Pernahkah kamu melihat hantu? Atau kamu salah satu orang yang kerap melihat hantu? Kalau iya, kita sama! Meski aku bukan anak indigo, tapi di real life aku kerap diganggu dedemit. Entah poci yang ngintip di balik pohon, perempuan menangis, perempuan cekikikan, hingga poci yang menari riang.
Namun, fenomena melihat hantu berhasil diulik oleh beberapa peneliti lho!
Penelitian Tentang Fenomena Melihat Hantu
Melansir laman Psychology Today, Frank T. McAndrew Ph. D. berhasil merangkum beberapa penelitian guna menguak misteri fenomena hantu. Terutama ditujukan kepada orang-orang yang kerap melihat penampakan macam aku. Teori itu antara lain:
Pernyataan Sosiolog Christopher Bader
“Syarat pertama agar ada hantu di rumah adalah seseorang percaya bahwa ada hantu di rumah.” Persepsi ini didorong oleh harapan, kebutuhan, dan kepercayaan. Hal ini berlaku terutama saat informasi sensorik yang kita terima tidak jelas atau ambigu.
Penelitian yang Diterbitkan Tahun 2013
Penelitian ini menegaskan bahwa pengalaman fenomena supranatural paling mungkin terjadi di lingkungan yang terasa mengancam, atau ambigu. Mungkin saat kita berada di tempat asing, dan merasa ngeri karena nggak familiar dengan lokasinya.
Ilmu Psikologi Mengenai Fenomena Melihat Hantu
Lewat Revised Paranormal Belief Scale yang diterbitkan oleh Jerome Tobacyk, setidaknya ada enam kategori kepercayaan yang meliputi:
- Prekognisi: kemampuan memprediksi masa depan,
- Bentuk kehidupan luar biasa, meliputi keberadaan alien maupun monster Loch Ness,
- Spiritualisme: kemampuan berkomunikasi dengan leluhur atau arwah,
- Takhayul, meliputi kepercayaan mistis, astrologi,
- Ilmu sihir,
- Psikokonesis: kemampuan membaca pikiran
Melihat Hantu adalah Hasil Kimia dari Otak
Penelitian terbaru dari laboratorium ahli saraf Olaf Blanke mengungkapkan bahwa komunikasi antara lobus frontal dan temporal otak mungkin bertanggung jawab atas halusinasi pasien Parkinson. Para peneliti juga menemukan bahwa mereka dapat memicu pengalaman kehadiran atau penampakan pada banyak pasien epilepsi dengan menstimulasi area perbatasan antara lobus temporal dan parietal.
Kasarannya, kehadiran hantu mungkin dipicu oleh kesehatan mental seseorang itu sendiri.
Banyaknya Cerita Horor yang Turut Menyumbang Fenomena
Dewasa ini kita temui banyak sekali film-film horor lokal maupun internasional, yang mengemas horor umum atau bahkan mengangkat urban legend daerah tertentu. Tidak muluk-muluk film deh, kamu pasti kerap mendengar cerita-cerita horor, kasak-kusuk misteri, dan teori konspirasi kan?
Aku pribadi cukup menikmati cerita dan novel horor misteri, atau menonton serial horor yang dibintangi aktris Suzzana dari kecil. Plus, cerita urban legend dan hal-hal wingit sudah dikenalkan lingkungan. Barangkali, hal ini turut mempengaruhi diriku, yang jadi sering diganggu penampakan.
Ditambah, ada dua tanggapan yang kuterima sewaktu menceritakan pengalaman penampakan tersebut. Dari Ibu, beliau setuju bahwa memang ada wilayah-wilayah tertentu yang wingit dan angker. Sedangkan dari Bapak, beliau mengajarkan untuk berpikiran netral, stay positive, dan tetap mengedepankan tata krama semisal mengucap salam di tempat baru. Alhasil, kadang aku berpikir: “Apa aku yang halusinasi ya? Tapi tadi jelas ada poci ngumpet di balik pohon mahoni kok!”
Benefit Sering Melihat Hantu
Nggak bisa dipungkiri, aku iri dengan orang-orang normal yang nggak gampang ketemu hantu. Maksudku, hidup mereka slow, tanpa dibayang-bayangi ketakutan dan ketidaknyamanan. Dibandingkan aku yang sering merinding, mencium aroma-aroma aneh, dan beberapa kali lihat begituan.
Namun, ternyata ada benefit yang cukup kusyukuri. Di mana kisah-kisah seram tadi berhasil menjadi cuan, kala dipublikasikan oleh platform Yoursay.id dalam naungan kanal Cerita Misteri.
Nggak hanya sebatas pengalaman pribadi di tempat kerja saja, aku kembali mengingat pengalaman nyeleneh lain semasa sekolah, dan kisah-kisah seram orang-orang yang dibagikan padaku, dan mengeksekusinya menjadi cerita misteri.
So, menurut kalian, hantu itu betulan nyata atau hanya permainan sensorik dan halusinasi semata?
Baca Juga
-
Bedah MV Penggantine Happy Asmara: Angkat Pesona Kediri Lewat Bus Bagong hingga Jalan Dhoho
-
Terapi Gratis Anti-Stres: Keajaiban Memeluk Pohon yang Jarang Disadari
-
Dilema Ular Jelmaan Pembawa Pesan Petaka dan Tangis Mbah Darmi
-
Isekai Via Lemari dalam Film Narnia: The Lion, The Witch, and The Wardrobe
-
Ulasan Killing Season: Saat Dendam Masa Lalu Berujung Perang Gerilya yang 'Lanang Tenan'
Artikel Terkait
-
Viral Kue Ulang Tahun Bongkar Skandal Toko Hantu di Pemesanan Lewat Ojek Online
-
5 Drama Korea Bertema Pekerjaan yang Melibatkan Hantu, Ada Phantom Lawyer
-
Menjinakkan Hantu di Kepala: Cara Berdamai dengan Kemarin dan Nanti
-
Jembatan Pencabut Nyawa
-
Sinners: Horor Vampir Penuh Makna, Bukan Sekadar Teror
Kolom
-
Mendang-mending 2.0: Saat Gen Z Mulai Berani Bilang Tidak pada Racun Belanja
-
Bahaya Kalimat 'Mumpung Gajian' yang Bisa Bikin Dompet Cepat Menipis
-
Buku Fiksi vs Self-Improvement: Mana yang Lebih Mengasah Empati?
-
Drakor Bisa Kenalkan Budaya Korea pada Dunia, Kenapa Indonesia Belum?
-
Gaji PPPK Ditanggung Pusat Mulai 2027, Pemda Bakal Punya 'Gunung Uang' Baru atau Malah Kalap Belanja
Terkini
-
Seperti Hilang Arah, 4 Novel Tema Keterasingan Ini Pertanyakan Eksistensi
-
iQOO Pad Ultra Segera Rilis 29 September: BawaLayar OLED 8,8 Inci, Snapdragon Generasi Baru
-
Tafsir Lagu Pamungkas: Memaknai BKKASM dalam Relasi Orang Tua dan Anak
-
Laura: Perjuangan, Keteguhan, dan Keberanian Melawan Hubungan Toksik
-
Netflix Rilis Trailer Steps, Angkat Sisi Lain Saudari Tiri Cinderella