Menangis memang jadi salah satu bentuk komunikasi anak terhadap orangtuanya. Bayi, batita, balita, hingga anak-anak tentu sering menangis untuk mencurahkan isi hatinya. Menangis juga bentuk dari perkembangan emosi seorang anak, loh. Meskipun begitu, terkadang, sebagai orang tua kita merasa tidak siap dengan tangisan anak, dan malah memarahinya!
Tahukah kamu jika itu kesalahan orang tua yang sebaiknya berhenti dilakukan? Lantas, hal apa aja sih yang seharusnya tidak dilakukan orang tua saat anaknya menangis? Yuk, simak selengkapnya!
1. Menyuruhnya berhenti menangis
Menyuruhnya untuk berhenti menangis tidak akan menyelesaikan masalah. Justru, orang tua gagal mengajarkan anak untuk memvalidasi perasaannya dan membuatnya mengabaikan emosi.
Anak juga memiliki perasaan yang sama dengan kita para orang dewasa. Hanya saja, bedanya orang dewasa paham situasi dan bisa menahan gejolak emosi yang muncul.
Orang dewasa malu untuk menangis di sembarang tempat, sementara, anak kecil belum mengerti rasa malu. Yang ia tahu, adalah dirinya sedang kesal, marah, atau sedih, dan perasaan itu harus dicurahkan.
Kebanyakan komunikasi anak kepada orang tuanya adalah dengan menangis. Maka dari itu, penting sekali orang tua untuk memvalidasi perasaan anak. Validasi perasaan sedih, marah, kesal, dan bahagia anak saat ia menunjukkan gelagat gejolak emosi.
2. Menakuti-nakuti anak dengan hal yang tak logis
Pernahkah kamu semasa kecil ditakut-takuti akan sesuatu yang tidak logis agar berhenti menangis? Jika pernah, kamu pasti paham rasanya tidak enak berada di posisi itu. Orang tua jaman dulu kebanyakan mengambil jalan pintas dengan menakut-nakuti anak akan hal seperti ada setan, ada polisi, atau nanti disuntik dokter kalau tidak mau berhenti nangis.
Padahal, menakut-nakuti anak seperti ini tidak akan membantunya memahami perasaan dan emosinya, malah membuat mereka memiliki trauma dan rasa takut akan bertemu polisi, dokter, bahkan takut dengan setan yang seharusnya tidak diajarkan seperti itu.
3. Mempermalukan anak dan membandingkannya
Mempermalukan dan membandingkan anak sendiri dengan teman sebayanya disaat mereka sedang menangis tidak akan membuat mereka paham akan maksud dari perbandingan tersebut, melainkan malah akan membuat mereka merasa tidak dihargai dan dipedulikan.
Pada dasarnya, anak memiliki rasa cemburu. Membuat mereka membandingkan diri dengan orang lain akan membuat mereka cemburu dan malah bisa bersikap agresif dengan teman yang dicemburuinya.
Menjadi orang tua tidak sekadar bertanggung jawab akan tumbuh kembang fisiknya saja, melainkan juga perkembangan emosinya. Penting bagi orang tua mempelajari ilmu parenting terkini, karena di balik anak yang bahagia, ada orang tua yang cerdas.
Baca Juga
-
4 Hal Ini Bisa Jadi Pemicu Pasangan untuk Berselingkuh, Segera Hindari!
-
4 Alasan Kenapa Kadang Memendam Perasaan Cinta Itu Lebih Baik daripada Diungkapkan
-
4 Alasan Kenapa Beberapa Orang Lebih Suka Menulis daripada Membaca
-
4 Alasan Kenapa Kita Harus Mulai Berhenti Beli Barang KW, Rugi!
-
4 Alasan Kenapa Sebaiknya Kita Tidak Mengisi Kuliah Hanya dengan Belajar
Artikel Terkait
-
4 Hal yang Bisa Bikin Suami Jadi Membenci Istri, Mengumbar Aibnya!
-
Anak Ingin Pakai Makeup? Ini 5 Hal Yang Harus Diperhatikan Orang Tua
-
Cara Gendong Baby Moana Dikritik, Ria Ricis dan Teuku Ryan Ungkap Fakta Lain
-
Dukung Digitalisasi Kesehatan Melalui Aplikasi SMILE, Kemenkes RI Kerja Sama dengan UNDP
-
Dukung Startup Anak Bangsa dan Akselerasi Ekonomi Digital Indonesia, Telkom Hadirkan Indigo Demo Day 2022
Lifestyle
-
4 Tone Up Sunscreen Buat Kulit Remaja Bikin Cerah Natural Tanpa Efek Dempul
-
5 Parfum Fresh Pria dengan Aroma Maskulin dan Menyegarkan
-
Sama-Sama dari Singkong, Apa yang Bikin Tepung Tapioka dan Mocaf Beda?
-
Anti Lengket! 5 Sunscreen Gel Lokal SPF 50 untuk Perlindungan Maksimal
-
4 Serum Witch Hazel Andalan Kulit Berminyak Kontrol Sebum dan Atasi Jerawat
Terkini
-
Uang Negara Bukan Cek Kosong: Pelajaran dari Putusan MK soal APBN
-
Menemukan Arti Rumah yang Sesungguhnya dalam Novel Kosan Griya Wacana
-
Centang Biru Mati dan Slow Reply: Menjaga Batasan atau Ruang Manipulasi Chat?
-
Ulasan Memburu Pemangsa: Drama Horor Mencekam dengan Pesan Moral yang Kuat
-
Heboh Proyek Film 'Damako': Angkat Tragedi Bom Hiroshima hingga Mundurnya WOODZ dan Shim Eun Kyung