Pernahkah kamu memiliki teman akrab yang tiba-tiba hilang dari pergaulan dan ketika bertemu, penampilan dan kepribadiannya berubah drastis? Mungkin tampak buru-buru jika kita menilai perubahan sikapnya lantaran sang kekasih terlalu posesif.
Namun, menurut psikolog Ashley Hampton, seseorang kekasih yang posesif dapat mengontrol perilaku pasangannya tidak secara tiba-tiba, melainkan melalui proses dan langkah samar seperti perasaan cinta. Sayangnya, banyak orang tidak sadar jika pasangannya posesif. Lantas, apa saja ciri-ciri jika seseorang bersikap posesif?
1. Mengatur dengan Siapa Kita Bergaul
Seseorang yang posesif rentan mengatur pasangannya soal pergaulan. Entah dengan siapa dia berteman, dia akan menentukan boleh tidaknya kita berteman.
2. Emosi yang Tidak Stabil
Ciri selanjutnya yaitu memiliki emosi yang tidak stabil. Kadang dia bersikap penuh perhatian, dan penyayang, namun tiba-tiba bisa menjadi marah apabila kondisi hatinya tidak baik. Bahkan ada yang sampai melakukan kekerasan fisik pada pasangannya demi melampiaskan emosi yang tidak terkendali.
3. Jarang Menghargai Pendapat Pasangan
Seringkali pendapat kita dimentahkan bahkan tidak dihiraukan, dan memaksakan kehendak pribadinya. Jarang sekali pendapat kita dihargai.
4. Mengawasi Aktivitas
Selalu mengontrol aktivitas kita. Sering berkirim pesan atau menelepon berulangkali apabila kita di luar. Dia akan marah jika kita tidak segera membalas pesannya.
5. Membuat Pasangan Merasa Bersalah
Orang yang posesif akan membuat pasangannya terus merasa bersalah meski sebetulnya tidak melakukan kesalahan. Dia akan membuat kita terus meminta maaf tiap kali ada percekcokan.
Demikianlah lima ciri pasangan posesif. Sebetulnya, sikap posesif yang dilakukan seseorang terhadap pasangannya memiliki banyak penyebab. Misalnya, insecure akibat trauma masa lalu.
Sifat insecure pada masa kecil kadang membekas pada diri seseorang sehingga terbawa ketika menjalin hubungan saat dewasa. Oleh karenanya, kita perlu memahami dan mencari akar masalah mengapa seseorang bersikap posesif.
Setelah itu, kita bisa mengomunikasikan pada pasangan jika selama ini kita merasa dikekang. Komunikasi yang baik tentu akan merekatkan hubungan. Barangkali dengan memahami masa lalunya, kita bisa mengatasi sifat posesif pasangan agar tidak terlalu berlebihan.
Tag
Baca Juga
-
4 Zodiak yang Gampang Baper dan Cepat Menangis, Siapa Saja Mereka?
-
Kamu Susah Move On dari Mantan? Bisa Jadi Ini Alasannya
-
Benarkah Kesehatan Mental Bisa Terganggu Akibat Candu Media Sosial?
-
Cara Mengatasi Deadlock saat Menulis, Simak Tips Berikut Ini!
-
5 Tips agar Cerpenmu Dimuat di Koran dan Media Online
Artikel Terkait
-
Atalia Praratya Ungkap Sifat Posesifnya pada Ridwan Kamil: Kini Diuji Isu Perselingkuhan
-
Dirumorkan Berpacaran, G-Dragon dan Han So Hee Berikan Bantahan
-
Sisi Psikologis di Balik Prioritas Materi dalam Hubungan Asmara Remaja
-
Lagu Apa Mungkin dari Bernadya, Potret Miris Self Blaming yang Hancurkan Hubungan Asmara
-
Cemburu dan Posesif, Suami di Jepang Dipolisikan usai Telepon Istri 100 Kali Sehari dengan Nomor Rahasia
Lifestyle
-
Gaya Street Style ala Moon Sua Billlie, Ini 4 Ide OOTD yang Bisa Kamu Coba!
-
4 OOTD Minimalis ala Yerin GFRIEND, Cocok untuk Gaya Harian yang Effortless
-
Penalaran Kata 'Mundhut': Sama-sama Predikat Kalimat, tapi Dilarang Ambigu!
-
Mudah Ditiru! 4 Gaya Hangout ala Bona WJSN yang Wajib Dicoba
-
4 Inspirasi Gaya Harian dari Yeri RED VELVET, Kece untuk Outfit Sehari-hari
Terkini
-
Review Novel 'TwinWar': Pertarungan Harga Diri di Balik Wajah yang Sama
-
Piala Asia U-17: Timnas Indonesia Kembali Gendong Marwah Persepakbolaan Asia Tenggara
-
Ulasan Webtoon Our Secret Alliance: Perjanjian Palsu Ubah Teman Jadi Cinta
-
Pemain PC Kini Bebas dari PSN! Sony Ubah Kebijakan Akun PlayStation
-
Timnas Indonesia, Gelaran Piala Asia dan Bulan April yang Selalu Memihak Pasukan Garuda