Pertemanan setelah menikah memang tidak bisa disamakan seperti sebelum menikah. Pasalnya setelah menikah, tentu saja kita akan lebih fokus kepada keluarga. Namun, memiliki teman merupakan salah satu hal yang menyenangkan karena memiliki dukungan positif di luar hubungan rumah tangga.
Bagaimanapun kita tetap harus menghormati pertemanan kita dan jangan memaksa untuk diutamakan. Pasalnya, setiap orang memiliki kesibukan sendiri-sendiri yang sebaiknya tidak saling mengganggu satu sama lain.
Berikut ini beberapa hal yang berubah dari pertemanan setelah menikah.
1. Sulit bertemu
Tidak seperti ketika masih lajang, dimana ketika ingin berkumpul tinggal langsung tancap gas. Ketika sudah menikah, bertemu dengan teman-teman harus terlebih dulu direncanakan.
Bukan setiap akhir pekan, akhir bulan pun belum tentu bisa melangsungkan pertemuan. Hal itu disebabkan karena kesibukan satu sama lain yang terkadang berbenturan.
2. Banyak yang menjauh
Banyak dari kita yang memilih untuk menjauhi teman karena merasa tidak lagi relate dengan kehidupan satu sama lain.
Karena sudah berumah tangga, rasanya tidak lagi cocok untuk bergaul dengan mereka yang masih melajang atau masih sibuk dengan dunia pendidikan.
Hal tersebut membuat pertemanan menjadi hambar dan tidak lagi saling bertukar kabar. Intensitas pertemuan juga semakin jarang dilakukan.
3. Waktu yang terbatas
Ketika sudah menikah apalagi sudah memiliki anak, kita memiliki waktu yang terbatas untuk menikmati waktu bersama teman-teman. Tidak lagi leluasa dan tidak lagi merasa bebas.
Izin suami dan rumah yang ditangani oleh orang yang tepat menjadi hal yang harus selalu dipertimbangkan.
Hal itu membuat beberapa orang kesulitan mengatur waktu untuk bertemu dengan teman-temannya karena disibukkan dengan urusan rumah tangga dan merawat anak.
4. Melibatkan lebih banyak orang
Sekalinya bertemu, setiap dari kita membawa pasangan dan anak. Hal tersebut menjadikan pertemuan melibatkan lebih banyak orang.
Meskipun lebih seru, namun melibatkan banyak orang juga akan membuat kita semakin banyak menimbang pertimbangan. Entah itu dari menyesuaikan lokasi, menyatukan waktu, dan lain sebagainya.
5. Percakapan lebih banyak lewat chat
Ketimbang bertemu, mungkin pesan melalui chat akan lebih sering dilontarkan. Meskipun demikian, kemudahan dalam berkomunikasi sangat membantu kita dalam menyambung komunikasi dengan teman-teman.
Meskipun sekadar lewat chat, namun beberapa kabar tetap bisa tersampaikan. Banyak hal yang masih bisa diceritakan meskipun tidak melibatkan pertemuan.
Itu dia perbedaan pertemanan setelah menikah. Apakah kamu juga merasakannya?
Baca Juga
-
5 Dampak Keuangan yang Tidak Transparan: Bom Waktu dalam Rumah Tangga
-
Rumah Besar, Napas yang Sempit
-
Tepuk Sakinah Viral, Tapi Sudahkah Kita Paham Maknanya?
-
Bertemu Diri Kecil Lewat AI: Percakapan yang Tak Pernah Kita Siapkan
-
Dari Flu hingga Leptospirosis: 8 Penyakit Musim Hujan yang Harus Diwaspadai
Artikel Terkait
-
Indah Permatasari Nangis Cerita Nikah Tak Ada Orang Tua, Netizen Malah Nyinyir
-
Indah Permatasari Menangis Curhat Tak Ditemani Orang Tua saat Menikah: Sedih Banget!
-
5 Rekomendasi Kegiatan Menyenangkan Bersama Pasangan, Mempererat Hubungan!
-
4 Tahun Ditinggal Herman Seventeen, Juliana Moechtar Siap Dinikahi Dandim Lebak Letkol Nur Wahyudi
-
Batasi 5 Hal ini setelah Menikah, Salah Satunya Komunikasi dengan Lawan Jenis!
Lifestyle
-
7 Ide Outfit ala Yuki Kato untuk Kamu yang Ingin Solo Traveling
-
Daftar 5 Film Horor Indonesia Tayang Februari 2026: Dari Mitos Pohon Waru hingga Teror Lift!
-
4 Face Wash Centella Bebas Parfum & Alkohol yang Gentle di Kulit Sensitif
-
Tak Perlu Foundation! 4 Tinted Sunscreen Lokal SPF 50 Ini Bikin Wajah Cerah
-
4 Ide Mix and Match Celana Jeans ala Lisa BLACKPINK yang Wajib Kamu Contek!
Terkini
-
Topeng Arsenik di Pendapa Jenggala
-
Dihubungi John Herdman, Peluang Tampil Sandy Walsh di Timnas Kian Besar?
-
Kejujuran yang Diadili: Membaca Absurditas dalam 'Orang Asing' karya Albert Camus
-
Review Never Back Down (2008): Film dengan Latar Belakang Seni Bela Diri Campuran!
-
Veda Ega Pratama Debut Moto3: Seberapa Besar Peluangnya Melaju di MotoGP?