Istilah people-pleaser dikenal karena melakukan apa pun untuk membuat orang lain bahagia. Bersikap baik dan suka membantu orang lain memang merupakan hal yang baik, namun jika seseorang terlalu menyenangkan orang lain dibandingkan diri sendiri tentunya dapat membuat kamu merasa lelah secara emosional, stres, bahkan merasa cemas.
Dilansir dari Verywell Mind pada Senin (16/5/22), people-pleaser merupakan cara menyenangkan orang lain dengan menempatkan kebutuhan mereka di atas kebutuhan diri sendiri.
Menyenangkan orang lain dikaitkan dengan sifat kepribadian yang dikenal sebagai ‘sosiotropi’ atau perasaan terlalu peduli untuk menyenangkan orang lain dan mendapatkan persetujuan mereka sebagai cara untuk mempertahankan hubungan.
Dengan demikian, berikut ini 3 tips untuk kamu yang ingin berhenti menjadi people-pleaser bagi orang lain dan lebih mengutamakan diri sendiri terlebih dahulu.
1. Katakan 'Tidak'
Perubahan secara mendadak mungkin akan sulit untuk dilakukan. Jadi, memulai dengan hal-hal kecil seperti menegaskan kepada diri sendiri bisa menjadi cara awal yang sederhana. Misalnya, mulailah dengan mengatakan ‘tidak’ pada permintaan kecil atau cobalah ungkapkan pendapat kamu.
Mengatakan ‘tidak’ mungkin akan menjadi tantangan besar bagi si people-pleaser. Namun, untuk berubah menjadi lebih baik perlu melalui sebuah proses. Pertama-tama, kamu bisa mengatakan ‘tidak’ melalui pesan yang dikirimkan ke orang yang meminta bantuanmu tersebut. Lama kelamaan, cobalah untuk menolak secara langsung.
2. Positive Self-Talk
Jika kamu mulai merasa kewalahan atau tergoda untuk menyerah berhenti sebagai people-pleaser, bangun dan kuatkan tekad dengan melakukan self-talk atau berbicara positif kepada diri sendiri.
Ingatkan diri kamu bahwa kamu berhak memiliki waktu untuk diri sendiri, tujuan kamu penting, dan kamu tidak perlu merasa memiliki kewajiban untuk memberikan waktu dan energi kepada hal-hal yang tidak membuat bahagia.
3. Tetapkan Batasan
Mengetahui batasan diri sendiri merupakan hal yang penting untuk dipahami. Buatlah batasan yang jelas dan komunikasikan batasan tersebut dengan orang lain.
Beri tahu mereka bahwa kamu tidak bisa membantu mereka jika hal tersebut diluar batasan yang kamu punya. Hal ini membantu bagi people-pleaser untuk membuktikan bahwa dia memiliki kendali atas dirinya sendiri, bukan orang lain.
Nah, itu dia 3 tips untuk kamu yang ingin berhenti menjadi people-pleaser. Ingatlah bahwa kamu tidak bisa menyenangkan hati semua orang. Selamat berlatih!
Baca Juga
-
Kejutkan Penggemar, Ed Sheeran Umumkan Kelahiran Anak Kedua!
-
Ungkap Menderita Bulimia, Suhyun AKMU Jelaskan Kondisi Terkini
-
Usai Drama, Webtoon Populer Love Alarm akan Dibuat Menjadi Reality Show
-
Merasa Cemas dengan Finansial? Ini 3 Cara Menangani Money Anxiety
-
ASTRO Bagikan Pemikirannya Soal Comeback dan Promosi Tanpa MJ
Artikel Terkait
-
Kenapa Pohon Tidak Bergerak Saat Lebaran? Ini Penjelasan Menurut Perspektif Agama dan Sains
-
Benarkah Daun Tidak Bergerak Saat Salat Idul Fitri? Ini Penjelasannya
-
Andai Ibu Tidak Menikah dengan Ayah: Film Keluarga yang Bikin Penasaran
-
Tidak Bayar Zakat Fitrah Karena Miskin Hukumnya Dosa atau Tidak? Ini Penjelasannya!
-
Cara Mengatasi OVO Tidak Bisa Scan QRIS, Mudah dan Praktis!
Lifestyle
-
Jadi Ibu Bijak, Ini 5 Tips Kelola Uang THR Anak
-
4 Skincare dengan Cactus Extract, Rahasia Hidrasi Kulit Tanpa Lengket!
-
4 Padu Padan Outfit Girly ala Wonyoung IVE, Cocok untuk Gaya Sehari-hari
-
5 Serum Vitamin C dengan Formula Stabil, Cerahkan Kulit Tanpa Iritasi!
-
4 Tips Kelola THR, Cara Cerdas Supaya Uang Gak Cepat Habis!
Terkini
-
Alam Mayang Pekanbaru, Destinasi Liburan Keluarga yang Wajib Dikunjungi!
-
Review 12 Strong: Kisah Heroik Pasukan Khusus AS Pasca Peristiwa 11/09/2001
-
Rilis Poster Baru, Ini Peran Yook Sungjae dan Bona di The Haunted Palace
-
3 Hal yang Perlu Kamu Ketahui Sebelum Menonton Anime Fire Force Season 3
-
Ulasan Buku Jadilah Pribadi Optimistis, Lebih Semangat Mengarungi Kehidupan