Tidak selamanya selalu bekerja dan melakukan sesuatu itu akan berdampak baik. Kok bisa? Tentu saja bisa, misalnya kamu terus-menerus belajar atau bekerja sepanjang waktu tanpa kenal istirahat, ujung-ujungnya sakit.
Biasanya, para pekerja dan pelajar yang terbiasa melakukan sesuatu secara rutin dan terus-menerus akan merasa tidak berguna dan merasa membuang-buang waktu ketika tidak melakukan apapun. Padahal, memang itu adalah jatah libur atau waktu untuk beristirahat.
Toxic productivityadalah suatu keadaan ketika seseorang merasa tidak pernah puas terhadap apa yang ia kerjakan, selalu menuntut kesempurnaan, merasa bersalah ketika tidak melakukan apapun, hingga obsesi yang tinggi dan berlebihan terhadap produktivitas.
Toxic productivity jika dilakukan terus-menerus akan berdampak buruk bagi dirimu sendiri, seperti kamu mudah mengalami stres, burnout, kelelahan, merasa tertekan, hidup tidak tenang, selalu menuntut diri untuk sempurna, dan lain sebagainya.
Kita harus bisa melawan kebiasaan Toxic productivity. Berikut ini adalah beberapa tips yang bisa dilakukan untuk melawan Toxic productivity.
Ini Tips Mengatasi Toxic Productivity
1. Fokus pada satu kegiatan besar
Membuat daftar kegiatan yang akan dilakukan selama 24 jam ke depan memang sangat membantu. Hal ini dapat membuat kita tahu harus melakukan apa serta bisa membuat kita lebih mengefisienkan waktu. Namun, jangan membuat daftar yang terlalu panjang hingga tidak ada jeda. Lebih baik buat daftar kegiatan yang benar-benar urgent dan harus segera diselesaikan saja.
2. Memberi motivasi diri dengan self reward
Bagaimanapun hasil akhir dari kegiatan yang dilakukan, kita harus bisa menghargai diri kita sendiri. Tidak ada manusia yang berhasil terus-menerus, terkadang kegagalan justru pengalaman berharga yang akan memberi banyak pelajaran. Beri diri sendiri reward, seperti makan enak, membeli barang-barang incaran, isitrahat yang cukup, atau sekadar jalan-jalan santai.
3. Membuat variasi kegiatan sehari-hari
Agar kita tidak terjebak dalam toxic productivity karena kegiatan sehari-hari yang terlalu kaku dan monoton serta itu-itu saja, kita bisa membuat variasi kegaitan baru. Misalnya, 1-2 jam dalam sehari, kita menyediakan waktu untuk bebas melakukan apapun, entah itu menonton drama, mendengarkan musik, tidur, atau kegiatan apapun yang terlepas dari rutinitas keseharian kita.
4. Manajemen stres dengan mengelola diri
Salah satu penyebab seseorang terjebak dalam toxic productivity adalah mindset atau pemikiran yang keliru, seperti misalnya seseorang yang sukses adalah seseorang terus berusaha sepanjang waktu. Memang hal tersebut tidak salah, tetapi bukan berarti orang sukses tidak mengenal isitrahat dan self reward. Kita harus bisa mengelola pikiran kita sendiri dan menjaga fisik dan psikis agar tetap sehat.
Itulah empat tips mengatasi toxic productivity. Setiap orang berhak untuk beristirahat, orang sehebat apapun tidak akan bisa bekerja atau belajar terus-menerus. Hidup ini juga perlu jeda. Ambil jeda, biarkan tubuh dan pikiran beristirahat.
Tag
Baca Juga
-
Bye Minyak Berlebih! 5 Rekomendasi Micellar Water Bikin Muka Matte Seharian
-
5 Sepatu Bola Terbaik 2026: Harga Mulai 100 Ribuan, Kualitas Nggak Main-Main
-
Membongkar Perempuan di Titik Nol: Kisah Nyata yang Lebih Ngilu dari Fiksi
-
Laptop Berat dan Susah Dibawa? Ini 5 Rekomendasi Paling Tipis dan Ringan!
-
Bye-Bye Mata Panda! 4 Eye Cream Korea Ini Bikin Area Mata Makin Cerah
Artikel Terkait
Lifestyle
-
Lenovo TA410: TWS Open Ear Murah dengan Bluetooth 7.0 dan Baterai hingga 48 Jam
-
Super Iconic, 4 OOTD Grungy Hip Hop ala Woojin LNGSHOT yang On Point!
-
Intip Bocoran iPhone 18 Pro, Hadir dengan Face ID di Bawah Layar dan Chip A20 Pro 2nm
-
5 Rekomendasi Makeup Palette Under 100K, Multifungsi dan Ramah di Kantong
-
Punya Koleksi Merchandise Piala Dunia? Simak 7 Tips Merawatnya Supaya Awet
Terkini
-
Dilema Orang Tua Cari Sekolah Anak: Negeri Rumit, Swasta Tak Ada Duit
-
Tips Mengoleksi Merchandise Piala Dunia 2026 untuk Penggemar Sepak Bola
-
Pra-Acara Day of Petroleum 2026: Konservasi Penyu, Tanam Pandan, dan Bersih Pantai di Patihan
-
Cara Saya Mengubah Kesepian Menjadi Ruang Terbaik untuk Mengenal Diri
-
Kompak Jadi Aib, Piala Dunia 2026 Tak Ubahnya Panggung untuk Permalukan Anak Emas AFC