Saat seorang cewek menyinggung perihal keuangan atau kemapanan pada pasangan, kerap disalahartikan sebagai cewek matre. Padahal, ada beda antara matre dan realistis. Karena siapa, sih yang pengin menikah untuk kemudian hidup susah. Nggak ada, kan?
Nah, sebelum kamu salah sangka dengan cewekmu, ada baiknya ketahui beberapa jenis permintaan yang sebenarnya bukan matre, cuma realistis!
1. Meminta makan di restoran yang mahal
Selalu jalan ke tempat yang sama, atau terus-menerus makan di warung kaki lima, ada saatnya, cewek kamu pun bisa merasa bosan. Untuk itulah, sesekali ia meminta ketemuan di restoran yang sedikit mahal.
Hal ini masih terbilang wajar, kok, selama dia meminta itu gak sering-sering. Apalagi kalau latar belakangnya memang dari keluarga berada. Selama ini sudah mau kamu ajak nongkrong di kaki lima saja, sudah menunjukkan kalau dia memang tulus perasaannya ke kamu, sehingga mau untuk diajak ke tempat yang tidak biasa ia kunjungi.
2. Sering mengajak ketemuan
Namanya menjalin asmara, wajar lah kalau ia meminta sering bertemu. Bukan bermaksud ingin membuatmu bangkrut, tapi hal itu karena ia merasa rindu dan ingin mengenalmu lebih dekat.
Kalau memang kondisi keuanganmu tidak memungkinkan untuk selalu membayarkan makan atau jalan, komunikasikan saja dengannya. Kalau memang dia bukan cewek matre, dia akan mengerti, dan malah meminta untuk bayar sendiri-sendiri.
3. Mempertanyakan kondisi kariermu
Cewek normal mana pun, gak akan mau berpasangan dengan cowok pengangguran. Jadi, kamu gak perlu merasa tersinggung jika ditanya perihal karier. Jika memang kamu masih belum menemukan pekerjaan, setidaknya jadikan keingintahuan cewekmu itu sebagai motivasi untuk berusaha lebih giat lagi, supaya bisa buat dirimu, dan orang-orang di sekitarmu, termasuk cewekmu itu, bangga!
4. Menolak untuk diajak berhubungan intim
Kamu sudah banyak berkorban untuknya, tapi ternyata dia menolak untuk diajak berhubungan intim. Berarti, kamu telah bertemu dengan cewek baik-baik. Bukannya dia selama ini cuma ingin ditraktir kamu saja, kemudian pas diminta untuk ‘balas budi’ malah menolak. Justru kamunya yang mesti sadar dan tobat, kalau motifmu itu ternyata gak tulus untuk mendekati cewek.
Cewek dan cowok yang baik, gak akan melakukan hubungan suami istri sebelum menikah. Itu prinsip yang mesti dijaga. Dan hanya cowok yang baik-baik, mampu untuk menghormati ceweknya yang teguh memegang prinsip itu.
Gak semua hal mengenai materi itu menjadikan seorang cewek itu matre. Karena sudah sewajarnya, anak gadis mana pun ingin mendapatkan pasangan yang bisa diandalkan untuk mampu bertanggung jawab terhadap dirinya, dan keluarganya kelak ketika memang mereka nanti jadi menikah. Jadi, jangan asal tuduh matre, ya!
Baca Juga
-
Episode 2 'Love Your Enemy': Rating Melonjak, Cinta & Rivalitas Makin Seru!
-
Anak Sering Berbohong? 4 Hal yang Bisa Orangtua Lakukan untuk Mengatasinya
-
4 Alasan Komunikasi yang Efektif di Tempat Kerja Sangat Penting
-
4 Jenis Makanan Terbaik untuk Program Hamil, Perhatikan Kata Pakar!
-
4 Kualitas Ini Sering Dimiliki oleh Mereka yang Jago Jualan, Pelajari!
Artikel Terkait
-
Ditegur Orang Asing, Sikap Rafathar Bikin Kagum: Anak Manis
-
Jaga Sikap di Media Sosial, Ini 4 Hal yang Dilakukan Saat Ramadhan
-
Realistis! Ini 3 Ciri Hubunganmu dengan Pasangan Sehat
-
Alasan Realistis Maia Estianty Tetap Kerja Keras meski Punya Suami Tajir
-
Nekat Lakukan Hal Ini, Bisa Membuatmu Dicap Wanita Murahan Lho!
Lifestyle
-
Bocoran HP Lipat Pertama iPhone Hadir Bareng iPhone 18 Pro, Ini Prediksinya
-
Bibir Hitam karena Matahari? Ini 5 Lip Balm SPF50 yang Bisa Jadi Penyelamat
-
Oppo Pad 5 Pro Siap Meluncur, Tablet Premium dengan Performa Ekstrem dan RAM Besar
-
4 Tone Up Sunscreen dengan Cherry Blossom untuk Wajah Cerah Alami
-
5 Milky Toner Niacinamide untuk Wajah Kusam dan Skin Barrier Rusak
Terkini
-
Di Balik Rasa Takut Jadi Dewasa: Cerita Idgitaf di Lagu 'Mungkin di Depan Buram'
-
Menyesal tapi Nagih dalam Kumpulan Cerpen Sebelum Gerimis Jatuh di Kening
-
Ulasan Film Bhooth Bangla: Komedi Horor yang Ringan dengan Banyak Slapstick
-
Dana Reses Besar, Suara Rakyat Kecil: Saatnya Publik Menagih Akuntabilitas
-
Kerja Pintar Bukan Kerja Rodi: Mengapa Pulang Tenggo Itu Profesional?