Hubungan asmara yang baik akan mendukungmu untuk terus menjalin asmara dan ikatan. Namun, jika hubungan itu telah dirusak, maka tidak pantas dipertahankan. Lebih jelasnya, jika hubungan asmaramu dan pasangan sudah dilanda beberapa penyakit cinta, maka hubungan itu tidak layak diteruskan, apalagi diperjuangkan.
Nah, berikut enam penyakit yang membuat cinta tidak layak diteruskan, yaitu:
1. Membesar-besarkan masalah sepele
Ketika kamu salah bicara, kekasihmu langsung menganggap yang tidak-tidak. Saat kamu melakukan kesalahan kecil, kekasihmu tidak mau memaafkanmu. Ketika situasi buruk terjadi, bukan mencari solusi, kalian malah berargumen tanpa henti. Hal ini terjadi karena kekasihmu enggan memberikan kontribusi atau usaha untuk membuat hubungan harmonis lagi.
2. Kehadiranmu diabaikan
Saat awal jadian, pasangan memperlakukanmu dengan spesial, seolah kamulah satu-satunya orang yang dia puja. Dia mau melakukan apa saja buatmu dan dia selalu memujimu habis-habisan. Sekarang, jangankan melakukan apa saja untukmu, dia nyaris tidak pernah memujimu dan rasanya kamu bukan lagi prioritas utama baginya.
3. Tidak ada waktu bersenang-senang
Harusnya hubungan asmara yang kamu jalani menambah kebahagiaanmu. Harusnya pasangan bisa membuatmu tertawa dan tersenyum, bukannya cemberut, frustasi, dan marah-marah terus. Kalau pasangan tidak bisa lagi membuatmu tersenyum, tidak mau lagi menyemangatimu, dan memotivasimu agar kamu lebih baik, sebaiknya akhiri saja hubunganmu dengannya.
4. Kepercayaan mulai dikhianati
Hubungan asmara yang sehat bisa rusak tanpa kepercayaan. Kalau kamu tidak bisa memaafkan pasangan dan tidak sanggup lagi menyelesaikan masalah kepercayaan sampai tuntas, untuk apa hubungan dipertahankan lagi? Yang ada, kamu hanya curiga, posesif, dan berasumsi pasangan pasti akan melakukan kesalahan lagi. Daripada mentalmu lelah dan kamu menyakiti pasangan, mending putuskan saja.
5. Sudah tidak ada gairah
Meski seks bukan segalanya dalam hubungan asmara, tapi penting untuk kalian yang sudah halal dalam menjaga keintiman dengan sentuhan, perhatian, dan gairah untuk menjaga cinta agar tetap tumbuh di antara kalian. Kalau kamu dan pasangan malas atau malah risih untuk melakukannya lagi, berarti gairah dan keintiman sudah padam. Untuk apa kamu bertahan dengan orang yang sudah tidak bergairah lagi?
6. Sudah tidak saling mencintai
Kamu bertahan dengan pasangan sebab kamu tidak mau sendirian atau kamu tidak sanggup menghadapi sulitnya memutuskan hubungan, atau kamu tidak ingin mengecewakan keluarga yang sudah mendukung hubungan kalian.
Apa pun alasannya, jika bukan karena cinta, kamu tidak perlu terus bertahan dalam hubungan tersebut. Kasihanilah dirimu, bertahan dalam hubungan meski kamu selalu disakiti. Kasihanilah pasangan, sebab dia tidak bisa bahagia bersamamu.
Itulah enam penyakit cinta yang apabila menjangkiti pasanganmu, maka lebih baik segera ajak putus atau cerai sebelum semuanya terlambat.
Baca Juga
-
Imajinasi Terjun Bebas Tanpa Batas dalam Buku Puisi Telepon Telepon Hallo
-
Kiat Jemput Karunia Tuhan yang Berkah Melimpah dalam Buku Dongkrak Rezeki
-
Diperkirakan Bakal Rilis Oktober 2025, Berikut Bocoran Fitur Terbaik Realme GT 8
-
HP Infinix Hot 60 Pro, Usung Chipset Helio G200 Terbaru Demi Dukung Produktivitas dan Gaming
-
Poco M7 Plus 5G Debut di India 13 Agustus 2025, HP Murah Rp 2 Jutaan dengan Baterai 7000 mAh
Artikel Terkait
Lifestyle
-
4 Low pH Cleanser Brightening, Diklaim Bikin Wajah Auto Bersih dan Cerah!
-
Bikin Look Lebih Fun! 4 Outfit Effortless ala Rei IVE Buat Pecinta Gaya Y2K
-
4 Serum Kandungan PDRN dari DNA Salmon, Rahasia Wajah Kenyal Bebas Kerutan!
-
Effortless Banget! 4 Look Kasual Chic Sunmi, Bisa Jadi Moodbooster Gayamu
-
Sweet Summer Vibes! 4 OOTD Kasual ala Joy Red Velvet, Bikin Gaya Fresh
Terkini
-
Melanie Subono Disemprot Artis DPR Gegara Hobi Protes Pemerintah, Siapa?
-
byebye oleh Min Jiwoon: Pesan Perpisahan yang Tenang, Tetapi Tegas
-
Tengah Didekati Klub Prancis, Calvin Verdonk Berpotensi Pecahkan Rekor Pribadi
-
Buktikan Cinta Sejati, Lirik TWS 'Nice to See You Again' Bikin Baper!
-
Di Balik Tagar #BoyMom: Kebanggaan atau Bias Gender Terselubung?