Banyak orang yang berpikir bahwa tempat kerja yang paling baik adalah kantor, atau dalam bahasa lain, kerja yang paling baik adalah kerja kantoran.
Pandangan ini tentu tidak muncul begitu saja. Pekerja kantoran identik dengan pakaian rapi, ruangan ber-AC, komputer, dan gambaran lainnya yang membuat kerja kantoran terlihat lebih baik dari pekerjaan lainnya.
Padahal, saat ini ada berbagai macam pekerjaan yang bukan kantoran seperti kerja lapangan. Misalnya seperti pekerja konstruksi, tenaga marketing, kolektor, dan lain sebagainya. Meskipun tidak bekerja di kantor, pekerjaan lapangan memiliki beberapa kelebihan atau keuntungan bagi pekerjanya.
Berikut ini adalah 5 kelebihan pekerjaan lapangan.
1. Waktu Kerja Lebih Fleksibel
Jika kita bekerja di kantor, kita akan memiliki waktu atau jam kerja yang tetap dimana seringkali waktu tersebut terkesan kaku. Misalnya dari jam 8 pagi sampai jam 4 sore. Namun, berbeda dengan pekerjaan lapangan. Pekerjaan ini umumnya memiliki waktu yang lebih fleksibel, menyesuaikan keadaan.
Terlebih banyak pekerjaan lapangan yang memiliki target tertentu misalnya target bulanan. Maka, yang jadi acuan adalah kinerja pencapaian target tersebut, bukan waktu kerja. Pekerja lapangan bisa bekerja lebih lama ataupun sebentar yang penting target tercapai.
2. Memiliki Jaringan Luas
Pekeja lapangan akan berinteraksi dengan banyak orang dari berbagai kalangan. Berbeda dengan pekerja kantoran yang cenderung bertemu dengan orang yang sama setiap hari. Kondisi seperti ini kemudian membuat pekerja lapangan jadi memiliki jaringan yang luas. Apalagi jika tempat kerjanya berpindah-pindah.
3. Peraturan Lebih Longgar
Kantor biasanya memiliki aturan yang sangat ketat untuk dipatuhi. Misalnya mengenai pakaian dan pola kerja. Namun tidak dengan pekerja lapangan, seperti waktu kerja yang lebih fleksibel, aturan di lapangan juga cenderung lebih longgar. Kita bisa memgatur pola kerja kita sendiri asalkan pekerjaan beres dan target tercapai.
4. Potensi Pendapatan yang Besar
Pekerja lapangan memang harus siap mengejar target yang diberikan. Namun apabila kita berhasil mencapai target tersebut, ada potensi pendapatan besar yang menanti. Misalnya dari bonus, insentif, dan lain sebagainya.
5. Membentuk Mental
Pekerja lapangan harus siap mengejar target, bertemu dengan orang yang berbagai macam karakternya, serta bertanggung jawab atas pekerjaan mereka sendiri di hadapan banyak orang di lapangan.
Tidak jarang, pekerja lapangan berada dalam posisi yang kurang mengenakkan. Kondisi seperti ini kemudian mampu membentuk mental pekerja lapangan menjadi lebih kuat.
Demikian 5 keuntungan menjadi pekerja lapangan. Tertarik mencoba?
Baca Juga
-
Merenungkan Makna Hidup Melalui Novel Khutbah di Atas Bukit
-
Viral Isi Minyakita Hanya 750 ML, Bagaimana Hukumnya dalam Islam?
-
Mobil Terendam Banjir? Cegah Kerusakan dengan 5 Tips ini
-
Bapak Presiden, Buzzer adalah Musuh Besar Pendidikan Kita
-
Juara eAsian Cup, Berikut ini Profil 3 Pemain Timnas eFootball Indonesia
Artikel Terkait
-
Digeruduk Pencari Kerja, Ini Tanggapan Manajemen PT KTI
-
Pemda DIY dan Jateng Diapresiasi Implementasi Inpres Optimalisasi Program BPJamsostek
-
Pekerja PT McDermott Batam Jatuh ke Laut dan Tewas Saat Mengelas di Pinggir Dermaga
-
Apa Itu Hustle Culture? Fenomena yang Sering Terjadi Dikalangan Usia Remaja
-
4 Ciri Kamu Rekan Kerja Menyebalkan, Suka Merepotkan Orang Lain!
Lifestyle
-
Baju Lebaran Ramah Lingkungan: Lebih Baik Mana, Poliester atau Katun?
-
4 Sheet Mask Korea Tea Tree untuk Kulit Berminyak Atasi Jerawat dan Iritasi
-
Doogee Fire 7 Pro vs Doogee Fire 7 Ultra: Mana yang Lebih Unggul?
-
Xiaomi Luncurkan Mesin Cuci Pintar 2026: Fitur Canggih Harga Terjangkau
-
Wajah Auto Cerah Sebelum Lebaran Idulfitri! 4 Serum Terbaik Pudarkan PIH
Terkini
-
KPop Demon Hunters 2 Segera Tiba, Netflix Resmi Umumkan Rencana Produksi
-
Kim Nam Gil Tampil Sebagai Pemeran Spesial di Drakor Mad Concrete Dreams
-
Vernon dan The8 SEVENTEEN Bentuk Unit Baru, Album Dijadwalkan Rilis Juni
-
Sul Kyung Gu dan Jeon Jong Seo Bintangi Film Okultisme, Libatkan Tim Exhuma
-
Sholat Ied atau Khutbah Dulu? Ini Hukum jika Tidak Mendengarkan Ceramah