Sejarah Indonesia memang tidak akan habis daya tariknya. Banyak yang menarik untuk diangkat ke dalam sebuah film.
Namun tak jarang film bertema sejarah Indonesia ini dianggap sensitif dan kontroversional sehingga akhirnya dilarang tayang.
Kira-kira, film apa saja itu?
1. Romusha, 1972
Dari judulnya saja sudah jelas bahwa film yang disutradarai oleh Herman Nagara ini mengambil latar di masa penjajahan Jepang terhadap Indonesia. Menceritakan tentang Rota, orang Indonesia yang ditangkap Jepang dan harus menjadi pekerja paksa atau romusa.
Romusha, menampilkan banyak adegan kekejaman yang dilakukan Jepang di masa lalu. Sehingga pada saat akan ditayangkan, dikhawatirkan dapat mengungkit luka lama dan mengganggu hubungan hangat yang sudah terjalin antara Jepang dan Indonesia.
Akhirnya Romusha tidak ditayangkan, namun beredar kabar bahwa Jepang bersedia mengganti semua kerugian yang dialami tim produksi.
2. Merdeka 17805, 2001
Kali ini, film yang disutradarai oleh sutradara Jepang bernama Yukio Fuji. Penyebab film ini tidak bisa tayang di Indonesia bukanlah karena jalan cerita. Melainkan karena salah satu adegan.
Ada salah satu adegan yang sangat tidak bisa diterima masyarakat Indonesia di dalam film itu. Yaitu saat seorang wanita Jawa tua sedang mencium telapak kaki tentara Jepang sambil bercerita tentang salah satu bait dalam Ramalan Jayabaya, bahwa akan ada bangsa berkulit kuning yang akan membebaskan masyarakat Jawa dari penderitaan panjang.
Yah, walaupun tidak bisa tayang di Indonesia, nyatanya Merdeka 17805 cukup sukses selama penayangannya si Jepang.
3. The Act of Killing, 2012
Tak kalah kontroversional, The Act of Killing juga harus mengalami gagal tayang di bioskop Indonesia. Film ini merupakan sebuah film dokumenter berlatar masa pasca kemerdekaan Indonesia.
The Act of Killing adalah hasil kerja sama antara sineas Denmark, Inggris, dan Norwegia ini menampilkan kisah tentang PKI. Fokus menyorot para pelaku pembunuhan anti-PKI yang terjadi selama 1965-1966.
Meski berhasil masuk dalam nominasi “Best Documentary Feature” Oscar 2014, namun The Act of Killing pada akhirnya tetap tidak bisa tayang di bioskop Indonesia secara resmi karena tema sensitif yang dipakai tidak bisa diterima pemerintah Indonesia.
Nah itulah 3 film tentang sejarah Indonesia yang pada akhirnya, walaupun cukup menarik untuk disaksikan, nyatanya dilarang tayang.
Kalau kamu, paling penasaran nonton yang mana?
Baca Juga
-
Pusar Bumil Menonjol, Bahaya Nggak Sih? Ini Penjelasannya
-
Gemas Sih Boleh, Tapi Jangan Bercanda yang Justru Membahayakan Bayi!
-
Bener Nggak Sih Ibu Hamil Dilarang Minum Air Es? Ini Faktanya!
-
Anak-anak Benci Matematika? Pahami Dulu Yuk, Ini 5 Alasannya
-
Jangan Tahunya Cuma Kondom! Ini 5 Jenis Kontrasepsi untuk Cegah Kehamilan
Artikel Terkait
-
Liga Film Lebaran Geger! 'Pabrik Gula' Tak Terbendung, Norma Terpeleset?
-
Ulasan Film Paddington in Peru: Petualangan Seru si Beruang Cokelat!
-
4 Fakta SimpleMan, Penulis Cerita Horor Misterius Film Pabrik Gula
-
A Minecraft Movie: Masuk Dunia Game di Hari Lebaran, Wuih Seru!
-
5 Karakter di Film Jumbo yang Sukses Curi Perhatian
Lifestyle
-
Elegan dan Manis! 4 Inspirasi Outfit Feminin ala Minnie (G)I-DLE
-
4 OOTD Minimalis ala Wooyoung ATEEZ yang Tetap Modis untuk Disontek!
-
Jadi Ibu Bijak, Ini 5 Tips Kelola Uang THR Anak
-
4 Skincare dengan Cactus Extract, Rahasia Hidrasi Kulit Tanpa Lengket!
-
4 Padu Padan Outfit Girly ala Wonyoung IVE, Cocok untuk Gaya Sehari-hari
Terkini
-
Liga Film Lebaran Geger! 'Pabrik Gula' Tak Terbendung, Norma Terpeleset?
-
Ulasan Film Paddington in Peru: Petualangan Seru si Beruang Cokelat!
-
Ada LANY hingga Hearts2Hearts, LaLaLa Festival 2025 Umumkan Daftar Lineup
-
Review Novel 'Makhluk Bumi': Jadi Alien demi Bertahan di Dunia yang Gila
-
Ada Romcom Hingga Fantasi, 8 Drama Korea yang Tayang di Bulan April