Hidup berdampingan dengan teknologi memang memudahkan siapa saja untuk mengakses informasi. Hadirnya Internet membuat siapa saja dapat mencari dan menyebarluaskankan informasi dengan sangat cepat. Namun, tak jarang kemudahan yang diberikan oleh teknologi justru disalahgunakan oleh sebagian orang.
Saat ini, pengguna teknologi dapat dengan mudah mengakses karya orang lain, baik karya berupa visual maupun tulisan. Siapa saja dapat melihat karya seseorang melalui mesin penelusuran. Sayangnya, kemudahan ini justru bisa membawa khalayak pada plagiarisme. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, plagiarisme adalah pengambilan karangan (pendapat dan sebagainya) orang lain dan menjadikannya seolah-olah karangan (pendapat) sendiri.
Plagiarisme merupakan tindakan yang sangat merugikan, baik merugikan pihak yang dijiplak maupun pihak yang menjiplak. Berikut lima alasan mengapa plagiarisme dilarang.
1. Tidak Percaya Diri
Karya yang baik adalah karya yang dihasilkan oleh diri sendiri. Seseorang yang terbiasa melakukan plagiat, tidak akan memiliki percaya diri yang tinggi. Mereka akan cenderung meragukan kemampuannya sendiri.
Apabila sudah terbiasa melakukan plagiat, maka akan sulit bagi kamu untuk berkembang. Kebiasaan itu akan tumbuh subur pada diri kamu dan sulit dihilangkan. Tentunya tindakan ini dapat mencoreng nama baikmu kapan saja.
2. Sikap Malas Akan Mendarah Daging
Jika kamu terbiasa melakukan plagiat, sikap malasmu akan mendarah daging. Malas yang sudah mendarah daging akan merugikan diri kamu sendiri loh.
Berusahalah untuk membuat karya terbaik versi kamu. Sebab, jika kamu terus mengandalkan karya orang lain, kamu akan kesulitan untuk menyusun kalimat, kutipan, dan sebagainya. Bayangkan kalau tindakan ini kamu lakukan seumur hidupmu, tidak ada yang akan kamu dapatkan.
3. Menghambat Perkembangan
Melakukan tindakan plagiarisme bisa menghambat perkembangan kamu. Sebab, jika kamu terbiasa menjiplak karya seseorang, tanpa kamu berusaha dengan kemampuanmu sendiri, kamu tidak akan berkembang karena kamu tidak akan belajar dari kesalahan dan pengalaman. Kreatifitasmu akan tumpul jika tidak dikembangkan.
Seseorang akan menjadi pandai jika ia berusaha dan selalu belajar dari kesalahan. Maka, hindarilah tindakan ini karena selain dapat merugikan seseorang yang kamu jiplak, ini juga sangat merugikan diri kamu.
4. Tidak Menghargai Buah Pikir Orang Lain
Salah satu cara menghargai seseorang adalah dengan tidak menjiplak apa yang seseorang itu hasilkan. Seseorang membuat suatu karya dengan usaha dan perjuangan yang sangat besar. Jika seseorang menjiplak persis karya yang telah dibuatnya, tentu sebagai pembuat karya akan merasa tak dihargai. Yuk jaga perasaan satu sama lain.
5. Meruntuhkan Tembok Kejujuran
Memilih untuk melakukan tindakan plagiarisme artinya kamu paham bahwa kamu melakukan tindakan yang tidak terpuji. Plagiarisme tidak bisa dibenarkan, karena sama saja seperti mencuri karya orang lain. Jika budaya bohong sudah melekat pada diri kamu, kapan saja kredibilitasmu akan turun dan orang-orang di sekitarmu tidak akan percaya lagi padamu. Kejujuran adalah hal yang paling mahal.
Nah, itulah lima alasan mengapa plagiarisme dilarang. Biasakan untuk berusaha menciptakan karya terbaik versi kamu ya!
Baca Juga
-
Persiapan Beasiswa Tidak Cukup 1 Bulan Saja, Ini 6 Alasannya
-
5 Rekomendasi Beasiswa Fully Funded untuk Lanjut Studi di Luar Negeri
-
10 Rekomendasi Podcast Spotify untuk Belajar Listening English British, Wajib Dicoba!
-
5 Rekomendasi Podcast Spotify untuk Belajar Listening English
-
5 Tips agar Hubungan Kamu dan Si Doi tetap Langgeng, Hindari Kata Ini
Artikel Terkait
Lifestyle
-
Dari Casual sampai Formal, 4 Ide Outfit Minimalist Classy ala Roh Yoon Seo
-
5 HP Samsung Kamera OIS Terbaik, Hasil Videonya Mirip Kelas Flagship!
-
4 Ide OOTD Summer Dress ala Aktris Korea yang Mudah Ditiru, Stylish Abis!
-
Budget 4 Jutaan? 5 HP Gaming Ini Bisa Push Rank Tanpa Lag
-
3 Tempat Makan di Surabaya yang Bikin Anak Kos Bisa Bertahan Akhir Bulan
Terkini
-
Review Film Smile: Drama Horor Psikologis dengan Kejutan Maut yang Nyata!
-
The Black Lizard: Duel Kecerdasan Detektif dan Ratu Kriminal yang Menegangkan
-
Derita Selisih Stock Opname Toko, saat Karyawan Jadi Samsak Omelan Bos
-
Ulasan Novel Lara Rasa, Menata Ulang Masa Depan Sebelum Usia Tiga Puluh
-
Buku Ayah, Ini Arahnya ke Mana, Ya?: Teman Anak-Anak yang Kehilangan Ayah