'Tomo dan Tama' adalah sebuah komik yang dibuat oleh komikus Sandy Pu dan Rizki Goni. Komik yang diterbitkan oleh penerbit Bentang Komik pada tahun 2015 ini menceritakan kisah keseharian dua anak bernama Tomo dan Tama yang penuh humor dan menggelitik.
Sekilas, kehidupan Tomo dan Tama terlihat sebagaimana anak-anak biasanya yang polos dan lugu. Tamun, tingkah polah mereka tak jarang membuat dua karakter ini terlibat dalam dialog-dialog yang jenaka bersama orang-orang di sekitarnya.
Selain Tomo dan Tama, tokoh-tokoh yang terlibat dalam serial komik yang satu ini ada Om Ndoz yang menjadi keluarga asuh Tomo dan Tama. Ada pula Edy, teman sepantaran yang berasal dari keluarga yang berada, kemudian Aida yang merupakan adik dari Edy, serta Bayu yang menjadi karakter superhero idola dari Tomo dan Tama.
Secara umum, komik ini menceritakan kisah Tomo dan Tama dalam beberapa bagian. Yakni Tomo dan Tama saat berada di sekolah, ketika bermain, dan dalam kehidupan sosial.
Dari segi genre yang diangkat, sebenarnya saya masih belum bisa memahami jenis komik ini ingin dibawa ke mana. Apakah lebih ke komik humor dan satire dengan target pembaca dewasa? Tapi dengan melihat kepolosan dan kesederhanaan karakter Tama dan Tomo, komik ini kadang juga lebih cocok dibaca oleh anak-anak.
Jadi, bisa dikatakan bahwa komik ini bisa dibaca oleh semua kalangan, baik anak-anak hingga orang dewasa.
Kurang lebih seperti perpaduan serial Crayon Sinchan, Upin-Ipin, tapi dengan sentuhan lokal. Karakter Tomo dan Tama secara khusus masih terlihat sebagaimana khas anak-anak Indonesia.
Membacanya juga lumayan ringan karena bentuknya adalah komik strip yang terdiri atas 4 panel dalam 1 halaman. Tiap halaman selalu membawa judul yang berbeda tapi masih dalam tema serupa yang dikelompokkan dalam 4 bab.
Meskipun membawa narasi yang singkat, tapi penggambaran karakter Tomo dan Tama ini cukup ekspresif. Cerita yang dibawakan pun cukup sederhana sehingga mampu menarik pembaca dari segala segmen usia.
Gaya humor yang diangkat pun cukup sopan, tidak mengandung kata-kata yang kasar, meski pada beberapa bagian mengandung sisipan sindiran halus sehingga aman untuk dibaca oleh anak-anak.
Dari segi karakter, saya cukup suka dengan dinamika hubungan yang terjadi antara Tomo dan Tama ini yang lumayan relate dengan persahabatan atau pertemanan yang terjadi di sekitar kita. Yakni ketika dua karakter dengan pembawaan yang bertolak belakang tapi sebenarnya saling melengkapi.
Tomo dengan karakternya yang kalem, sementara Tama yang cenderung ekspresif. Di dunia nyata, tak jarang kita akan menemukan banyak hubungan persahabatan antara dua orang dengan karakter yang seperti ini. Karakter mereka saling mengisi, selayaknya teman berantem tapi sebenarnya peduli.
Hanya saja karena bentuknya komik strip yang singkat, maka pengembangan karakter terasa kurang mendalam. Tak ada konflik serius yang membuat komik ini terasa sedikit hambar.
Dari segi humor, sebenarnya saya juga masih sulit menangkap beberapa jokes ringan yang dilontarkan oleh komikus. Mungkin karena dialog-dialognya yang terlalu singkat, jadi beberapa bagian terkesan agak garing.
Namun terlepas dari hal tersebut, secara umum komik ini cukup menarik untuk ukuran komik lokal. Jadi, bagi kamu yang merupakan pencinta komik, Tomo dan Tama bisa menjadi salah satu pilihan bacaan yang cukup menghibur. Selamat membaca!
Identitas Buku
Judul: Tomo dan Tama
Penulis: Sandy PU dan Rizki Goni
Penerbit: Bentang Komik
Tahun Terbit: 2015
Tebal: 122 Halaman
Baca Juga
-
The Let Them Theory: Buku dengan Konsep Sederhana untuk Hidup Lebih Tenang
-
Buku Ya Tuhan, Desain Grafis, Deadline, Doa: Curhat Absurd Pekerja Kreatif
-
Refleksi Idul Adha dalam Pendidikan Anak di Buku Kiat Menjadi Guru Keluarga
-
Dear You: Antara Cinta, Patah hati, dan Kisah yang Tak Pernah Usai
-
Keyakinan yang Mengubah Realitas dalam Buku Spontaneus Healing of Belief
Artikel Terkait
-
Dari Komik ke Film, Garuda Eleven Siap Guncang Animasi Indonesia!
-
Potret Kehidupan Sub-Urban di Kota Besar dalam Buku Komik Gugug! Karya Emte
-
Ulasan Novel A Man Called Ove: Perjalanan Pria Tua yang Menggugah Hati
-
Novel Four Aunties and A Wedding: Pesta Pernikahan Berubah Menjadi Mencekam
-
Webtoon My Reason to Die: Kisah Haru Cinta Pertama dengan Alur Tak Terduga
Ulasan
-
Review Film I Want Your Sex: Saat Batas Antara Seni, Eksploitasi, dan Obsesi Menjadi Kabur
-
4 Isu Sosial dalam Novel Klasik Pride and Prejudice,Tak Hanya Kisah Cinta!
-
Review Film Agensi Rumah Tangga: Saat Isu Kerasnya PHK Dibalut Komedi Segar
-
The House with Nobody in It: Rumah Kosong yang Ternyata Tidak Sepi
-
Ulasan The Detective Is Already Dead Vol 1-4: Dialog Menggigit, Eksekusi Plot Bikin Menjerit
Terkini
-
Mekanisme Reshuffle Kabinet: Hak Prerogatif atau Batas Konstitusi?
-
Sinopsis Haiwaan, Film Kriminal Dibintangi Saif Ali Khan dan Akshay Kumar
-
Capek Pantau Medsos tapi Susah Berhenti? Kenali yang Namanya Doomscrolling!
-
Menolak Lupa September Hitam: Membedah Rentetan Pelanggaran HAM Indonesia
-
Minyak Sawit Lebih Efisien, Tapi Hutan Bukan Harga yang Boleh Dikorbankan