Salah satu cara membuat cowok betah, sehingga hubungan cinta kalian jadi awet, adalah lewat obrolan. Bila saat mengobrol, dia merasa nyambung dan nyaman, maka dia pun akan selalu mencarimu dan senantiasa rindu.
Membuat pembicaraan jadi menarik, sehingga ia senang berbincang denganmu, ada beberapa topik pembicaraan yang bisa kamu bahas dengannya bersama-sama. Apa saja?
1. Tentang hobinya
Tiap orang akan suka, membicarakan hal-hal yang membuatnya tertarik. Misalnya, topik tentang hobi. Akan tetapi, ada baiknya kamu mencari tahu lebih dalam mengenai hobinya tersebut. Jangan sampai dia sudah berbicara panjang lebar, tapi kamu gak mengerti sama sekali. Ah, itu mah gak asyik!
Jika kamu benar-benar paham apa yang sedang kalian bicarakan, dan bisa menimpali dengan tepat. Tentu, dia akan senang sekali punya pasangan yang bisa diajak diskusi tentang hobinya.
2. Tentang pekerjaan
Dunia kerja memang penuh warna. Dengan mendorong dirinya untuk bercerita, setidaknya bisa membuat dia lega, ketika ada unek-unek yang ingin disampaikan, tapi gak tahu mau cerita ke siapa.
Karena sebagian orang ketika ada hal yang tidak disuka, rasanya bisa begitu lepas ketika sudah diceritakan ke orang lain. Sehingga gak lagi terasa sebagai beban atau tekanan.
3. Kabarnya hari itu
Saat mengobrol, akan sangat mudah untuk terjebak membicarakan mengenai diri sendiri. Bila kamu ingin membuat cowokmu nyaman, cobalah tekan egomu, dan tanyakan mengenai kabarnya atau hal-hal yang ingin ia ceritakan. Apakah hari itu menyenangkan, atau ada hal yang membuatnya kesal.
4. Kuliner
Ini cocok banget bila kamu dan pasangan kebetulan memang sama-sama doyan makan. Kalian bisa bertukar pengalaman mengenai kuliner yang sudah pernah kalian coba, atau jika ada info-info terbaru tentang tempat makan enak yang patut kalian sambangi.
5. Impian-impiannya
Setiap orang punya impian. Dan tema ini bisa banget kamu jadikan topik obrolan. Pastikan, ketika mengobrol, kamu mendukung impiannya. Dia akan sangat bersyukur, jika kamu bisa menambahkan berbagai saran.
6. Kejadian terkini
Kamu juga bisa membahas tentang persoalan kekinian yang viral di media. Usahakan yang dibahas bersifat netral. Jika memang dia gak keberatan untuk membahas politik, baru deh, kamu bisa jadikan hal itu topik perbincangan kalian berdua.
Tapi, pastikan kalau kamu dan pasangan tipe open minded, ya. Kalau engga, bisa berabe. Karena topik politik sangat rentan bikin orang jadi terpecah-belah.
Nah, itu dia beberapa topik yang bisa kamu bicarakan pada pasangan, supaya cowokmu jadi tertarik. Ada tambahan lagi?
Baca Juga
-
Episode 2 'Love Your Enemy': Rating Melonjak, Cinta & Rivalitas Makin Seru!
-
Anak Sering Berbohong? 4 Hal yang Bisa Orangtua Lakukan untuk Mengatasinya
-
4 Alasan Komunikasi yang Efektif di Tempat Kerja Sangat Penting
-
4 Jenis Makanan Terbaik untuk Program Hamil, Perhatikan Kata Pakar!
-
4 Kualitas Ini Sering Dimiliki oleh Mereka yang Jago Jualan, Pelajari!
Artikel Terkait
-
4 Cara Smart Tunjukkan Kamu Cerdas Tanpa Harus Banyak Bicara
-
Pacar Bule Millen Cyrus Ngaku Open Minded Tentang Status Transgender Kekasihnya, Seperti Apa Ciri-Cirinya?
-
Fixed Mindset Bikin Performa Hidup Jadi Tak Ada Kemajuan? Ini Penjelasannya!
-
4 Zodiak yang Dikenal Open Minded dan Tidak Memihak, Si Paling Objektif!
-
3 Cara Membiasakan Diri Jadi Orang Open Minded, Jalin Relasi Seluasnya!
Lifestyle
-
HP Panas Padahal Gak Main Game? Waspada, Mungkin Ada "Tamu Tak Diundang" Lagi Ngintip
-
OPPO Watch X3 Mini Bocor, Siap Jadi Smartwatch Andalan dengan Fitur Premium
-
4 Inspirasi Outfit Jaket ala Ian Hearts2Hearts, Youthful dan Trendy Abis!
-
4 Outfit Hangout ala Chaeryeong ITZY, Effortless tapi Tetap Standout!
-
Anti-Bokek! Ini 5 Ide Bisnis Menjanjikan Pasca-Lebaran yang Wajib Dicoba
Terkini
-
Novel When My Name Was Keoko, Perjuangan Identitas di Bawah Penjajahan Jepang
-
Bukan soal Nominal, Ini Alasan Pentingnya Menghargai Nilai dari Uang Kecil
-
Menjaga Kesehatan Mental dengan Bercerita dalam Buku Psikologi Cerita
-
Dinamika Kehidupan dan Filosofi Man Shabara Zhafira dalam Karya Ahmad Fuadi
-
Klaim 100 Persen Rampung di Aceh: Keberhasilan Nyata atau Tabir Pencitraan?