Pembaca pastilah pernah terluka hatinya. Entah diputus pacarnya, diselingkuhi pasangan atau bahkan ditinggalkan tanpa ada kata putus. Sakit deh hati ini. Luka hati jika tidak segera disembuhkan bisa menjalar menjadi sakit-sakit yang lain. Supaya tidak berdampak luas atas luka hati, kita perlu segera menyembuhkannya.
Berikut 7 langkah menyembuhkan luka hati.
1. Menerima sebagai sebuah kenyataan
Luka hati bisa diobati jika kita pasrah. Pasrah dengan menerima sebagsi sebuah kenyataan. Kenyataan yang harus dilalui dalam hidup. Memang sakit sekali. Namun ketika berdamai dengan luka hati, maka rasa sakit akan sirna. Cara pertama dan utama dengan menganggap itu sebagi kenyataan hidup belaka dan menjadi pengalaman sebagai masa lalu yang harus dilewati. Berdamai dengan kenyataan menjadikan luka hati bisa segera sembuh.
2. Berhentilah mencari informasi tentangnya
Ketika kita disakiti, misalnya karena diputus kekasih, sebaiknya kita tidak usah mencari informasi tentangnya. Kita harus berhenti mencari informasi tentang aktivitas dan pasangannya. Jika kita masih mencari info tentangnya, berarti kita belum move on. Ayolah lupakan dia dan stop mencari info apapun tentangnya. Hiduplah dengan diri kita sendiri. Biar kita bisa lepas dari bayang-bayang masa lalu.
3. Singkirkanlah barang-barang yang menjadi kenangan
Ketika kita terluka hati, misalnya putus dengan pacar, sebaiknya singkirkanlah sesuatu yang menjadi kenangan. Singkirkanlah barang-barang yang menjadi kenangan kebersamaan. Dengan menyingkirkan barang kenangan, berarti kita tidak kepikiran orang yang telah membuat luka hati. Dengan demikian, luka hati bisa segera sembuh.
4. Tuliskan pikiran dan perasaanmu
Luka hati berpengaruh pada pikiran dan perasaan. Pikiran susah. Perasaan sakit dan terluka. Leih baik tuliskan pikiran dan perasaan terluka tersebut ke dalam diari. Bisa dalam bentuk cerpen, puisi, pantun atau hanya tulisan sederhana saja. Dengan menuangkan dalam bentuk tulisan beban pikiran luka hati, bisa menghilang dan terekam dalam tulisan. Itu hampir sama dengan bercerita pada orang lain. Bedanya bercerita pada kertas atau media lain.
5. Fokuslah pada hobi atau kegemaranmu
Selain menuliskan pikiran, bisa juga melakukan hobi atau kegemaran. Dengan melaksanakan kegemaran, luka hati bisa luntur. Misalnya bermain sepak bola bersama teman-teman. Atau bahkan masak-memasak bagi yang suka masak. Dengan fokus fokus pada hobi, kita bisa melupakan dan menyembuhkan luka hati.
6. Mulailah berolahraga
Cara selanjutnya yaitu dengan berolahraga. Saat berolahraga, kita berkumpul dengan teman-teman. Bisa bercerita banyak hal dan bertemu banyak orang. Dengan demikian, luka hati akan sembuh walau perlahan.
7. Ikuti kegiatan yang positif
Cara ketujuh yaitu ikut kegiatan yang positif. Dengan mengikuti kegiatan yang baik dan positif, kita akan berpikir psitif dan luka hati cepat sembuh. Kita tidak terjerumus dalam lembah kegelapan dan negatif. Jangan lupa berserah diri pada Tuhan.
Demikian, 7 langkah sembuhkan luka hati. Semoga bermanfaat.
Baca Juga
Artikel Terkait
-
Agnez Monica Ungkap Alasan Putus Dengan Deddy Corbuzier : Kamu Pria Pertama yang Bikin Aku Aman
-
Kento Yamazaki dan Suzu Hirose Dikabarkan Putus Usai Rumor Tunangan
-
Mengapa Pasangan Bahagia Pun Bisa Berselingkuh?
-
Arti 'We're Doomed': Bentuk Kekecewaan dan Putus Ada Netizen
-
Ayam Geprek Jadi Jurus Damai, Kisah Kocak Pasangan Ini Buktikan Makanan Bisa Redam Emosi
Lifestyle
-
Elegan dan Manis! 4 Inspirasi Outfit Feminin ala Minnie (G)I-DLE
-
4 OOTD Minimalis ala Wooyoung ATEEZ yang Tetap Modis untuk Disontek!
-
Jadi Ibu Bijak, Ini 5 Tips Kelola Uang THR Anak
-
4 Skincare dengan Cactus Extract, Rahasia Hidrasi Kulit Tanpa Lengket!
-
4 Padu Padan Outfit Girly ala Wonyoung IVE, Cocok untuk Gaya Sehari-hari
Terkini
-
Ulasan Film Paddington in Peru: Petualangan Seru si Beruang Cokelat!
-
Ada LANY hingga Hearts2Hearts, LaLaLa Festival 2025 Umumkan Daftar Lineup
-
Review Novel 'Makhluk Bumi': Jadi Alien demi Bertahan di Dunia yang Gila
-
Ada Romcom Hingga Fantasi, 8 Drama Korea yang Tayang di Bulan April
-
Novel Larung: Kelanjutan Konflik dan Perjuangan Saman yang Kian Menegangkan