Semua hal yang terjadi di dunia ini mengalami fase-nya sendiri-sendiri. Termasuk salah satunya adalah fase rasa cinta. Semua orang bisa berharap dan berkeyakinan untuk mencintai seseorang atau dicintai seseorang seumur hidupnya. Namun kenyataannya, semua tidak semudah yang ada dalam bayangan. Tidak semua orang mampu melewati setiap fase dengan kokoh pada perasaan yang sama. Nah, berikut ini merupakan beberapa fase rasa cinta yang harus kamu ketahui terlebih dahulu.
1. Romantisme
Fase pertama adalah romantisme. Di mana pada fase ini merupakan fase yang paling indah. Kamu sedang jatuh cinta, sedang berbunga-bunga dan di mabuk asmara. Begitulah penggambarannya.
Dalam masa ini, tidak ada perasaan lain selain bahagia. Kamu akan merasa begitu yakin bahwa seseorang yang kini bersamamu adalah pilihan yang paling tepat dan merupakan kebahagiaan yang akan kamu rasakan sampai akhir hayat ketika bisa bersanding dengannya. Di dunia ini, tidak ada orang lain selain kalian berdua. Hayo, sedang mengalami atau pernah mengalami?
2. Keraguan
Setelah melewati fase romantisme, maka akan beralih pada fase ke dua, yakni keraguan. Setelah sekian perjalanan panjang yang kamu lewati bersama si dia, akan muncul pertanyaan dalam dirimu sendiri tentang kesungguhan perasaanmu selama ini.
Apalagi kalau belum juga terdapat pembuktian. Hubungan asmara yang kamu jalin seolah terombang-ambing di lautan, tentu pikiranmu sudah khawatir dan badan berasa jadi lelah, bukan?
Selain itu, kamu juga akan menyadari bahwa dirinya tidak sebaik yang kamu kira. Seperti manusia pada umumnya, tentu dia memiliki sisi buruk dan sebuah kekurangan. Kamupun akan ragu mengenai langkah yang akan kamu ambil.
3. Kekecewaan
Kecewa biasanya akan hadir ketika segala yang kamu harapkan ternyata tidak sesuai dengan kenyataan yang ada. Dalam menghadapi masa yang rumit itu, kecewa adalah sebuah hal wajar dan sangat normal untuk terjadi.
Kala fase ini tiba, mungkin kamu sedang merasa bimbang sekali dengan hubungan yang semula begitu kamu banggakan, ya? Namun demikian kamu harus kuat dan bijaksana dalam menghadapi segala hal yang terjadi dalam kehidupanmu.
4. Penentuan
Fase penentuan akan kamu sambangi ketika sudah berhasil melewati rasa kecewa. Inilah masa di mana kamu bisa menentukan, apa langkah selanjutnya yang akan kamu lakukan.
Apakah kamu akan menyerah dengan perjuanganmu atau bertahan dengan syarat memperbaiki kesalahan. Hal itu sepenuhnya ada di tanganmu dan berhentilah untuk mengurusi omongan orang lain. Hidupmu adalah tentang kamu, bukan tentang mereka.
Kalau kamu memilih bertahan, maka kamu akan lanjut kepada fase berikutnya. Namun kalau kamu menyerah, itu artinya kamu harus mengulang semuanya dari fase pertama.
5. Cinta sejati
Kalau kamu memilih bertahan dan saling memperbaiki, maka kamu akan bertumbuh pada fase cinta sejati. Di mana kamu akan bertahan dengan satu orang, berusaha untuk menerima baik dan buruknya, dan berkomitmen untuk menghadapi segala sesuatu dengan bersama dan bekerja sama.
Itu dia 5 fase jatuh cinta yang akan kamu lalui. Sudah sampai ke tahap mana, nih?
Baca Juga
-
5 Dampak Keuangan yang Tidak Transparan: Bom Waktu dalam Rumah Tangga
-
Rumah Besar, Napas yang Sempit
-
Tepuk Sakinah Viral, Tapi Sudahkah Kita Paham Maknanya?
-
Bertemu Diri Kecil Lewat AI: Percakapan yang Tak Pernah Kita Siapkan
-
Dari Flu hingga Leptospirosis: 8 Penyakit Musim Hujan yang Harus Diwaspadai
Artikel Terkait
Lifestyle
-
5 HP Rp 3 Jutaan dengan Spesifikasi Gahar, Mana yang Paling Layak Dibeli?
-
4 Moisturizer untuk Cegah Dehidrasi dan Perkuat Skin Barrier saat Puasa
-
4 Hybrid Sunscreen Bikin Wajah Cerah, Pudarkan PIH, dan Proteksi Sinar UV
-
Tren Mobil Listrik vs Mobil Bensin: Mana yang Lebih Layak untuk Indonesia?
-
Vivo V70 FE Segera Rilis ke Indonesia, Andalkan Kamera 200 MP dan RAM 12 GB
Terkini
-
Mungkinkah Mewujudkan Ramadan Tanpa Plastik?
-
Keunikan Novel Koloni: Membedah Sisi Manusia Lewat Karakter Serangga
-
Hipdut, Wajah Baru Dangdut yang Kembali Populer di Kalangan Gen Z
-
Bahaya di Balik Keharuman: Mengapa Vape Tetap Menjadi Racun bagi Tubuh?
-
Romansa dengan Sentuhan Sejarah: Ulasan Novel Geronimo Karya Indah Hanaco