Kantong mudah kosong, sementara perut harus terus terisi. Lantas bagaimana cara kita menyeimbangkan keduanya? Tentu dibutuhkan usaha yang keras disertai kerja sama dengan pengontrolan diri yang baik.
Keuangan yang genting, finansial yang buruk, apapun itu adalah penjelasan sederhana dari kalimat 'tidak punya uang'. Orang yang sedang tidak punya uang biasanya akan mudah mengambil beberapa keputusan secara gegabah. Hal tersebut dikarenakan pikiran yang kalut dan kepala yang terasa semrawut. Namun demikian, hal itu tentu saja menimbulkan hal yang merugikan.
Lalu, apa saja keputusan gegabah yang sering diambil saat tidak punya uang?
1. Pinjam uang ke rentenir
Rentenir adalah seseorang yang memberikan pinjaman dengan bunga yang tinggi. Banyak orang yang merasa buntu, sampai akhirnya pergi menemui rentenir. Mereka meminjam uang dan mengiyakan saja berapa suku bunga yang harus dibayarkan.
Meskipun bukan lembaga keuangan semacam bank atau koperasi, tetapi rentenir justru bisa melakukan penagihan dengan sangat kejam. Jangan pernah coba-coba untuk mendatangi rentenir sekalipun benar-benar tidak punya uang. Coba dulu cara yang lain. Karena datang ke rentenir tidak akan menyelesaikan masalah, justru akan menambah masalah lebih besar untuk hidupmu di kemudian hari.
2. Mengajukan pinjaman online
Ketika seseorang tidak mendapatkan pinjaman dari orang lain, mereka biasanya mengajukan pinjaman lewat sistem online. Terkesan mudah memang. Hanya membutuhkan nomor telepon, KTP, dan beberapa dokumen pendukung. Dengan kilat, uang bisa masuk ke rekening.
Selain bunga yang besar, pinjaman online juga memiliki beberapa risiko yang sangat merugikan. Seluruh aplikasi pinjaman online akan mengambil seluruh data yang ada di ponselmu. Termasuk nomor telepon seluruh kontak dan akses menuju galeri. Seram sekali.
Ketika kamu telat membayar cicilan, pinjaman online juga akan melakukan teror penagihan secara kasar. Pinjaman online legal biasanya akan mengandalkan banyak debt kolektor yang akan meneror di SMS, WhatsApp, email dan telepon. Kalau tidak mengganti nomor, ponselmu tidak akan berhenti berdering. Selain itu mereka juga akan mendatangkan debt kolektor secara langsung ketika pesan mereka tidak digubris.
Pinjaman online ilegal lebih parah lagi. Mereka akan menyebar datamu ke seluruh nomor yang ada di kontak ponselmu. Data tersebut berupa foto, identitas dan kata caci maki yang memalukan. Tidak sekadar kamu yang diteror, tapi seluruh kontakmu juga. Memalukan sekali, kan?
3. Mencuri
Mengambil sesuatu yang bukan hakmu bukanlah penyelesaian dari sebuah masalah. Mungkin kamu benar-benar merasa buntu. Tapi mencuri juga bukanlah solusi.
Mencuri bisa membuatmu merasa tenang beberapa saat. Tapi bagaimana dengan dosa yang kamu tanggung seumur hidup? Belum lagi nasib seseorang yang kamu curi?
Kalau sampai ketahuan, masalahnya bisa bertambah panjang. Selain diamuk masa, kamu juga akan masuk penjara. Bukanya membantu keluarga, malah bikin malu saja.
4. Menipu
Kini, banyak sekali modus penipuan. Oknumnya terdiri dari dua jenis manusia. Yang pertama adalah manusia yang benar-benar membutuhkan uang. Sementara yang kedua adalah orang-orang yang serakah. Namun demikian, menipu orang lain bukanlah hal yang diperbolehkan. Bahkan bisa juga terjebak dalam kasus hukum.
5. Mengakhiri Hidup
Terlalu pelik untuk menjelaskannya secara rinci. Namun, saya berharap bahwa para pembaca memahami apa yang ingin saya sampaikan. Ya, tidak sedikit orang yang memilih untuk berakhir ketika mereka merasa tidak mampu lagi untuk menjalani hidup dengan kekurangan uang.
Badan yang lelah, perut yang lapar, bahkan bayangan mengenai keluarga di rumah seringkali membuat diri kita merasa patah semangat. Perih sekali membayangkannya.
Begitu juga ketika beberapa hal di atas sudah dilakukan, tapi tidak ada yang menghasilkan. Atau ketika sudah coba pinjam ke rentenir dan terlilit bunga, pinjam ke pinjaman online lalu tidak kuasa menahan teror. Seseorang akan merasa lemah sekali.
Untuk itu, jangan pernah simpan semuanya sendiri. Ceritakan kepada orang lain. Sekalipun kamu tidak menemukan solusi, namun hatimu akan terasa lebih baik.
Baca Juga
-
5 Dampak Keuangan yang Tidak Transparan: Bom Waktu dalam Rumah Tangga
-
Rumah Besar, Napas yang Sempit
-
Tepuk Sakinah Viral, Tapi Sudahkah Kita Paham Maknanya?
-
Bertemu Diri Kecil Lewat AI: Percakapan yang Tak Pernah Kita Siapkan
-
Dari Flu hingga Leptospirosis: 8 Penyakit Musim Hujan yang Harus Diwaspadai
Artikel Terkait
-
Bukan Cuma Asmara! Ini 4 Hal yang Penting Kamu Kejar Selagi Muda
-
5 Tips Menabung yang Efektif, Tak Masalah Walau Sedikit
-
Terapkan 5 Cara Ini Supaya Mencapai Kebebasan Finansial di Usia Muda
-
7 Artis Pakai Mahar Mata Uang Asing saat Nikah, Ada Via Vallen dan Isyana Sarasvati
-
4 Cara Bertahan Hidup di Tanggal Tua, Pernah Mencobanya?
Lifestyle
-
Bye-Bye Muka Tomat! Ini 4 Soothing Gel Mugwort Khusus Kulit Berminyak, Cuma 30 Ribuan
-
Bebas Kemerahan, 5 Sunscreen Korea Cica yang Bikin Kulit Calm dan Lembap
-
Lawan Kulit Kering! 4 Hydrating Mist Jaga Wajah Tetap Lembap Sepanjang Hari
-
Tak Perlu Mesin POS Mahal, 5 Tablet LTE Ini Cocok untuk Kasir Cafe dan UMKM
-
Cari Wangi Vanilla yang Gak Bikin Pusing? Coba 5 Rekomendasi Body Mist Ini!
Terkini
-
Gebrakan Baru! Sinema Desa Resmi Disulap Jadi Motor Ekonomi Baru di 2026
-
Manga You Are a Four Leaf Clover Diadaptasi ke Anime
-
Skincare Routine ke Beauty Consumerism: Self-Care Dijadikan Alasan Belanja?
-
Bertabur Bintang! Kim Yeon Koung, Lee Junho, dan Kazuha Resmi Jadi Staf Baru di Kian's Bizarre B&B 2
-
Bukan Hanya Romance: Bagaimana Trilogi 'Before' Memotret Realisme Hubungan