Seringkali guru atau dosen memberikan tugas yang harus dikerjakan dalam bentuk kelompok. Entah tugas membuat makalah, menyusun proyek, dan lain sebagainya. Tentu saja ada berbagai macam alasan dan pertimbangan kenapa tugas kelompok merupakan hal yang dipilih oleh para guru dan dosen.
Ada banyak sekali manfaat ketika kita mengerjakan tugas secara berkelompok. Namun, di samping semua manfaat tersebut, tentu saja ada halangan dan rintangan yang akan kita hadapi ketika sedang mengerjakan tugas secara berkelompok.
Penting untuk membuat kerja kelompok lebih efektif agar tugas yang diberikan cepat selesai serta tidak membuang banyak waktu. Pasti kamu pernah niat awalnya ingin mengerjakan tugas bersama, malah berakhir ngobrol dan tugas jadi terbengkalai.
Berikut adalah beberapa tips yang bisa kamu terapkan agar kerja kelompokmu bisa berjalan dengan efektif dan tugas yang diberikan bisa selesai tepat waktu.
1. Sepakati konsekuensi bersama
Salah satu hambatan saat kerja kelompok adalah adanya anggota yang kurang berkontribusi atau tidak bisa diajak bekerja sama. Dia tidak berniat untuk ikut berdiskusi dan hanya ingin menumpang nama. Di awal terbentuknya kelompok, buat aturan bersama bahwa anggota kelompok yang tidak memberikan kontribusi apa pun akan dicoret namanya dari daftar anggota.
2. Membagi tugas dengan jelas
Langkah kedua yang bisa dilakukan adalah membagi tugas dengan jelas dan rinci. Kamu bisa membuat daftar apa saja yang harus dikerjakan sesuai dengan jumlah anggota kelompok, lalu persilakan anggota lain untuk mengisi bagian mana yang ingin mereka kerjakan. Hal ini dilakukan agar semuanya mendapat joblist dan tidak ada yang hanya menumpang nama.
3. Buat agenda yang terstruktur
Setelah membuat pembagian tugas dengan rinci dan setiap orang sudah memegang tugas masing-masing, buatlah agenda atau target waktu yang terstruktur, misalnya joblist pertama harus selesai tanggal sekian, sehingga joblist kedua bisa langsung melanjutkan tugasnya. Agenda yang terstruktur akan membuat tugas cepat selesai dan tidak saling bertabrakan satu sama lain.
4. Menghargai teman sesama kelompok
Setiap orang pasti memiliki kesibukan yang berbeda-beda. Jika kamu merasa keberatan dengan deadline joblist yang ditentukan oleh kelompok kamu boleh protes dan mengajukan opsi lain. Jika posisinya ada anggota kelompokmu yang merasa keberatan, kamu juga harus menghargai mereka. Intinya adalah saling menghargai dan memberikan solusi.
5. Jangan ragu mengutarakan pendapat
Biasanya, ada suatu kondisi ketika anggota kelompok yang lain diam saja sampai ada satu orang yang mengambil inisiatif terlebih dahulu. Kamu tidak usah ragu untuk memulai pembagian kelompok atau mengajak diskusi duluan, karena jika kamu ikut tidak bergerak, bisa jadi tugas kelompok kalian tidak akan selesai sesuai tenggat waktu yang telah diberikan.
Itulah lima tips yang bisa kamu lakukan agar kerja kelompok kamu dan teman-temanmu bisa efisien serta selesai tepat waktu. Tertarik untuk mencoba menerapkannya?
Baca Juga
-
3 Buku Parenting Rekomendasi Nikita Willy, Sukses Didik Anak Tumbuh Optimal
-
Bukan Sekadar Novel Geng Motor, Novel Areksa Ajarkan Arti Pengorbanan
-
Dapat Komentar Jahat soal Debut 'HyoRiSoo', Begini Reaksi Menohok Yuri SNSD
-
Haechan NCT Pamer Parfum Favorit dari Brand Lokal, Ini 7 Alternatif Lainnya
-
Skin Barrier Rusak? Perbaiki dengan 5 Pilihan Moisturizer Ini!
Artikel Terkait
Lifestyle
-
4 Masker Rambut Berbahan Mint yang Ampuh Usir Rambut Lepek dan Ketombe
-
AI Bisa Masuk ke Earbud! Snapdragon Sound Elite Gen 2 Resmi Diperkenalkan
-
Hapus Makeup Waterproof! 4 Cleansing Balm Tube Mini Anti-Ribet Buat Liburan
-
MediaTek C10 Max Bawa Performa AI 55 TOPS, Siap Jadi Penantang Snapdragon X
-
Intip Spek Huawei Mate 90 RS Ultimate: Kamera Periskop 200 MP dan Zoom Optik 12x Jadi Sorotan
Terkini
-
Sinopsis Irreplaceable, Dracin Terbaru Zhao Jin Mai dan Wei Da Xun di Youku
-
Good Talk GNFI di UAD: Pendidikan RI Dianggap Hanya Cetak Tenaga Kerja
-
Salma Rilis Lagu 'maha benar', Sindiran Keras Buat Netizen Julid dan Si Paling Paham Hidup Orang!
-
Korea Selatan Libatkan Warga Lawan Deepfake, Indonesia Bisa Belajar Apa?
-
Korps Kadet RI di Sekolah: Perlukah Bela Negara Jadi Ekstrakurikuler?