Hidup
Hanya menunda kekalahan….
Di suatu siang saat aku terjebak dalam pikiran, sambil mendengarkan alunan lagu dari Banda Neira, sepotong kalimat berhasil menghujam hati. Tidak, menghujam sanubari dan menumbuhkan kesadaran bahwa manusia akan kalah pada waktunya. Suatu lirik yang meruntuhkan pertahanan diri….
Puisi dari Maestro Legendaris, Chairil Anwar
Derai Derai Cemara aslinya adalah puisi karya Chairil Anwar, yang dirilis pada tahun 1949, beberapa hari sebelum ia meninggal. Sekilas, puisi ini cenderung fokus pada satu hal yakni: pohon cemara. Namun, menelisik sepak terjang Chairil Anwar yang selalu menyisipkan nilai-nilai kehidupan dalam setiap karyanya, maka tidak mungkin puisi ini kosong.
Cemara menderai sampai jauh
Terasa hari akan jadi malam
Dan ketika lirik Derai Derai Cemara diaransemen oleh Banda Neira, kesan mewah, klasik, eksotis, merinding, dan membuat tangis berhasil disajikan dalam nafas-nafas dawai mereka.
Melodi Dawai dan Duet Ananda Badudu Bersama Rara Sekar
Melansir kanal Youtube Banda Neira, Derai Derai Cemara dirilis pada 7 Maret 2016. Vokalnya diisi oleh Ananda Badudu dan mantan personel Banda Neira, yakni Rara Sekar yang suaranya ‘bernyawa’ sekali disini.
Terdapat juga Trio Dawai yang turut mendampingi Derai Derai Cemara hingga menjadi lagu yang menjebak sanubari. Ada Jeremia Kimosabe di bagian cello, Suta Suma di bagian violin, dan Dwi Ari Ramlan pada bagian viola. Diimbangi juga dengan aransemen piano dan dawai oleh Gardika Gigih.
Terdengar Seperti Lullaby yang Menyesakkan
Derai Derai Cemara memang disajikan dengan melodi pelan nan kalem, beriringan dengan petikan dawai dan piano yang merasuk. Pada part Ananda Badudu di awal, vibes-nya terasa tegar, kuat, tetapi menyimpan kerapuhan. Seperti mendapati prolog cantik dari sebuah cerita.
Begitu memasuki part Rara Sekar, kita akan dibawa hanyut pada kejatuhan, dan kerapuhan yang telah ada di titik keropos. Rasanya, ketegaran yang dijanjikan sebelumnya adalah semu, tidak nyata. Tidak ada lagi prolog dan khayalan manis, melainkan realita dan konflik yang akan membekas pada entitas manusia.
Aku mengagumi bagaimana Chairil Anwar menyajikan puisi yang bisa membawa pembaca pada momentum lalu. Juga Banda Neira yang sukses mempermainkan emosi lewat dawai dan eksekusi duo vokalisnya, serta berhasil menghasut pendengar untuk paling tidak meneteskan air mata.
Terharu, dan merasai bahwa kehidupan Sang Maestro mungkin tidak sebebas orde kita sekarang.
Hidup Hanya Menunda Kekalahan
Hidup
hanya menunda kekalahan
Tambah terasing dari cinta sekolah rendah
Sebelum pada akhirnya
Kita
Menyerah…
Bagiku pribadi, lagu ini berhasil menghujam hati dan seketika memutus bara kebencian yang menyala. Seperti mendapatkan peringatan, bahwa manusia tetap akan memperoleh akhir dari waktu yang tidak disangka-sangka.
Kehidupan yang singkat ini terlalu memilukan bila harus diisi dengan kebencian. Namun, benarlah bahwa aku sekarang orangnya bisa tahan, sudah berapa waktu bukan kanak lagi. Namun dulu memang ada suatu bahan, yang bukan dasar pertimbangan kini…
Namun, kembali lagi pada entitas manusia yang sejatinya memiliki sisi kanan dan kiri. Dan ada beragam motif yang membuat mereka akhirnya memilih satu sisi alih-alih berjalan bersisian. Kendati demikian, Derai Derai Cemara bak memperingati bahwa setiap pilihan tentu memiliki konsekuensi dan resiko sendiri-sendiri.
Pada diriku sendiri, aku selalu mematri peringatan bahwasanya: hidup hanya menunda kekalahan semata…. Namun, tetap ada kehidupan yang layak untuk diperjuangkan, dan hak-hak manusiawi yang harus selalu bertumpangan.
Baca Juga
-
Review Fatal Proximity to Him: Poster Bikin Kepincut, Eksekusi Agak Kecut
-
Don't Disturb Me Farming: Love-Hate yang Dibalut Pertanian dan Peternakan
-
Ulasan Drama Love For You: Saat Hidup Nyeseknya Zhang Jing Yi Nembus Layar
-
Love's Ambition: Akting Sedih Zhao Lu Si yang Patahkan Genre Romansa CEO
-
Gaji Stagnan Harga Barang Naik, Masihkah Orek Tempe Worth It Jadi Penyelamat?
Artikel Terkait
-
Obat Overthinking: Mengapa Lagu 'Kan Terus Kutulis' dari Banda Neira Wajib Kamu Dengar
-
Banda Neira 'Tak Apa Akui Lelah': Enak Didengarkan, Lirik Relate Dirasakan
-
Mendagri Puji Pesona Alam Hingga Kekayaan Sejarah Banda Neira Saat Resmikan Banda Heritage Festival
-
Napak Tilas Penyair Legendaris, Falcon Pictures Hadirkan Film Chairil Anwar
-
Kisah Penyair Legendaris Chairil Anwar 'Si Binatang Jalang' Bakal Diangkat ke Layar Lebar
Ulasan
-
Review Lupin Part 4: Kolaborasi Teknologi Modern dan Trik Penyamaran Klasik
-
Sibuk Parah tapi Tetap Butuh Kafein? Kopi Susu Botolan Ini Siap Bikin Harimu Auto Produktif
-
Novel Chronicles of Natha: Misi Balas Dendam dan Penyamaran Putri Ayana
-
Menelusuri Benang Merah Kekerasan dalam Kisah-kisah Absurd Tiga dalam Kayu
-
Manuskrip yang Ditemukan di Accra: Tentang Kehidupan dan Keberanian Menghadapi Ketidakpastian
Terkini
-
Bukan Cuma Melindungi, 4 Dark Spot Sunscreen yang Bikin Warna Kulit Merata
-
Sinopsis Bad Day, Kisah Seorang Ibu yang Ditimpa Kesialan Bertubi-tubi
-
Belajar Menelaah Kejamnya Realita Dunia Kerja melalui Perpisahan CR7 dengan Timnas Portugal
-
BPS Catat Ekonomi Tumbuh 5,47%: Mengapa Dapur Rakyat Justru Makin Tercekik?
-
Stop Menunggu Sempurna! Membenahi Mindset di Buku Strategi Menuju Sukses