Apakah rumahmu berada di pinggir jalan raya? Jika iya, bagaimana rasanya mempunyai rumah di pinggir jalan raya? Apakah terganggu dengan suasana jalan yang ramai? Jika rumahmu berada di pinggir jalan raya, apakah kamu punya cita-cita memiliki rumah di dalam perkampungan sehingga tidak bising ketika malam hari?
Deretan pertanyaan di atas wajar dikeluarkan oleh temanmu kepadamu yang rumahnya di pinggir jalan raya. Mungkin temanmu akan menimbang-nimbang kembali membeli tanah yang berada di pinggir jalan raya, melihat pengalamanmu.
Mempunyai rumah di pinggir jalan raya banyak kekurangan. Paling mencolok adalah mengenai keramaian. Lalu apa kekurangan yang lain? Berikut kekurangan mempunyai rumah di pinggir jalan raya:
1. Suara Bising Kendaraan
Pertama yang paling kentara adalah suara bising kendaraan yang lalu-lalang. Apalagi jika rumah yang berada di pinggir jalan utama ke arah. Nyaris tidak akan pernah sepi dengan kendaraan. Mungkin bagi yang sudah terbiasa hal itu tidak menjadi masalah. Meski begitu, sebaiknya kembali dipertimbangkan ketika membeli rumah, lokasi dan keadaan rumah karena hal itu menyangkut dengan kenyamanan.
2. Tembok Gampang Retak
Tembok gampang retak. Mengapa bisa terjadi? Jelas karena pinggir jalan raya sering dilewati kendaraan-kendaraan yang besar. Kendaraan tersebut saat melintas menimbulkan getaran yang merembet ke tembok. Alhasil semen tembok mengalami keretakan. Bagi orang yang tidak terlalu peduli dengan estetika, mungkin tidak masalah dengan keadaan ini.
3. Teras dan Halaman Rumah Gampang Kotor
Selanjutnya kekurangan mempunyai rumah di pinggir jalan raya adalah teras dan halaman rumah gampang kotor. Alasannya sederhana. Kendaraan yang bersliweran menghasilkan angin yang menerbangkan debu dan benda ringan. Wajar apabila teras dan halaman rumah menjadi gampang kotor.
4. Tempat Parkir Kendaraan
Di pinggir jalan raya sering dipakai untuk memarkir kendaraan. Bayangkan bila kendaraan itu diparkir di depan rumah. Tentu hal ini akan mengganggu mobilitas pemilik rumah. Mau menegur, lain hari ada kendaraan lain, menegur lagi, ada kendaraan lagi. Begitu seterusnya. Tentu capek tenaga, capek batin.
Itulah 4 kekurangan mempunyai rumah di pinggir jalan raya. Kekurangan itu tentunya bisa dianggap penderitaan jika masih baru mempunyai rumah di pinggir jalan raya. Meski begitu, memiliki rumah di pinggir jalan raya juga ada keuntungannya. Salah satu keuntungannya adalah ketika ada tamu baru yang berkunjung, tidak repot-repot dalam mengarahkan.
Artikel Terkait
-
Rumah Makan di Bandarlampung Ini Gratiskan Makan untuk Pemilik Nama Muhammad dan Maria, Hanya Tunjukkan Identitas
-
Warung Nasi di Lampung Gratiskan Makan untuk Pemilik Nama Muhammad dan Maria
-
Resmi Gugat Cerai, Ini 9 Perjalanan Cinta Sule dan Nathalie Holscher
-
Banyak Negara Kekurangan Pangan Akut Gara-Gara Perang, Jokowi: Kita Harus Bersyukur Masih Ada Beras
-
Bermain Seluncuran di Teras Rumahnya, Pria Ini malah Ketiban Apes
Lifestyle
-
PC Tanpa Ribet Kabel? Acer Aspire C24 AIO Tawarkan Desain Tipis dan Ringkas
-
5 Pilihan HP Samsung dengan Bypass Charging, Anti Overheat Saat Nge-Game
-
5 Tas Gym Pria Paling Praktis untuk Bawa Perlengkapan Olahraga
-
3 Rekomendasi HP POCO Rp1 Jutaan 2026: Performa Ngebut, Harga Bersahabat
-
5 Face Wash dengan Brush Silikon untuk Eksfoliasi Wajah yang Maksimal
Terkini
-
Lika-liku Keuangan Anak Muda Zaman Now: Cuma Mau Hidup Hemat Tanpa Merasa Tertekan
-
Rumah yang Tak Pernah Selesai Dibangun: Catatan Luka Seorang Anak Perempuan Fatherless
-
Kukungan Emosi dalam Set Terbatas Film Kupeluk Kamu Selamanya
-
Berburu Hidden Gem Modest Fashion di Tengah Kota: Last Stock Sale 2026 Resmi Dibuka!
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet