Memiliki seorang anak adalah anugerah besar dari Sang Kuasa kepada sebuah keluarga. Seseorang pria dan wanita yang mengikatkan diri dalam membentuk sebuah keluarga, sudah pasti menginginkan memiliki anak.
Anak dianggap sebagai sesuatu yang sangat diharapkan dan sebagai sosok generasi penerus dalam keluarga, bangsa dan negara dengan tujuan untuk mewujudkan cita-cita keluarga dan negara.
Oleh karena itu, anak begitu berharga dalam keluarga. Berikut 4 ( empat) alasan anak adalah harta berharga dalam keluarga.
1. Anak generasi penerus dalam keluarga
Anak adalah generasi penerus dalam keluarga, sehingga menjadi sosok yang berharga. Apalagi dalam suku Batak dan bahasa batak dikenal istilah anakku adalah harta berharga bagiku (anakhon hi do Hamoraon di Ahu) dan penerus marga dalam keluarga.
Jadi, anaklah tonggak utama penerus hal-hal positif yang diajarkan di keluarga dan harus disajikan di dalam masyarakat.
2. Anak sebagai citra keluarga
Alasan kedua kenapa anak sebagai harta berharga dalam keluarga adalah anak sebagai citra keluarga. Maksudnya adalah ketika anak nakal, jahat dan suka melakukan tindak pidana, maka citra keluarga juga jelek dan akan jadi bully-an di masyarakat.
Anak itu adalah cerminan dari keluarga. Orang lain akan tahu bagaimana kehidupan sebuah keluarga melihat dari perilaku atau tingkah laku anak tersebut.
3. Anak generasi pemimpin sebuah negara
Alasan ketiga adalah anak generasi pemimpin sebuah negara. Jadi, sosok anak begitu berharga atau kekayaan dalam sebuah keluarga dan negara.
Ketika anak bisa menjadi pemimpin, misalnya jadi presiden, menteri maupun pejabat tinggi negara, maka yang bangga adalah orangtuanya. Ketika anak menggapai cita-citanya maka orangtuanya yang bangga.
4. Anak sebagai sosok yang merawat dan menjaga orangtuanya
Alasan terakhir yang paling penting kita ketahui adalah anak sebagai sosok yang merawat dan menjaga orangtuanya. Ketika orangtua kita sudah tua renta, sering sakit-sakitan, susah berjalan, susah makan dan lainnya, maka anaklah yang merawat dan menjaganya.
Anak harus berbakti pada orangtuanya. Anak punya hutang yang sangat berharga dan tak bisa dibayar memakai uang bagi orangtuanya. Karena itu, balasan dari anak kepada orangtua adalah merawat orangtuanya ketika sudah tua renta.
Keempat alasan tersebut, tentu telah memberi kita pemahaman, informasi dan wawasan baru kenapa anak itu kekayaan atau harta berharga dalam keluarga.
Setiap orangtua tidak akan ada yang ingin anaknya terjerumus pada kejahatan. Orangtua akan selalu ada pada anaknya agar dia jadi sosok membanggakan.
Baca Juga
-
Merenungkan Kembali 1 Juni: Sudahkah Kita Menjadi Pancasilais yang Sebenarnya?
-
Jebakan Asmara Digital: Mengapa Love Scamming Harus Membuka Mata Hati Kita
-
Bijak Menggunakan Paylater: Kunci Kemudahan Hidup atau Jebakan Konsumtif?
-
Pentingnya Sebuah Kesadaran: Menilik Teguran Kepada Konten Kreator di IKEA
-
Sisi Gelap Internet: Ketika Privasi Menjadi Ruang Nyaman bagi Para Predator
Artikel Terkait
Lifestyle
-
Murah tapi Nggak Murahan, Ini Smartwatch Terbaik di Harga Rp2 Jutaan
-
Tak Perlu Putus-Sambung Bluetooth, Headphone Vivo Dukung 3 Gadget Sekaligus
-
4 Tinted Lip Balm di Bawah Rp50 Ribuan, Ciptakan Bibir Glossy dan Cerah
-
Melawan Arus Tren: Rahasia Converse Chuck Taylor Tetap Relevan di Era Modern
-
4 Toner BHA Harga Murah Rp20 Ribuan, Eksfoliasi Sel Kulit Mati Cegah Komedo
Terkini
-
Dituding Menunggak Pajak, Agensi Ji Chang Wook Buka Suara
-
Drama The Scarecrow dan Potret Kegagalan Sistem Hukum dalam Kasus Hwaseong
-
Apocalypse Hotel Raih Best Media dan Best Comic di Seiun Awards ke-57
-
Dua Lawan Berat Menanti, Ini Target Utama Timnas Indonesia di FIFA Matchday Juni 2026
-
Tak Sekadar Game Anak, Roblox Jadi Wadah Kompetisi Musik dan Ruang Berkarya