Saat ini, warung kopi tidak hanya menjadi tempat istirahat para pekerja atau karyawan tetapi juga menjadi tempat favorit bagi mahasiswa atau pelajar untuk menetap atau ‘kongkow’ disaat waktu kosong. Banyaknya konsumen yang datang ke sebuah warung kopi membuat pemilik warung kopi juga harus meningkatkan ketersediaan minuman instan yaitu kopi kemasan atau minuman kemasan lainnya.
Sampah minuman kemasan yang dihasilkan dari warung kopi akan dibuang begitu saja dan tentu saja akan menambah jumlah tumpukan sampah di tempat pembuangan akhir. Saat ini, kesadaran masyarakat untuk mengelola sampah-sampah tersebut masih sangat minim.
Padahal, konsep dasar dalam mengelola sampah cukup sederhana, yaitu pemilahan sampah dibagi menjadi 3 yaitu sampah organik, anorganik, dan sampah plastik. Sampah organik dapat diolah secara mandiri untuk dijadikan kompos. Sampah anorganik lainnya dapat disalurkan ke pengepul yang nantinya dapat diolah kembali. Sedangkan sebagian sampah plastik dimanfaatkan menjadi kerajinan.
Proses daur ulang pada sampah plastik akan menghasilkan suatu potensi yang cukup besar dalam mengurangi lombah sampah plastik yang hanya merusak lingkungan. Nah, berikut ini adalah sampah plastik dari warung kopi yang berhasil dibawa pulang dan akan mempercantik dekorasi rumah!
Sampah-sampah plastik yang berasal dari warung kopi dapat dijadikan kreasi cantik seperti di atas tanpa harus dilakukan peleburan terlebih dahulu. Lalu bagaimana caranya? Apa saja alat pendukung yang digunakan untuk menyulap sampah tersebut menjadi sebuah kreasi?
Jawabannya, sangat mudah! Pengelolaan sampah plastik dapat dilakukan di rumah, tidak ada alat pendukung tertentu, yang dibutuhkan hanyalah kreatifitas dan ketelitian yang tinggi. Hal pertama yang dilakukan yaitu pilih sampah plastik multilayer, kemudian carilah warna dari sampah plastik tersebut yang senada agar menghasilkan kreasi yang lebih eyecatching.
Kemudian pengolahan sampah plastik tersebut dilakukan dengan cara memotong, melipat dan kemudian menggabungkan lembaran-lembaran plastik menjadi bahan dasar. Lembaran plastik multilayer tersebut dapat dijadikan seperti pengganti kain sebagai bahan dasar. Tetapi agar terlihat lebih indah, dapat dibantu dengan alat bantu seperti mesin jahit atau hanya sekedar jarum dan benang jahit saja untuk kemudian disatukan atau dikombinasikan pada aksesoris atau material lainnya.
Nah, mudah bukan cara mendaur ulang sampah plastik menjadi suatu kreasi yang bermanfaat? Yuk, mulai sekarang bawa sampah plastiknya, be wise be creative! Kalau kamu malas bergerak, lalu siapa lagi?
Baca Juga
-
Tamat! Inilah Akhir Cerita Drama Korea Hometown Cha-Cha-Cha
-
Debut! Umay Shahab Rilis Film Perdana "Ku Kira Kau Rumah"
-
Potret 3 Tempat di Banda Neira yang Menjadi Surga di Timur Indonesia
-
3 Tempat Bersejarah Mengenang Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia
-
5 Tradisi Unik Agustusan di Berbagai Daerah, Memperingati Kemerdekaan Indonesia
Artikel Terkait
Lifestyle
-
TWS Apple AirPods 4: Musik Terasa Lebih Dekat, Lebih Hening, dan Personal
-
OOTD Lebih Maskulin dengan 4 Inspirasi Padu Padan Outerwear ala Wi Ha Joon
-
Perbedaan Apple Watch Ultra 3 dan Series 11 di Era Smartwatch Modern, Ultra atau Elegan?
-
Tahan Banting di Segala Situasi: Miliki 5 Kekuatan Mental Ini Jika Ingin Sulit Dihancurkan
-
Lagi Capek? 6 Lagu BTS Ini Siap Jadi "Booster" Biar Kamu Pantang Menyerah
Terkini
-
Buku Esai Orang Makan Orang: Realita Gelap Manusia Jadi Pemangsa
-
Putri Angelina Jolie Debut di MV Baru Dayoung, Terpilih Tanpa Privilege
-
Sempat Konfirmasi, HYBE Kini Pilih Diam soal Partisipasi Manon di Coachella
-
LiSA Kembali Isi OST untuk Film Baru The Irregular at Magic High School
-
Dear Writers, Let's Revisweet! Lingkaran Setan Penulis dan Revisi Berdarah