Menjadi seseorang yang humoris dan selalu menularkan kebahagiaan adalah sebuah sikap baik dan berpahala. Tentu saja, menjadi orang humoris akan menjadi dambaan teman dan keluarga.
Sayangnya, menjadi orang yang humoris bukan berarti hidup kita selalu penuh dengan tawa. Tentu ada kalanya pula kita merasakan yang orang lain rasakan, sewajarnya seorang manusia.
Berikut ini adalah beberapa risiko yang kerap kali dirasakan oleh orang humoris.
1. Mengesampingkan masalah pribadinya
Tidak jarang, seorang yang sudah dikenal sebagai orang yang humoris akan sering mengesampingkan masalah atau perasaannya sendiri untuk tetap bersikap sama di depan orang lain.
Ketika dia ada masalah sendiri, dia akan berusaha untuk menutupinya dari orang sekitarnya. Bahkan ketika ia sedang dalam kondisi yang sulit sekali, ia akan berusaha untuk bersikap seperti biasa.
2. Lawakan pahitnya adalah hal yang dia rasakan
Seorang humoris biasanya akan meluapkan kepahitan hidupnya, kesulitan yang dialaminya, bahkan masalah yang sedang dihadapinya dengan sebuah lawakan yang akan mengundang tawa banyak orang.
Tanpa sadar lawakan yang dia suguhkan adalah perasaan yang sedang dia rasakan. Dia bisa menertawakan masalahnya sendiri ketika sedang bersama orang lain dan membuatnya merasa jauh lebih lega.
3. Sulit memiliki orang yang bisa dipercaya
Seorang yang humoris memang biasanya memiliki teman yang banyak. Sangnya, jumlah teman yang banyak tersebut tidak membuatnya mudah untuk membagikan cerita pribadinya. Sederhananya, dia akan sulit menemukan orang yang tepat untuk diajak curhat.
Pasalnya, kebanyakan temannya akan menganggap bahwa dia adalah orang yang lucu dan akan mudah menyelesaikan sesuatu, termasuk masalahnya sendiri.
Tidak jarang, ada pula teman yang seolah tidak percaya dengan kisah yang kita ceritakan. Dan menganggapnya hanya sebuah gurauan.
4. Sering merasa asing
Karena orang humoris biasanya adalah seseorang yang menciptakan keseruan di dalam sebuah forum atau setiap keadaan, dia akan sering merasa asing ketika dia tidak memulai sebuah candaan.
Padahal, ada masanya dia sedang tidak ingin mencairkan suasana atau dalam keadaan yang murung. Tapi dia tidak akan mendapatkan seseorang yang sama sepertinya ketika melihat temannya murung.
Itu dia 4 risiko yang kerap dialami oleh orang humoris. Bagaimana denganmu?
Baca Juga
-
Merenungkan Makna Hidup Melalui Novel Khutbah di Atas Bukit
-
Viral Isi Minyakita Hanya 750 ML, Bagaimana Hukumnya dalam Islam?
-
Mobil Terendam Banjir? Cegah Kerusakan dengan 5 Tips ini
-
Bapak Presiden, Buzzer adalah Musuh Besar Pendidikan Kita
-
Juara eAsian Cup, Berikut ini Profil 3 Pemain Timnas eFootball Indonesia
Artikel Terkait
-
Homo Homini Humor: Tertawa Dulu, Baru Sadar yang Ditertawakan Diri Sendiri
-
Jurang Humor Milenial vs Gen Z: Saat Plesetan Cerdas Kalah dari Meme Pisang Tanpa Konteks
-
Humor yang Membunuh Sains: Menyoal Sentilan Prabowo dan Narasi Anti-Intelektual
-
Merangkul Keragaman dengan Komedi di Buku Pahlawan Tanpa Tanda Tangan
-
Humor Jurnalistik: Belajar Menulis Tajam Tanpa Harus Mengernyitkan Dahi
Lifestyle
-
Bye Dehidrasi! 4 Hydrating Pad Berikan Efek Wajah Auto Lembap dan Sehat
-
5 Eyeshadow Nude di Bawah 50 Ribu, Cocok Buat Daily Makeup Fresh & Natural!
-
Tak Hanya Enak Dimakan, 5 Sheet Mask Alpukat Korea Ini Buat Kulit Glowing!
-
Kemewahan Jeda: 10 Menit Tidak Produktif Bukan Berarti Membuang Waktu
-
Infinix XBOOK 14 NEO, Laptop Tipis dengan Baterai 13 Jam dan RAM Bisa Diupgrade
Terkini
-
Mitos Ikan Pembersih: Sapu-Sapu Monster Invasif Penghancur Ekosistem
-
Lupakan Masa Lalu! XngHan&Xoul Semangat Gapai Masa Depan di Lagu High Beam
-
Kisah Ibu Misidah dan Perlawanan Sunyi Petani Karisma di Kulon Progo
-
Menakar Karisma Politik: Masuknya Rocky ke Istana Kuak Rapuhnya Warga Sipil
-
Paradoks Efisiensi: Menghemat Anggaran, Memperbesar Beban Sosial