Perasaan enggak enakan untuk menolak permintaan orang lain terkadang membuat kita kewalahan sendiri. Ingin dituruti, tetapi kitanya juga lagi repot dan punya urusan sendiri. Ingin menolak untuk membantu, tetapi dikira tidak peduli dan cuek.
Agar bisa keluar dari zona enggak enakan, kita harus mengubah mindset atau pola pikir yang keliru, seperti harus bisa menyenangkan semua orang, harus selalu membantu orang, harus mengalah, dan keharusan lainnya.
Kita juga harus bisa menghentikan pikiran negatif seperti bagaimana kalau orang lain marah karena tidak kita bantu, bagaimana kalau mereka kecewa, sedih, atau kita dianggap egois. Berikut ini adalah beberapa cara atau langkah yang bisa kamu lakukan untuk menghentikan kebiasaan enggak enakan.
1. Beri jeda sebelum mengambil keputusan
Ketika kita diminta oleh seseorang untuk menolongnya, kita punya hak untuk berpikir terlebih dahulu apakah kita bisa dan mampu membantunya.
Jangan terburu-buru mengambil keputusan, apalagi jika bantuan yang akan kita berikan adalah sesuatu yang besar dan dapat memengaruhi hidup kita.Beri jeda sejenak, pikirkan segala risiko dan konsekuensinya.
2. Berpikir dengan rasional
Jika kita sudah mantap dan yakin bahwa bisa membantu orang lain tanpa mengorbankan diri sendiri, bantulah orang tersebut.
Berpikir rasional merupakan kunci agar hidup kita tidak sengsara dan mudah dimanfaatkan oleh orang lain begitu saja. Di dunia ini, ada banyak sekali orang baik tetapi tidak sadar bahwa kebaikannya dimanfaatkan secara berlebihan oleh orang lain.
3. Komunikasikan keputusanmu
Jika setelah berpikir rasional dan kamu merasa keberatan untuk membantu orang lain, kamu bisa mengatakan kepada dirimu sendiri bahwa kamu berhak untuk menolak membantu orang lain. Menolak bukan berarti kita egois, jahat, dan tidak peduli kepada orang lain.
Kita masih bisa menunjukkan kepedulian kita meskipun tidak bisa membantu secara langsung Penolakan yang diajukan bisa dengan memberikan saran, atau sama-sama mencari solusi bersama (win-win solution).
Itulah tiga langkah yang bisa kamu coba untuk mengatasi rasa enggak enakan untuk menolak membantu orang lain. Kita bukanlah pahlawan super yang harus siap sedia membantu semua orang. Kita juga pasti punya masalah sendiri. Tidak apa-apa jika sesekali kita ingin fokus kepada diri sendiri.
Baca Juga
-
The Bride Who Burned The Empire: Kisah Pemberontakan Seorang Putri
-
Lebih dari Sekadar Romansa, Ini Alasan Kenapa Kamu Wajib Baca Kokoronotomo: I Heart Tokyo
-
5 Primer Makeup untuk Pemula, Bisa Kamu Dapatkan di Bawah Rp50 Ribu!
-
Lika-liku Perasaan Remaja: Dear G Hadirkan Kisah Romansa Berbalut Teka-teki
-
Physical atau Chemical Sunscreen, Mana yang Lebih Aman untuk Ibu Hamil?
Artikel Terkait
Lifestyle
-
4 Padu Padan OOTD Outerwear ala Seonghyeon CORTIS, Buat Look Makin Chill
-
4 Spray Serum Bi-Phase Kunci Kulit Glowing Setiap Hari, Under Rp100 Ribuan!
-
4 Clay Mask Peppermint dengan Sensasi Cooling untuk Hempas Minyak Membandel
-
5 Clay Mask Mugwort Lokal untuk Wajah Lebih Bersih, Tenang, dan Bebas Kilap
-
5 Rekomendasi HP dengan Chipset Dimensity Terbaik 2026: Performa Kencang, Baterai Anti Boros
Terkini
-
Trauma Masa Kecil dan Topeng Sosial dalam Novel Andreas Kurniawan
-
Seraut Kenangan dalam Secangkir Kopi di Kedai Tempo Doeloe Kalisat Jember
-
Ulasan Novel The Whisking Hour, saat Naskah Teater Menjadi Nyata
-
Mendengar Suara Korban Teror Gas Sarin Tokyo dalam Buku Underground
-
Privasi Semakin Tipis di Era Digital: Ketika Hidup Jadi Konsumsi Publik