Organisasi tentu bakalan sulit berkembang jika anggota yang di dalamnya tidak aktif untuk terlibat, tidak memiliki inisiatif untuk berkembang. Padahal, sejatinya organisasi mampu memberikan wadah kepada anggotanya untuk bisa berkembang dan mengembangkan potensi yang dimiliki setiap anggota organisasi.
Hal demikian tentu menjadi tugas berat bagi para pengurus organisasi, terlebih kepada ketua organisasi. Pemimpin organisasi mesti mampu menjadi contoh dan mampu memberikan motivasi kepada anggota-anggotanya untuk dapat bergerak ke arah yang produktif, serta dapat bermanfaat pada anggota dan organisasi.
Memang tidak bisa dipungkiri bahwa setiap orang yang tergabung di dalam organisasi memiliki karakter yang berbeda, ada yang memang dasarnya kreatif meski tidak ada tiruan, namun ada juga anggota organisasi yang selalu butuh dorongan untuk bisa bergerak di organisasi.
Memunculkan insiatif pada anggota organisasi tentu tidak bisa muncul begitu saja, tentu perlu didorong dengan mumpuni supaya rasa inisiatif dari setiap organisasi dapat ditingkatkan dan dapat lebih produktif. Oleh karena itu, berikut enam tips sederhana guna meningkatkan insiatif anggota organisasi.
1. Tunjukan dampaknya kepada mereka
Dampak yang dimaksud di sini adalah hasil dari apa yang sudah mereka lakukan terhadap organisasi. Buktikan kepada mereka bahwa itu juga memberi manfaat bagi mereka.
Setelah anggota organisasi bisa merasakan manfaat bergabung di organisasi tentu mereka bisa lebih giat lagi meningkatkan kontribusinya. Beda halnya, jika mereka tidak bisa merasakan manfaat, tentu mereka akan malas melakukan hal inisiatif dan bisa saja meninggalkan organisasi.
2. Beri waktu dan fasilitas mengembangkan diri
Salah satu cara mendorong anggota organisasi untuk belajar adalah dengan memberinya waktu untuk melakukannya. Pemimpin organisasi mesti sadar dan mampu melihat potensi setiap anggotanya, kemudian diberikan wadah dan waktu bagi mereka untuk melakukannya dan mengembangkan potensi tersebut. Meski sering mengalami kegagalan, tetapi anggota harus yakin dan terus diberikan kesempatan pada anggota organisasi dalam mengembangkan dirinya. Dengan begitu, rasa inisiatif pun dapat terus dilakukan setiap harinya.
3. Contohkan terlebih dahulu
Memimpin dengan contoh adalah salah satu cara efektif. Sebelum menyuruh orang lain melakukan sesuatu mesti kita mencontohkannya terlebih dahulu supaya mereka yakin dan percaya diri, selain itu mereka juga akan merasa bahwa kita terlibat untuk membantunya. Dengan memberikan contoh inisiatif, maka anggota organisasi dapat melihat bukti bahwa pemimpinnya membimbing mereka.
4. Bersikap terbuka
Bersikap terbuka terhadap anggota organisasi tentu melibatkan anggota dalam setiap keputusan yang akan diambil oleh organisasi. Terbuka tentang tantangan yang dihadapi organisasi, tentu dapat memberikan kesempatan kepada mereka untuk mengambil hal inisiatif dan melakukan kegiatan yang dapat berdampak positif.
Ketika di dalam organisasi tidak dilandasi dengan keterbukaan bukan hanya tidak membuat anggota organisasi tidak memiliki sifat inisiatif, tetapi dapat membuat organisasi tidak bisa bertahan lama dan anggota organisasi dapat meninggalkannya karena ada yang disembunyikan di dalam organisasi, padahal organisasi sejatinya milik semua anggota.
5. Berilah peluang lebih
Pemimpin organisasi mesti memperhatikan setiap anggotanya dengan memberikan setiap proyek-proyek yang ada, entah itu skala kecil maupun besar, di dalam atau pun di luar organisasi. Dengan begitu, anggota organisasi akan lebih semangat untuk melangkah dan terus belajar, sehingga ia dapat lebih meningkatkan rasa inisiatif yang dimiliki.
6. Memberikan apresiasi
Anggota organisasi yang sudah melakukan gerakan inisiatif, maka pemimpin dan organisasi mesti memberikannya apresiasi dan mendukung setiap rasa inisiatif yang dilakukan, walau kadang tidak terlalu maksimal. Hal itu dapat menjadi pendobrak bagi anggota untuk terus melakukan hal inisiatif dan dapat lebih mengembangkannya menjadi lebih baik lagi. Namun, dengan catatan pemimpin anggota organisasi selalu mendukung dan memberikan pengarahan jika ada yang tidak sesuai.
Baca Juga
-
Kuota Hangus: Kita Beli, tapi Nggak Pernah Punya
-
Upgrade Instan ala Naturalisasi: Jalan Pintas yang Kadang Nggak Sesingkat Itu
-
Bukan Kurang Doa, Tapi Memang Sistemnya yang Gak Rata: Curhat Kelas Proletar
-
Sound Horeg: Antara Kebisingan dan Hiburan
-
Dari Eco-Pesantren Hingga Teologi Hijau: Cara NU dan Muhammadiyah Mengubah Iman Jadi Aksi Lingkungan
Artikel Terkait
Lifestyle
-
5 Ide Outfit Kantoran ala Song Hye Kyo, Elegan dan Formal Banget!
-
Makeup Anti Ribet! 5 Serum Concealer Ini Siap Buat Wajahmu Cantik Seketika
-
5 Pilihan Spray Serum Bi-phase untuk Hasil Wajah Sehat dan Bercahaya
-
5 Rekomendasi Body Lotion dengan Kandungan Retinol untuk Cegah Penuaan Dini
-
Bahaya Mikroplastik di Kamar Tidur: Lakukan 7 Hal Ini Malam Ini Sebelum Terlambat!
Terkini
-
Beda Kelas! Saat Steven Wongso Jadikan Obesitas Bahan Hinaan, Ade Rai Justru Bongkar Bahayanya
-
Sisi Gelap Bertahan dalam Luka yang Digambarkan Lagu Berkaca-kaca
-
Seni Bertahan Hidup dengan Gaji UMR yang Habis Sebelum Bulan Berganti
-
Ketika Bernadya Rela Pakai Kacamata Demi Satu Orang: Review Jujur Lagu "Rabun Jauh"
-
UMR Tinggi, Tapi Kenapa Hidup Tetap Terasa Berat? Catatan Perantau di Batam