Di tengah pasir dan angin pantai, peserta kegiatan Mangrove Sketch and Write tak hanya menuangkan ide, tetapi juga menanam mangrove menjaga kelestarian pesisir pantai.
Kegiatan yang diinisiasi komunitas Suara Hijau tersebut dilaksanakan pada Sabtu (20/12/2025), di kawasan pesisir Pantai Baros. Kegiatan tersebut diawali dengan penanaman mangrove, diskusi lingkungan, serta aktivitas menulis dan menggambar bertema penanaman mangrove.
Melalui kegiatan ini, Suara Hijau memiliki tujuan untuk membentuk kesadaran masyarakat sekaligus mengajak berbagai kalangan untuk terlibat aktif dalam upaya konservasi lingkungan, khususnya pelestarian ekosistem mangrove di wilayah pesisir.
Mangrove sebagai Benteng Alami Kawasan Pantai
Sebagai wilayah yang berada di garis depan pertemuan darat dan laut, kawasan pantai memiliki kerentanan tinggi terhadap abrasi, gelombang besar, dan angin kencang. Di tengah ancaman tersebut, hutan mangrove hadir sebagai benteng alami yang berperan penting dalam melindungi garis pantai.
Sebuah penelitian dalam jurnal Pemanfaatan Hutan Mangrove sebagai Sumber Pendapatan Alternatif bagi Masyarakat Pesisir di Desa Sukakerta Karawang, menyoroti hal yang sama.
Al Fikri, dkk (2023) mengatakan bahwa mangrove memiliki manfaat sangat luas ditinjau dari aspek fisik dan ekologi. Oleh karena itu, keberadaan mangrove menjadi unsur penting dalam menjaga kelestarian lingkungan pantai serta kestabilan kawasan pesisir.
Masih dari jurnal yang sama, disebutkan bahwa potensi fisik hutan mangrove berfungsi sebagai proteksi alami dari abrasi atau erosi, gelombang laut, serta angin kencang, sekaligus mencegah intrusi air laut ke daratan.
Selain itu, mangrove juga berperan dalam memelihara kualitas air dengan mereduksi polutan dan pencemar, sehingga mampu mencegah terjadinya pencemaran pada perairan tambak.
Selain potensi fisik, jurnal yang sama juga menyebutkan bahwa potensi ekologi hutan mangrove yaitu sebagai habitat berbagai jenis fauna, sebagai tempat pemijahan (spawning ground), daerah asuhan (nursery ground), dan daerah mencari makan (feeding ground) bagi organisme disekitarnya.
Mangrove juga berperan sebagai penyedia pakan bagi biota laut, seperti udang dan kepiting, sehingga keberadaannya sangat penting bagi keberlanjutan ekosistem pesisir.
Sebagai bentuk nyata pembelajaran menjaga alam, kegiatan Mangrove Sketch and Write di Pantai Baros menjadi ruang kolaborasi antara edukasi, aksi lingkungan, dan ekspresi kreatif.
Melalui penanaman mangrove dan diskusi yang dilakukan, peserta diajak memahami bahwa pelestarian ekosistem pesisir bukan sekadar wacana, melainkan tanggung jawab bersama yang perlu dijaga secara berkelanjutan sebelum benteng alami ini benar-benar tinggal cerita.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
Artikel Terkait
-
Menjaga Pesisir Lewat Penanaman Mangrove di Pantai Baros
-
Mengenal Fitoplankton: Sumber Oksigen untuk Bumi Selain Hutan
-
Di Bawah Matahari yang Tak Berbelas Kasihan: Kegigihan Petani Garam Rembang
-
Tekad Nelayan Pancer, Banyuwangi: Bangkit Setelah Diterpa Gelombang Tsunami
-
Perbankan Nasional Didesak Hentikan Pembiayaan ke Sektor Perusak Lingkungan di Sumatera
Kolom
-
Lelah di Balik Seragam: Menyingkap Beban Emosional Guru yang Tersembunyi
-
FOMO di Kalangan Pelajar: Ancaman Tren Viral Meredupkan Budaya Literasi
-
Radar Sosial yang Lumpuh: Mengapa Negara Gagal Membaca Isyarat Sunyi YBR?
-
Di Balik Kekuasaan: Cara Psikologi Sosial Membentuk Wajah Politik Indonesia
-
Kesehatan Mental Generasi Muda: Antara Tantangan dan Layanan Pemerintah
Terkini
-
Ulasan Film Dead Poets Society: Robin Williams Ubah Pemikiran Siswa Lewat Puisi
-
Menyelinap ke Pikiran Ayah
-
Generasi Muda Terperangkap Utang Paylater dan Pinjol: Kurangnya Literasi Keuangan Jadi Pemicu?
-
Sayap Kecil yang Menantang Badai
-
Tegas Lawan Pelecehan Daring, Agensi Hyeri Pastikan Proses Hukum Berjalan