Standar ganda adalah aturan yang diterapkan secara berbeda yang berkonotasi negatif pada seseorang atau kelompok tertentu seperti contoh dalam hal ketidaksetaraan gender. Misalnya, dalam hal pekerjaan, orang yang memiki jabatan sekretaris cenderung perempuan dan pekerjaan yang berat dipegang oleh laki-laki. Faktor-faktor yang mengarah pada standar ganda dapat berupa usia, koneksi, dan gender.
Pada dasarnya, awal dari standar ganda berasal dari rumah kita. Terkadang, anak laki-laki lebih disukai dalam situasi yang berbeda dan mereka diistimewakan dengan banyak kebebasan. Dalam area kerja, ada kesenjangan yang luas antara jumlah tenaga kerja pria dan wanita.
Mayoritas posisi manajer dipegang oleh karyawan pria. Karyawan perempuan tidak diberi proyek yang melibatkan tugas-tugas penting, risiko tinggi, dan kegiatan keluar. Juga, mereka adalah penerima lelucon gender yang konsisten yang dapat mempengaruhi kesehatan mental mereka.
Bagi karyawan dan tempat kerja secara keseluruhan ini adalah perilaku yang sebaiknya dihindari. Standar ganda dapat menyebabkan kehilangan kepercayaan satu sama lain dan sistem kerja dapat terancam runtuh. Hal yang mendorong hal ini adalah hubungan yang tidak profesional, ketidaksetaraan berdasarkan jenis kelamin, keyakinan, atau bahkan ras—dan kurangnya peraturan dan regulasi untuk mencegah tindakan tersebut.
Standar ganda juga dapat memberikan dampak positif dan negatif bagi penerima, tergantung bagaimana penerima melihatnya dan bagaimana hal itu dilakukan. Jika orang itu memiliki kinerja yang lebih baik daripada yang lain, hal tersebut dapat memberikan dampak positif kepada orang lain untuk meningkatkan kualitas bekerja dalam pekerjaan mereka tersebut.
Beberapa masalah yang disebabkan oleh standar ganda, terkadang tidak diselesaikan dan menyebabkan masalah lain sebagai gantinya. Standar ganda yang bias akan gender juga membuat perempuan kehilangan kesempatan untuk dipromosikan atau bahkan pendidikan yang diberikan dari perusahaan karena beberapa orang masih berpikir bahwa boleh saja perempuan tidak memiliki pendidikan tinggi.
Berikut adalah beberapa standar ganda yang terjadi dalam pekerjaan:
1. Pekerjaan serta penghasilan disesuaikan dengan gender.
2. Kamu tidak mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan kamu dikarenakan saingan kamu menggunakan orang dalam.
3. Kamu tidak dapat menjadi pemimpin karena kamu peremuan/kamu termasuk kaum minoritas dalam kantor.
4. Karena keyakinan kamu berbeda dengan atasan, maka kamu tidak dipercayai untuk melakukan suatu pekerjaan.
5. Dianggap tidak becus dalam bekerja karena tidak mengerti dengan jelas namun ketika diminta untuk diperjelas—kamu tidak dihiraukan lalu dikenakan omelan.
Pengirim: Cantika Citra Alisa / Mahasiswi London School of Public Relations
E-mail: alisacantika14@gmail.com
Baca Juga
-
Sinopsis Clayface, Soroti Sejarah Kelam dari Musuh Klasik Batman
-
The Roundup: Punishment, Kejahatan Makin Canggih dan Hukum Tak Boleh Kalah!
-
Biaya Nikah Makin Mahal, Mau Sah Harus Wah?
-
Badan Tidak Bergerak, tapi Lelah Luar Biasa? Hati-Hati, Kamu Korban Emotional Labor
-
Gen Z Stres Memikirkan Biaya Hidup dan Bencana Jadi Beban Baru?
Artikel Terkait
-
Dukung Anak Perempuan Jadi Kunci Pembangunan di Indonesia, Ini Manfaatnya
-
Soal Kesetaraan Gender, Begini Kata Hannah Al Rasyid
-
Penyandang Disabilitas Bisa Bersaing di Dunia Kerja, Ini Caranya
-
Kesetaraan Gender dalam Film Frozen 2 Berikan Dampak Positif Buat Anak
-
Kerjanya Cuma Tidur Saja, Magang di Perusahaan Ini Dibayar Rp 19 Juta
Lifestyle
-
Biaya Nikah Makin Mahal, Mau Sah Harus Wah?
-
4 Acne Hybrid Sunscreen Proteksi SPF 35 Andalan Cegah Jerawat Makin Parah!
-
Dari Cuaca Hingga Lagu, Hal Kecil yang Diam-Diam Mengatur Suasana Hati
-
Huawei Watch GT 7 Pro Hadir dengan Material Premium, GPS Akurat, dan Ketahanan Air 5 ATM
-
4 Night Hair Serum yang Bikin Rambut Halus dan Bernutrisi Setiap Pagi
Terkini
-
Sinopsis Clayface, Soroti Sejarah Kelam dari Musuh Klasik Batman
-
The Roundup: Punishment, Kejahatan Makin Canggih dan Hukum Tak Boleh Kalah!
-
Badan Tidak Bergerak, tapi Lelah Luar Biasa? Hati-Hati, Kamu Korban Emotional Labor
-
Gen Z Stres Memikirkan Biaya Hidup dan Bencana Jadi Beban Baru?
-
Jack O'Connell dan Cillian Murphy Jadi Kakak-Adik di A Quiet Place Part 3