Setiap orang memiliki jalan kehidupan masing-masing. Karunia, ujian, kelebihan dan kekurangan yang ada di dalamnya tentunya berbeda-beda dan sudah terukur sesuai dengan kemampuan orang yang menjalaninya. Kehidupan hendaknya dilalui dengan lapang dada dan tidak perlu membandingkan diri kita dengan orang lain. Ketika kita mampu fokus untuk melewati keseharian kita, maka kita akan mampu menjadikan hidup kita semakin baik dari hari ke hari.
Namun, ada beberapa orang tampaknya lebih suka memperhatikan kehidupan orang-orang yang ada di sekitarnya. Padahal, terlalu sibuk memperhatikan kehidupan orang lain dapat membawa akibat buruk yang tidak sedikit. Beberapa akibat tersebut di antaranya ialah:
1. Fokus kita tersita
Ketika kita terlalu memperhatikan dan memikirkan kehidupan orang lain, praktis pandangan kita hanya tertuju kepadanya. Alih-alih mampu menjalani dan memperbaiki kehidupan kita sendiri, fokus kita justru akan habis tersita untuk memperhatikan kehidupan orang lain. Padahal, hal tersebut tidak ada manfaatnya sama sekali untuk kita.
2. Menyengsarakan hati
Ketika kita terlalu memikirkan kehidupan orang lain, biasanya kita akan lebih melihat kelebihan orang tersebut, seperti apa yang berhasil ia raih, apa yang bisa ia beli, dan kebahagiaan apa yang ia alami. Akibatnya, kita akan merasa dia selalu mendapatkan apa yang ia inginkan, sedangkan kita merasa tidak memiliki apa-apa. Hal ini akan membuat kita kufur terhadap nikmat dari semua karunia yang sudah kita dapatkan. Karena itulah, terlalu memikirkan kehidupan orang lain hanya akan menyengsarakan hati dan pikiran, karena kita akan selalu merasa kurang.
3. Membuang-buang waktu
Tentunya, terlalu memikirkan kehidupan orang lain hanya membuang-buang waktu. Setiap hari, kita disibukkan dengan kegiatan memikirkan orang lain dapat uang dari mana, kenapa dia bisa mendapatkan ini dan itu, juga hal-hal lainnya yang tidak semestinya kita pikirkan.
Demikian tiga akibat terlalu sibuk memikirkan kehidupan orang lain. Alangkah lebih baik jika kita fokus menjalani kehidupan kita sendiri, melanjutkan perbuatan baik dan memperbaiki kekurangan dalam diri kita. Hal ini tentu akan lebih membawa manfaat dibandingkan sibuk memperhatikan kehidupan orang lain.
Baca Juga
-
Wajib Tahu! Ini 3 Alasan Pentingnya Riset bagi Penulis
-
Selamat! Go Ayano dan Yui Sakuma Umumkan Pernikahan Mereka
-
Selamat! Keita Machida Resmi Menikah dengan Aktris Korea-Jepang Hyunri
-
4 Manfaat Membuat Kerangka Karangan dalam Kegiatan Menulis
-
NiziU Nyanyikan Lagu Tema Film Animasi 'Doraemon: Nobita's Sky Utopia'
Artikel Terkait
-
Film Waktu Maghrib 2: Teror Baru di Desa Giritirto
-
Mudik Balik Lebaran 2025: Pilih Waktu Tepat, Pulang Jadi Nikmat
-
Kapan Puasa Syawal? Berikut Waktu, Keutamaan dan Niat Puasa Syawal
-
Jadi Lawan Main di Mungkin Kita Perlu Waktu, Sha Ine Febriyanti Akui Kualitas Akting Bima Azriel
-
Film Mungkin Kita Perlu Waktu: Kisah tentang Kehilangan dan Trauma Mendalam
Lifestyle
-
4 Moisturizer dengan Cooling Effect, Segarkan Wajah di Cuaca Panas!
-
Gaya Street Style ala Moon Sua Billlie, Ini 4 Ide OOTD yang Bisa Kamu Coba!
-
4 OOTD Minimalis ala Yerin GFRIEND, Cocok untuk Gaya Harian yang Effortless
-
Penalaran Kata 'Mundhut': Sama-sama Predikat Kalimat, tapi Dilarang Ambigu!
-
Mudah Ditiru! 4 Gaya Hangout ala Bona WJSN yang Wajib Dicoba
Terkini
-
Review Anime My Stepmoms Daughter Is My Ex: Ketika Mantan Jadi Saudara Tiri
-
Novel Four Aunties and A Wedding: Pesta Pernikahan Berubah Menjadi Mencekam
-
Kembali Naik Peringkat, Timnas Indonesia Berpotensi Tempel Ketat Vietnam di Ranking FIFA
-
Review Film Broken Rage: Ketika Takeshi Kitano Menolak Bertele-tele
-
Hidup Itu Absurd, Jadi Nikmati Saja Kekacauannya