Salah satu kebiasaan buruk yang masih sering dilakukan banyak orang adalah membanding-bandingkan orang. Termasuk membandingkan diri sendiri dengan orang lain. Hal ini biasanya bertujuan untuk mengukur kualitas diri kita, apakah lebih baik atau lebih buruk dari orang lain?
Padahal, setiap orang tentu berbeda. Masing-masing memiliki kelebihan dan kelemahan. Selain itu, manusia adalah hal yang kompleks dan rumit. Kita tidak bisa menilai seseorang hanya dari satu atau beberapa sudut pandang saja.
Misalnya bisa saja seseorang baik sari segi ekonomi, namun kurang beruntung dalam hal percintaan. Begitupun dalam banyak aspek lainnya. Oleh sebab itu, kita tidak perlu membandingkan diri kita dengan orang lain.
Selain itu, membandingkan diri kita dengan orang lain juga memiliki dampak buruk. Berikut ini adalah 5 dampak buruknya.
1. Hidup Tidak Tenang
Jika kita suka membandingkan diri kita dengan orang lain, maka hidup kita tidak akan tenang. Hal ini karena kita akan membuat hidup ini menjadi seperti perlombaan, ada yang lebih baik dan ada yang lebih buruk.
Akibatnya, diri kita selalu dikejar untuk melebihi orang lain. Padahal, setiap orang memiliki proses yang berbeda-beda. Selain itu, pikiran kita juga akan dipenuhi dengan perbandingan diri kita dengan orang lain. Hal tersebut bukanlah hal yang penting untuk kita pikirkan dan justru akan membuat produktivitas kita terganggu.
2. Kurang Bersyukur
Jika kita membandingkan diri kita dengan orang lain, kemudian kita menemukan bahwa dalam hal tertentu kita tidak sebaik orang lain, maka kita akan sulit untuk bersyukur. Kita akan merasa kurang sehingga tidak mensyukuri yang sudah kita miliki.
3. Menjadi Sombong
Jika saat kita membandingkan diri dengan orang lain kemudian kita merasa lebih baik, kita akan merasa sombong. Padahal, belum tentu orang lain tersebut memang lebih buruk dari kita. Bisa jadi ia memiliki kelebihan yang tidak kita miliki.
Rasa sombong karena merasa lebih baik dari orang lain akan membuat kita tidak berkembang. Karena sudah merasa lebih baik, kita tidak termotivasi untuk meningkatkan kualitas diri kita.
4. Tidak Fokus Pada Diri Sendiri
Jika kita membandingkan diri dengan orang lain, maka kita akan menjadikan orang lain sebagai tolok ukur kita. Padahal, kondisi setiap orang berbeda-beda. Kita tidak bisa menjadikan kondisi orang lain sebagai patokan untuk menilai diri kita.
5. Tidak Bebas dalam Melangkah
Selain itu, karena menjadikan orang lain sebagai tolak ukur, maka akan diarahkan untuk menjadi seperti orang lain alih-alih menjadi diri sendiri. Kita tidak bebas dalam memilih langkah karena dipengaruhi oleh pandangan kita mengenai orang lain.
Demikian 5 akibat jika kita membandingkan diri dengan orang lain. Lebih baik fokus pada diri sendiri.
Tag
Baca Juga
-
Viral Isi Minyakita Hanya 750 ML, Bagaimana Hukumnya dalam Islam?
-
Mobil Terendam Banjir? Cegah Kerusakan dengan 5 Tips ini
-
Bapak Presiden, Buzzer adalah Musuh Besar Pendidikan Kita
-
Juara eAsian Cup, Berikut ini Profil 3 Pemain Timnas eFootball Indonesia
-
Cetak Sejarah, Indonesia Sukses Jadi Juara AFC eAsian Cup Qatar!
Artikel Terkait
-
Ulasan Buku Bad Habits, Kebiasaan Buruk Gen Z yang sering Dinormalisasi
-
Ulasan Buku 30 Hari Mengubah Kebiasaan Buruk Karya Aisyah Nafiani
-
10 Kebiasaan Buruk yang Tak Baik untuk Otak
-
5 Kebiasaan Buruk yang Patut Kamu Hindari untuk Menjaga Laptop Tidak Cepat Rusak
-
Mengungkap Persoalan Remaja dan Solusinya dalam Buku 'Be A Smart Student'
Lifestyle
-
Elegan dan Manis! 4 Inspirasi Outfit Feminin ala Minnie (G)I-DLE
-
4 OOTD Minimalis ala Wooyoung ATEEZ yang Tetap Modis untuk Disontek!
-
Jadi Ibu Bijak, Ini 5 Tips Kelola Uang THR Anak
-
4 Skincare dengan Cactus Extract, Rahasia Hidrasi Kulit Tanpa Lengket!
-
4 Padu Padan Outfit Girly ala Wonyoung IVE, Cocok untuk Gaya Sehari-hari
Terkini
-
Review Novel 'Kerumunan Terakhir': Viral di Medsos, Sepi di Dunia Nyata
-
Bertema Olahraga, 9 Karakter Pemain Drama Korea Pump Up the Healthy Love
-
Fenomena Pengangguran pada Sarjana: Antara Ekspektasi dan Realita Dunia Kerja
-
Menelaah Film Forrest Gump': Menyentuh atau Cuma Manipulatif?
-
Krisis Warisan Rasa di Tengah Globalisasi: Mampukah Kuliner Lokal Bertahan?