekerja Lebih Keras, Tanpa Mengeluh
Kesehatan fisik dan mental harus menjadi prioritas utama. Namun, jangan biarkan rasa lelah, perasaan negatif, dan rintangan hidup menjadi alasan untuk menyerah. Belajarlah untuk terus berkembang.
Natasha mengaku selalu diajarkan hidup sederhana oleh sang ibu. Hal itu yang selalu ia tanamkan dari kecil hingga saat ini. Baginya, kesederhanaan adalah bentuk kedewasaan dalam memandang hidup.
“Kita punya atau tidak punya, orang juga tidak perlu tahu,” katanya.
Ada banyak nilai duniawi seperti kekayaan, kecantikan, dan kesuksesan. Namun, ada hal yang jauh lebih berharga dan tak bisa dibeli, yakni karakter serta kepribadian. Dua hal ini, menurutnya, menjadi fondasi yang membedakan setiap individu.
Karakter dan Kepribadian, Senjata Terkuat Tanpa Privilege
Natasha menceritakan pesan ibunya yang selalu membekas dalam ingatan.
“Sha, di luar sana banyak orang yang lebih cantik dari kamu. Kalau dibandingkan dengan yang pribumi atau blasteran, tentu berbeda. Secara kemampuan pun semua orang bersaing. Jadi, yang kamu punya sekarang adalah karakter,” tuturnya.
“Kalau karakter belum cukup, berarti kamu harus bekerja jauh lebih keras dibandingkan mereka yang memiliki privilege berupa fisik atau hal lain,” tambahnya.
Ketiadaan privilege bukan penghalang, tapi tantangan untuk tumbuh. Justru dari situ, seseorang belajar memaksa dirinya berkembang dan berdiri di atas kakinya sendiri.
Setiap orang memiliki perjalanan dan titik awal yang berbeda. Tapi pada akhirnya, yang membedakan bukan seberapa banyak privilege yang dimiliki, melainkan seberapa kuat tekad untuk terus melangkah.
Semua situasi dalam hidup bisa dilihat dari berbagai sudut pandang. Dengan pola pikir positif, bahkan hal yang tampak menyedihkan pun dapat menjadi pelajaran berharga untuk terus bertumbuh.
Baca Juga
-
Debut Film Horor, Michelle Ziudith AlamiSakit Misterius hingga Lima Hari
-
Sering Disalahartikan, Ini Makna Lagu Sedia Aku Sebelum Hujan dari Idgitaf!
-
Kisah Dokter Gia Pratama Keluarkan Koin di Leher Balita Pakai Kateter Urin
-
Siap Menikah, Ranty Maria dan Rayn Wijaya Siapkan Live Streaming untuk Fans
-
Antara Sayang dan Sakit: Mengapa Orang Tetap Bertahan dalam Hubungan Toxic?
Artikel Terkait
-
7 Mobil Bekas Hatchback Stylish untuk Gaya Hidup Dinamis Wanita Karier, Nyaman dan Irit
-
Sebelum Hamish Daud Muncul, Pihak Raisa Jawab Isu Selingkuh Jadi Dasar Perceraian
-
Perjalanan Karier Gubernur Riau Abdul Wahid: Dulu Jadi Cleaning Service, Kini Kena OTT
-
Terinspirasi dari Karier sang Ibu, Ternyata Ini Cita-Cita Awal Yura Yunita!
-
Piala Dunia U-17 Bisa Jadi Titik Balik Karier Timnas Indonesia, Mengapa?
Kolom
-
Work From Home bagi ASN: Hemat Energi atau Sekadar Ilusi Efisiensi?
-
Cerita Cinta Gen Z di Era Digital: Dimulai dari DM, Tanpa Status, Berujung Ghosting
-
Menimbang Ulang Sekolah Daring di Tengah Krisis Global
-
Selat Hormuz Ditutup, Laptop Dibuka: Apakah WFH Solusi Penghematan BBM Nasional?
-
Imajinasi Saja Tidak Cukup, Menulis Fiksi Juga Butuh Riset
Terkini
-
Film Mike & Nick & Nick & Alice: Hadirkan Hiburan Ringan Penuh Aksi Gila!
-
Menemukan Intisari Kedamaian di Balik Lembaran Healing the Emptiness
-
Perlindungan Maksimal Saat Olahraga: 5 Rekomendasi Sunscreen Tahan Keringat
-
Kemilau Cahaya dan Perempuan Buta: Menyelami Makna dari Cahaya yang Tak Terlihat
-
Jenuh Baca Data dan Angka? Yuk Belajar Seru Bareng Buku Economics 101