Film horor Indonesia seringkali terjebak dalam formula yang sama. Misalnya berkisah sekelompok anak muda, tempat terpencil, dan teror makhluk gaib yang datang satu per satu. Namun, Film Setan Alas! mencoba keluar dari pola tersebut dengan pendekatan yang lebih liar, satir, dan terasa sangat indie.
Disutradarai Yusron Fuadi, film dengan rating 17+ ini merupakan proyek panjang keduanya setelah Film Tengkorak (2018). Yusron Fuadi bisa dibilang sineas yang gemar bereksperimen dengan genre horor sekaligus mengkritiknya. Melalui Setan Alas!, dia nggak hanya membuat film horor, tapi juga seperti sedang ‘mengolok-olok’ berbagai adegan klise yang sering muncul dalam film horor Indonesia.
Film ini diproduksi Akasacara Film berkolaborasi dengan Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM). Sebelum mendapat jadwal tayang reguler di Indonesia, film ini telah meraih penghargaan di ajang Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) 2023. Yakni di kategori Best Film, Best Storytelling, dan Best Editing lho. Kece banget deh.
Yuk, Kepoin Kisah Film Setan Alas!
Film yang turut dibintangi Adhin Abdul Hakim, Anastasya Herzigova, Anggi Waluyo, Haydar Salishz, Winner Wijaya, Ibrahim Alhami, dan masih banyak lagi, rupanya mengisahkan lima mahasiswa yang memutuskan berlibur ke sebuah vila terpencil yang berada di tengah hutan.
Perjalanan mereka diisi dengan obrolan ringan sekaligus candaan tentang berbagai mitos dan cerita horor yang sering muncul dalam film.
Mereka sempat bercanda tentang kemungkinan bertemu makhluk halus, sesuatu yang terasa klise dalam banyak film horor. Namun perlahan, candaan itu berubah menjadi kenyataan ketika kejadian-kejadian aneh mulai terjadi di sekitar mereka.
Sejak titik itu, liburan yang seharusnya santai berubah menjadi pengalaman yang menegangkan dan nggak terduga.
Klise banget kan kisahnya? Namun, jangan salah sangka dulu! Filmnya ternyata nggak semurahan itu lho. Simak lebih lanjut, yuk!
Review Film Setan Alas!
Sejak awal nonton, aku langsung merasa film ini berbeda dari kebanyakan horor lokal. Alih-alih membangun atmosfer seram ala-ala B-movie, Film Setan Alas! malah kayak lagi ‘bermain’ dengan berbagai aturan genre horor itu sendiri.
Aku merasa film ini punya pendekatan yang cukup meta. Banyak dialog dan situasi yang seolah-olah sadar bahwa mereka berada dalam sebuah film horor. Hal ini membuat ceritanya terasa segar sekaligus unik, terutama buat penonton yang sudah terbiasa dengan formula horor Indonesia.
Yang paling aku apresiasi tuh terkait semangat indie yang sangat terasa. Film ini seperti dibuat oleh sekelompok kreator yang benar-benar ingin bersenang-senang membuat karya, tanpa terlalu memikirkan standar industri mainstream.
Namun, tentu saja film ini tidak tanpa kekurangan.
Dari sisi akting, beberapa pemain terasa masih belum sepenuhnya lepas. Mereka sudah berusaha menampilkan performa terbaik, tapi ada momen di mana dialog terasa kaku sehingga percakapan antar karakter menjadi sedikit melelahkan untuk diikuti.
Selain itu, penyuntingan filmnya. Terutama pada bagian awal, terasa agak berantakan. Sepertinya ada usaha untuk membuat ritme yang dinamis, tapi hasilnya malah membuat alur terasa sedikit kacau.
Masalah lain yang aku rasakan adalah aturan dunia ceritanya yang kurang jelas. Ada beberapa keputusan karakter yang terasa kurang memiliki dasar kuat dalam cerita, sehingga dunia yang dibangun film ini terasa belum sepenuhnya solid.
Meski begitu, aku tetap mengapresiasi ambisi film ini. Yusron Fuadi dan Anindita Suryarasmi terlihat mulai menyeimbangkan gaya penulisannya agar nggak terlalu larut dalam ide-idenya sendiri. Beberapa adegan yang sebelumnya mungkin akan terasa terlalu panjang terasa lebih terkendali.
Selain itu, film ini juga menghadirkan efek visual yang cukup mengesankan. Kombinasi antara CGI dan efek praktikal digunakan dengan baik, meski bermodalkan buget rendah. Bahkan ada satu scene yang terasa seperti penghormatan pada film yang punya adegan ikonik kayak dari Film Inception.
Begitulah, Sobat Yoursay. Jika kamu mencari sensasi horor yang berbeda dari formula biasa, Film Setan Alas! yang rilis bioskop pada 5 Maret 2026 jelas film yang layak dicoba. Lekaslah ke bioskop dan selamat nonton, ya.
Baca Juga
-
Dibalik Estetika yang Memanjakan Mata, Another World Mengajarkan Cara Berdamai dengan Masa Lalu
-
Film Colony dan Kaitannya dengan Sains yang Hilang Nurani dan Moralitas
-
Film Ghost in the Cell Kini Tayang di 148 Negara, Masa Kamu Nggak Mau Tahu?
-
Berani Tampil Nyentrik, Masters of the Universe Menampar Tren Film Fantasi Masa Kini
-
Ulasan Film Monster Pabrik Rambut: Ketika Kapitalisme Menumbuhkan Monster
Artikel Terkait
-
Scroll X Ketemu Setan: Rahasia di Balik Suksesnya "Cuan" Film Horor Jalur Viral
-
Tamu Tak Teduga di Pesantren Kilat
-
Sebuah Kritik Tajam Pakem Horor Indonesia: Ulasan Film Setan Alas!
-
Lebaran Masih Lama, tapi Pesugihan Massal Udah Mulai di Bioskop: Review Film Setannya Cuan!
-
Sinopsis Warung Pocong, Gaji Rp50 Juta Per Bulan Berujung Teror Mencekam
Ulasan
-
Review Teach You a Lesson: Keadilan Datang dengan Cara yang Tidak Biasa
-
Ulasan Dating in the Kitchen, Drama Kuliner yang Dibintangi Zhao Lusi
-
What's Wrong With Secretary Kim: Sinematografi Romansa dan Misteri Menyatu
-
Nothing Uncovered: Kisah Jurnalis yang Kehilangan Kendali atas Kebenaran
-
Dibalik Estetika yang Memanjakan Mata, Another World Mengajarkan Cara Berdamai dengan Masa Lalu
Terkini
-
4 Tone Up Cream Rice Water, Solusi Instan untuk Dapatkan Wajah Cerah Merata
-
Ironi Rupiah Rp18.000: Turis Malaysia Borong Barang, Warga Lokal Menjerit
-
Sedotan Kertas Makin Banyak Digunakan, Benarkah Lebih Ramah Lingkungan?
-
Di Bawah Rp1 Juta, FiiO EH13 Punya Fitur yang Ada di Headphone Rp2 Jutaan!
-
Harga Pertamax Rp16.250: Akankah Layanan GoRide Hemat Segera Dihapus?